Sabtu, 19 Juli 2014

Butterfly


Poem
By: Ara Marzie

Butterfly

Beautiful brave butterfly
Fragile gold wings
Multi-coloured and sweet
Resting on a flower or a leaf
Fly away butterfly!

Busy butterfly
Lands on a pink flower
Quiet and sleepy
So lazy
Good night butterfly


Ayat hari ini:
Surat Al-Insyiqaq (Terbelah) ayat 16-20

16. Maka Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja,
17. demi malam dan apa yang diselubunginya,
18. demi bulan apabila jadi purnama,
19. sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
20. Maka mengapa mereka tidak mau beriman?

Kacang Telur Manis

Kacangnya sudah dibungkus, sudah siap dijual nih he3....

Banyak sekali resep di internet tentang cara membuat kacang telur manis, namun menurut saya belum ada resep yang praktis atau cepat. Saya bukanlah penyuka kegiatan masak sebenarnya, namun jika kangen masakan ataupun jajanan Indonesia ya mau tidak mau harus bikin sendiri atau menunggu hantaran dari tetangga he3....

Oleh karena itulah jika ingin membuat sesuatu saya akan mencari resep yang sesederhana mungkin, bahannya tidak terlalu banyak, dan langkah pembuatannya juga tidak panjang lebar. Kelemahan saya adalah, saya agak malas jika harus menyalin resep, biasanya langsung saya save di aplikasi pocket, atau jika tidak, saya lebih suka melihat cara pembuatannya melalui youtube, dengan melihat adegan per adegan itu akan sangat membantu saya untuk mengingat bahan-bahan dan cara pembuatannya. Sayang sekali belum ada video di youtube yang menayangkan cara pembuatan kacang telur, adanya video cara membuat kacang mete barbeque. Nah dari resep itu akhirnya saya modifikasi sendiri.

Bahan:

  • Kacang tanah tanpa kulit yang telah disangrai
  • 2 butir telur
  • 3-5 sendok makan gula (sesuaikan dengan kemanisan yang diinginkan)
  • 1 sendok teh bawang putih bubuk
  • 3 sendok makan tepung terigu
  • 2 sendok makan tepung maizena
Cara membuat:
  1. Kocok telur, bawang putih, dan gula hingga tercampur rata dan menyatu.
  2. Masukan kacang tanah ke dalam adonan telur, aduk hingga kacang terbalut telur di semua bagian.
  3. Di wadah yang lain, campurkan tepung terigu dan tepung maizena hingga tercampur rata.
  4. Masukkan kacang yang telah terbalut adonan telur ke dalam adonan tepung.
  5. Guling-gulingkan hingga semua bagian kacang tertutup tepung.
  6. Goreng dengan api sedang hingga balutan kacang berwarna kuning keemasan.
  7. Tiriskan, dan dinginkan. Setelah benar-benar dingin baru disimpan dalam wadah kedap udara agar awet.
  8. Ehmmm.....kacang telur siap untuk disajikan.
Sebenarnya jika tidak menggunakan bawang pun tidak apa-apa, bawang hanya untuk aroma saja. Agak kurang cocok jika beraroma bawang tapi rasanya manis. Mungkin bisa diganti dengan vanili sehingga lebih pas. Jika menginginkan kacang telur dengan rasa lain misalnya rasa barbeque atau rasa pedas, tinggal kita beri saja bubuk barbeque atau bubuk cabe pada adonan tepungnya. Nah praktis kan? Selamat mencoba berkreasi.


Ayat hari ini:
Surat Al-Insyiqaq (Terbelah) ayat 11-15

11. maka dia akan berteriak, "Celakalah aku!"
12. Dan dia akan masuk ke dalam api yang mengala-nyala (neraka).
13. Sungguh, dia dahulu ( di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir).
14. Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhannya).
15. Tidak demikian, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.

Jumat, 18 Juli 2014

One Morning


Pagi itu hari Kamis, setelah saya mengantar anak saya hingga ke depan kelasnya, saya pun beranjak hendak kembali ke rumah. Tiba-tiba di depan sebuah ruangan yang juga masih bagian dari sekolah anak saya, saya disapa seorang perempuan. "Good morning", sapanya. Saya jawab juga "Good morning", sambil tetap ngeloyor santai, karena saya kira sapaan biasa saja dari seorang guru atau staf sekolah yang biasanya memang suka berdiri di depan ruang itu dan menyapa wali murid yang datang maupun pergi. Tapi kali ini dia berbicara lagi, "Do you want blood pressure check?", tanyanya. "Ehm?", saya agak bengong. "No", jawab saya karena teringat pagi itu harus segera pergi ke tempat kursus untuk mengikuti First Aid Course yang memang cuma satu sesi di hari itu. Saya tidak ingin terlambat karena booking nya saja agak susah karena tempat sebenarnya sudah penuh, namun karena saya bilang "please...please", akhirnya dikasih juga, Alhamdulillah. Selain itu sebulan sebelumnya saya juga sudah melakukan tes serupa di tempat saya kursus.

Tapi rupanya perempuan ini gigih, "Just take 2 minutes". "Ok then", akhirnya saya menyerah juga, "Ah nggak lama kok", dalam hati saya. Selanjutnya saya langsung diminta menyodorkan lengan kiri, dan dia memasang alatnya. "So tiny hand", dia bilang sambil tertawa. "That's also my poblem", jawab saya disambut tawa renyahnya. Beberapa menit kami kemudian terdiam, lalu dia meminta saya untuk mengeja nama. "D...e...v...y", jawab saya, tapi dia menulisnya d-e-f-y. Tak apa lah.

Bunyi tit...tit...dari alat pengukur tekanan darah. Muncul angka, dia mencatatnya. "It's quite low, are you alright?". "Yes I am fine, I am okay." Kemudian perempuan itu meminta saya untuk menimbang badan sambil menunjuk timbangan yang ada di pojok ruangan. Segera saya naik ke atas timbangan tersebut. "42 point 6, do you remember your height?". "Yes, last month 162 cm", jawab saya. Kenapa saya jawabnya last month? karena saat di Indonesia tinggi badan saya sekitar 159 cm, nah waktu bulan lalu pemeriksaan di tempat kursus tinggi saya jadi 162 cm, wah saya senang juga sih, ternyata saya masih muda karena dalam tahap pertumbuhan he3.... 

"Let's check your blood sugar." ajaknya yang lalu saya sambut dengan mulut terbuka saya saking kagetnya. "What? Blood sugar?", wah berurusan dengan per-jarum-an nasional nih. "Oh....I hate needle", jawab saya spontan. "It's unlike injection", kata perempuan itu menjawab kekhawatiran saya. "Oh...ok", jawab saya. Jujur saya memang belum pernah mengecek gula darah saya. Selama ini saya hanya menemani suami cek yang begituan, katanya sakit sedikit saat jarum menyentuh jari, dan agak kaget sedikit. Makanya saya agak sedikit ngeri ih.....

Perempuan itu kemudian dengan lincah memasang jarum kecil pada sebuah alat, sambil masih tersenyum melihat wajah cemas saya. Lalu saya ulurkan jari tangan kanan saya, tak lama kemudian dia mendekatkan alat di ujung jari tengah saya, dan cklik...darah keluar sedikit dari jari saya, segera dioleskannya pada sebuah kertas yang tertempel di alat lain lagi. Oh....cuma begini to rasanya, tidak sakit sih, pantesan dia tidak berhenti tersenyum melihat ekspresi saya, lha memang tidak sakit. Aduh malunya diri ini. 

"Do you have diabetic case in your family?" tanyanya. "Yes, my father", jawab saya. "Four poin seven, it's save. It's normal when blood sugar between 3 and 5, so you don't needt o worry". Alhamdulillah, batin saya. "Let's see your BMI", lanjutnya kemudian sambil mengambil sebuah kertas berbentuk bulan seperti chart yang bisa diputar-putar ke kiri dan ke kanan. "You are too thin, but not underweight", kali ini sambil tertawa kecil. "I never ask someone to gain more weight, but now you need about 7 pound. You still healthy but better if you have normal weight according to your BMI", sarannya. Yah...itu memang masalah saya juga buk....saya memang mudah sekali turun berat badan namun untuk menaikkannya lagi amat susah. Lalu dia pun menyarankan agar saya sering-sering nyemil dan mengkonsumsi susu dan keju. Oh...akhir perbincangan ini sangat riuh karena kami berdua tertawa, perempuan-perempuan lain yang saat itu mengantri di belakang saya pun ikutan tertawa juga melihat kekurusan saya. Lumayan lah, saya mensyukuri nya paling tidak kekurusan saya bisa sangat mencairkan suasana pagi itu.

Saya pun bermaksud pamit, "Ok thank you very much, bye....". "Bye....", jawabnya lalu dia pun kembali tenggelam dengan alat-alat pengukur tekanan darah, kertas dan bolpoinnya. Saya pun pulang dengan hati lega karena tahu gula darah saya normal. maklum saya juga cemas dengan kemungkinan diabetes, mengingat kasus-kasus yang ada di keluarga saya maupun keluarga suami saya yang dekat sekali dengan keluhan ini. Alhamdulillah ya Allah.


Ayat hari ini:
Surat Al-Insyiqaq (Terbelah) ayat 6-10

6. Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui Nya.
7. Maka adapaun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya,
8. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,
9. dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.
10. Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang,

Telling Us About The Mouse

Kalau yang ini sih menurut saya bukan cerpen, melainkan lebih ke non-fiksi. Ara menceritakan beberapa fakta tentang tikus, berikut ceritanya:


The Mouse
By: Ara Marzi

Once there was a mouse, he was small but not so tiny. He is clever, generous and get ideas so quickly because he had a brain. He doesn't had a name. His name is mouse. The mouse has a friend and he also had some enemy, owl, fox, and the snake. 
He had peachy fur all over his body. He also got a pink nose to smell. The tail is pink too and it is very thin. The mouse like nuts.

Ayat hari ini:
Surat Al-Insyiqaq (Terbelah) ayat 1-5
  1. Apabila langit terbelah,
  2. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh,
  3. dan apabila bumi diratakan,
  4. dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,
  5. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh.

Is Ara from China?


Story by: Ara Marzie

This is me Ara. I live in China. People said I eat spider. But I don't. I eat normal food. I had long black hair. This is a picture of me.

Latar belakang cerita:

Ara menulis cerita ini gara-garanya adalah dia sering disangka berasal dari Cina, meski berkali-kali dia bilang dari Indonesia namun teman-temannya banyak yang tidak percaya. Apalagi di sekolahannya yang baru ini, banyak temannya yang"keep asking" kata Ara tentang asal negaranya. Memang sih mata Ara agak sipit, tapi kulit sebenarnya Indonesia banget lho.

Nah akhirnya mungkin dia capek menjelaskan, saat ada temannya yang bertanya lagi dia bilang iya saja, "and then it's work mummy....", kata Ara. Akhirnya dia mengarang cerita yang ini., dia pun mengarang-ngarang cerita ke teman-temannya juga kalau dia berasal dari Cina biar tidak capek katanya he3.... Setelah pengakuan yang itu, eh malah teman-temannya bertanya yang aneh-aneh, salah satunya ya tentang makanannya, Ara makan laba-laba atau tidak. Walah....

Saya hanya tersenyum mendengarnya. Dulu awal pertama kali datang malah ada anak tetangga yang langsung bertanya "Are you Japanese?". Nah pokoknya dikiranya dari kecamatan-kecamatan sana lah, nggak jauh-jauh dari yang matanya sipit. Tidak hanya Ara sebenarnya yang dikira dari Cina. Abinya Ara malah sepulang nganter Ara dari sekolah, didekati salah seorang wali murid yang asli Cina, dia menyapa abinya Ara dengan bahasa Mandarin, mungkin dikira berasal dari desa yang sama kali ya hi3.... Abinya Ara langsung menjelaskan kalau berasal dari Indonesia dan tidak bisa bahasa Mandarin, baru dia menjelaskan kalau dia mengira Abinya Ara berasal dari Cina setelah melihat dari penampakannya, maksudnya penampakan fisiknya he3...


Ayat hari ini:
Surat Al-Mutaffifin (Orang-orang yang curang) ayat 31-36

31. dan apabila kembali pada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria.
32. Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka benar-benar orang yang sesat",
33. padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin).
34. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang yang kafir,
35. mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.
36. Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang telah mereka perbuat?