Sabtu, 29 Agustus 2015

Prasangka Dan Masa Lalu


Terkadang masa lalu memang tidak selalu indah untuk dibicarakan. Lebih elok mungkin jika disimpan rapat-rapat karena bisa jadi masa lalu itu adalah aib bagi si empunya cerita. Di sisi yang lain, masa lalu yang kita anggap tidak indah itu bisa menjadi pelajaran yang kita ambil hikmahnya. Seperti halnya dengan sekelumit kisah yang akan saya ceritakan berikut ini.
 
Suatu siang, tiba-tiba Mas Kos ( anak dari ibu kos tempat saya nge-kos saat SMA) memberitahu saya bahwa salah seorang adik kelas perempuan di SMA saya sedang teler alias nge-fly di trotoar jalan karena obat terlarang. Saya sempat kaget dan memastikan informasi yang dia dapatkan. Namun si Mas ini meyakinkan saya karena dia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Sayang sekali, saya tidak terlalu dekat hubungan pertemanan saya dengan adik kelas yang dia maksud ini, tapi saya tahu nama dan wajahnya. Sesekali saja ngobrol dengan si adik kelas ini.
 
Setelah cerita yang saya dapatkan itu, pandangan saya terhadap adik ini sedikit berubah. Otomatis berita tidak bagus itu mempengaruhi pemikiran saya dan sudut pandang saya. Namun karena merasa tidak dekat sehingga perubahan pandangan itu tidak membuat sikap saya berubah terhadapnya, hanya saya merasa jadi sedikit lebih tahu tentang sisi buruknya. Tanpa sadar dalam hati saya melabelinya dengan "bukan anak perempuan baik-baik".
 
Tahun demi tahun berlalu. Saya sudah lulus SMA, dan melanjutkan kuliah di sebuah universitas. Begitupun dengan adik kelas saya ini, pastinya dia juga sudah lulus dan entah kemana.
 
Suatu hari, organisasi keislaman di kampus sedang mengadakan sebuah acara yang mengundang seluruh mahasiswa dari universitas manapun untuk mengikuti acara ini. Saya melihat sesosok wajah yang sangat mirip dengan wajah adik kelas saya. Saya penasaran, dan tanpa sadar mengamatinya begitu lama. "Hei mbak gimana kabarnya?", tiba-tiba wajah yang saya pandangi dari tadi melihat ke arah saya dan menyapa dengan hangatnya. Senyumnya yang lebar, dan balutan kerudung yang lebar pula menambah saya semakin kaget dan sejenak terpaku.
 
Sekilas ingatan masa lalu itu kemudian berputar-putar di atas kepala. Berbagai macam pertanyaan timbul, benarkah ini dia? Bagaimana bisa dia berubah? Apa kira-kira yang terjadi padanya? "Baik, gimana kabarnya? Kuliah di mana?" Tanya saya sambil mencoba menghapus bayangan-bayangan yang berputar-putar di benak. Dan pertanyaan-pertanyaan itupun saya tahan agar tidak keluar dari mulut ini. Kamipun mengobrol seputar kuliahnya, tidak berani lebih jauh dari itu.
 
MasyaAllah, sungguh transformasi yang sangat luar biasa bagi saya. Penampilannya yang dulu dan yang sekarang sudah sangat berbeda 180 derajat. Jika saya yang sudah berjilbab sejak SMA hingga kuliah dengan model jilbab dan perilaku yang itu-itu saja. Sebaliknya, dia yang dulu penampilannya belum berjilbab dan kini berbalut rok lebar, baju longgar, dan kerudung yang terjulur menutupi lebih dari separuh badannya. Sungguh saya merasa mendapatkan suatu pelajaran dari pertemuan dengan adik kelas yang satu ini.
 
Betapa kita tidak dapat menilai seseorang dari masa lalunya. Jika saja saya tidak pernah bertemu lagi dengannya, mungkin cerita buruknyalah yang akan tetap menempel di kepala ini. Mungkin hanya prasangka-prasangka buruk saja yang kulekatkan pada dirinya, astaghfirullah. Tanpa sengaja rupanya saya sudah terperosok ke dalam sikap suudzon. Beruntung sekali saya dipertemukan Allah dengannya agar hati saya ini kembali bersih dari berprasangka buruk, dan kembali belajar bahwa bisa jadi orang yang kita anggap kurang baik di masa lalu, dapat berubah menjadi baik dan mungkin bahkan jauuuuuuh lebih baik dari diri kita. Bisa jadi orang yang kita prasangkai selama ini ternyata kini hatinya lebih mudah menerima hidayah Allah dan lebih disayang Allah melebihi sayangnya Allah kepada kita, wallahualam.
 

Kamis, 20 Agustus 2015

Cara Mendapatkan Vaksin Meningitis di UK

Menunggu di Farah Chemist

Bagi siapapun yang ingin melaksanakan ibadah haji atau ingin bepergian ke sebuah negara dengan resiko meningitis tinggi, maka disarankan untuk mendapatkan vaksin ini. Sayang sekali vaksin ini berbayar, alias tidak gratisan, jadi kita perlu mengeluarkan biaya yang lumayan mahal. Tapi demi keselamatan, insyaAllah uang yang dibayarkan tidak akan sia-sia. Lantas apa dulu nih yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan vaksin meningitis?
 
1. GP (General Practice)
Tempat pertama yang wajib dituju pertama kali adalah GP. Jika GP kita menyediakan vaksin macam ini, maka kita tinggal apply saja dan menanyakan berapa jumlah biaya yang harus kita bayar. Di GP tertentu ada yang menyediakan vaksin ini, bersertifikasi halal, dan harganya relatif lebih murah dari apotik. Oiya jangan lupa memilih vaksin yang halal terlebih dahulu, namun jika sulit di dapat, dengan sangat terpaksa mungkin tetap dapat dimanfaatkan. Atau berkonsultasi dahulu dengan seseorang yang lebih mengetahui ilmu agama lebih dalam, baru mengambil keputusan.
 
2. Apotek
Jika ternyata diketahui bahwa GP kita tidak menyediakan vaksin jenis ini, maka saatnya hunting dari apotek satu ke apotek lain. Yang perlu ditanyakan biasanya harga, halal tidaknya vaksin, yang menyuntik laki-laki atau perempuan. Saya biasanya lebih prefer jika yang menyuntik perempuan, banyak orang khususnya perempuan pun demikian. Di apotik biasanya tidak perlu membuat appointment, bisa langsung datang dan langsung vaksin. Jika kurang yakin, bisa telepon lebih dahulu farmasi yang hendak kita tuju. Jangan lupa meminta sertifikat vaksin dari apotek sebagai tanda bukti yang harus ditunjukkan pada lembaga yang membutuhkan nantinya.
 
Pada kasus saya, saya mendapatkan vaksin ini di apotek karena GP tempat saya terdaftar sebagai pasien di sana ternyata tidak menyediakan vaksin jenis ini. Kebetulan saya tinggal di Newcsatle, dan salah seorang teman menyarankan untuk pergi ke Farah Chemist di daerah Benwell. Akhirnya saya dan suami pun memutuskan pergi ke sana pada suatu siang. Setelah menanyakan informasi ini dan itu, serta meminta agar perempuan saja yang menyuntik, eh...ternyata saya dipertemukan dengan salah seorang wali murid satu kelas dengan anak saya. Wajahnya sudah sangat saya kenal, cuma kami hanya pernah satu kali mengobrol saat mengantar anak ke sekolah.
 
Alhamdulillah, kami dipertemukan dengannya di saat yang baik, pada saat yang tepat. Ternyata dia seorang ahli kesehatan, entah bidang detailnya apa. Dan ternyata namanya adalah Farah yang tak lain nama dari apotek itu sendiri, walah....ternyata temen saya ini pemilik Farah Chemist. Selama proses vaksinasi itu kami berdua sempat mengobrol kesana-kemari, termasuk soal anaknya yang satu kelas dengan Ara.
 
Selesai vaksin, kamipun bertanya-tanya tentang produk kosmetik yang dapat dipakai untuk ibadah haji. Alhamdulillah, dia sangat membantu sekali. Dia mulai menunjukkan produk-produk yang tanpa mengandung alkohol dan fragrance seperti sabun, pelembab wajah, shampoo, pasta gigi dan lain sebagainya. Namun ada juga beberapa produk yang tidak dia miliki, akhirnya dia menawari kami apakah mau menunggu beberapa hari untuk dia pesankan. MasyaAllah...kami sangat senang sekali karena merasa sangat dibantu. Mencari barang seperti itu di UK ini lumayan sulit. Jika di Indonesia, kita tinggal membeli produk paket haji, maka sudah banyak yang menyediakan, seperti merk Wardah misalnya. Hari itu kamipun pulang dengan hati lega karena sudah vaksin, mendapatakan sertifikat vaksin, dan tidak bingung lagi mencari perlengkapan kosmetik untuk haji.
 
Jika ingin info yang lebih lanjut tentang Farah Chemist maupun vaksin meningitis, boleh bertanya di kolom komentar. insyaAllah saya akan menjawab sebisa saya. Atau anda bisa juga googling melalui internet, insyaAllah sudah banyak informasi tersedia di sana. Semoga segala hal baik yang kita niatkan akan dimudahkan Allah SWT, aamiin yaa robballalamiin.
 

Rabu, 19 Agustus 2015

Yang Membuat Mata dan Hati Meleleh

 
Hari ini saya berkali-kali dibuat meleleh alias terharu oleh perilaku anak saya. Awal ceritanya begini. Siang tadi, jam set 3, saya dan suami saya ada appointment dengan GP atau istilahnya dokter umum untuk mencari tahu tentang vaksin apa saja yang kira-kira dibutuhkan sebagai persiapan untuk pergi ke Saudi Arabia. Setelah dijelaskan ini dan itu oleh nurse yang bertugas hari itu, kami pun setuju untuk divaksin saat itu juga. Meski dalam hati saya deg-deg an membayangkan jarum.

Drama dimulai, anak saya mulai gelisah, ingin keluar dari ruangan. Matanya mulai berkaca-kaca, setelah kami tanya, ternyata dia tidak mau melihat kami berdua disuntik. Dia ngotot untuk menunggu di luar ruangan meski sendirian. Dia sempat menangis sesenggukan. Nurse sempat bingung dengan reaksinya itu, setelah kami jelaskan, nursenya pun paham.

Kami berdua pun disuntik sebanyak 4 kali dengan 4 jenis vaksin yang berbeda (mantab sekali kan?). Saya pun merasa bangga dengan diri saya sendiri, sebagai salah seorang yang beraliran takut jarum tulen, Alhamdulillah bisa melewati 4 kali suntik dalam waktu kurang dari 1 menit (rekor). Setelah selesai, nurse pun mewanti-wanti bahwa efek samping dari vaksin yang akan dialami adalah lengan akan kaku dan agak nyeri jika digerakkan, plus mungkin sedikit demam. Kamipun tersenyum-senyum saja sambil membayangkan jika efek sampingnya terasa hehehe.... Anak kami waktu itu sudah kembali ke dalam ruangan, dan turut mendengarkan perkataan nurse.

Sesampainya di rumah, nah...nyeri-nyeri mulai semriwing. kami pun berkali-kali mengingatkan anak kami agar hati-hati untuk tidak menyenggol lengan kami berdua, tidak minta gendong, ataupun tidak bermain gelitikan. Alhamdulillah dia nurut sekali. Saya dan suami pun berselonjoran di atas tempat tidur sambil menikmati cenut-cenutnya bahu kami, sementara anak kami bermain sendirian. Karena merasa kasihan melihat dia yang bingung dengan aktivitas, saya pun meminta dia untuk mengambil Al-Qur'an. Dia pun mengaji sambil saya simak, dilanjutkan hafalan. Setelahnya lagi, dilanjutkan dengan mengerjakan PR dari summer school nya di masjid Tauhid.

Waktunya makan malam pun tiba. Suami bilang jika nasi telah habis. "Ow...harus masak nasi nih, aduh", keluh saya sambil memegangi bahu kanan yang memang terasa lebih nyeri daripada bahu sebelah kiri. "Umi, aku ndak usah makan nasi. Aku dibikinin milkshake pisang aja sama es krim", kata Ara. "Nah tuh, itu sudah bikin kenyang", kata suami saya.

Saya dan Ara pun pergi ke dapur. Tanpa disuruh, waktu itu Ara dengan cekatan membantu mengambil es krim dan memasukkan ke dalam blender, mengambil sendok, mengembalikan susu, dan mengambil gelas, tanpa saya suruh sama sekali. Setelah milkshake siap, tanpa membutuhkan waktu lama, dia sudah menghabiskan 2 gelas milkshake, masyaAllah, dan diakhiri dengan sendawa yang besar. Alhamdulillah, kenyang rupanya. Kemudian saya minta dia untuk sholat Ashar sendirian karena saya sedang tidak sholat, dan abinya sudah sholat terlebih dahulu. Kali ini dia melaksanakan sholat tanpa menunda atau menunggu saya menyuruhnya untuk yang kedua kalinya.

Selesai sholat, saya minta dia untuk ke kamar mandi dan gosok gigi. Kemudian bersiap untuk tidur. Sebelum tidur, dia bertanya "Umi, do you need my help?" "No", jawab saya sekenanya sambil membuka laptop. "If you need my help, you can splash my face with water, I will wake up and help you." Perkataannya yang terakhir inilah yang paling membuat saya meleleh hik...hik... Rupanya dia sangat memperhatikan rasa sakit yang saya alami. Saya pun memeluk dan menciumnya, mengucapkan terimakasih berulang-kali karena telah menjadi anak yang solehah hari. Saya tata letak selimutnya, dan tak lama kemudian dia sudah terlelap. Terimakasih Ya Allah telah mengaruniakan kepada kami seorang anak yang baik hati :-)
 
 

Negara Kaya Vs Kemiskinan

Newcastle City Centre

Suatu hari, saya, suami dan anak saya sedang berjalan-jalan ke Newcastle city centre. Menjelang siang, anak saya pun merasa kelaparan karena memang tidak membawa bekal hari itu. Jadilah kita memutuskan untuk membeli sesuatu di Greggs (toko roti dan sandwich) yang sekiranya halal untuk kita konsumsi. Kamipun memasuki toko dan mulai memilih-milih menu vegetarian atau paling tidak menu kelautan (baca: ikan-ikanan).
 
Nah...ini dia, kami menemukan pizza vegetarian, bismillah. Kamipun menuju kasir, mengantri untuk membayar. Di depan kami ada 3 atau 4 orang yang juga mengantri bersama kami. Di tengah heningnya mengantri, tiba-tiba si mbak-mbak kasir berteriak, "Please pay for your sandwich... hey... please pay for your sandwich!" Sambil melihat ke arah laki-laki memakai topi yang sedang berjalan dengan tenang keluar dari toko. Kami dan para pengantri lain hanya bengong saja sambil berdiri di tempat yang sama. Tidak ada seorang pun yang mengambil tindakan untuk turut mencegah pencurian itu. Si mbak kasir itupun hanya tersenyum kecut sambil kembali melanjutkan melayani pelanggan yang sudah mengantri. Dan melenggang bebaslah si pencuri makanan itu.
 
Posisi mbak kasir itu memang tidak memungkinkan untuk berlari mengejar pencuri itu karena tidak ada pintu di dekat area dia berdiri. Jika ingin berlari maka harus memutari etalasi kue yang panjang di depan dia. Sementara saya dan suami tidak berani berbuat apa-apa. Kami jadi berfikir, pencurian itu jika terjadi di Indonesia, tidak perlu repot-repot, si mbak tinggal teriak maling aja, mungkin pria pencuri tadi sudah jadi semacam "tahu gejrot". Sebaliknya, situasi waktu itu sungguh tenang, tidak ada orang-orang yang berbuat anarkis. Mungkin bisa jadi mereka tinggal lapor polisi, cek kamera CCTV, beres deh. Mungkin jika orang-orang main hakim beramai-ramai, malah tidak baik buat diri mereka sendiri ke depannya. Bisa-bisa mereka masuk dalam catatan polisi, akibatnya akan sangat fatal buat karir dan masa depan mereka. Di sini aturan mainnya begitu soalnya.
 
Kamipun akhirnya makan kue di sebuah bangku panjang yang ada di sekitar city centre sambil terus membicarakan kejadian yang sedikit membuat kami shock. "Kok bisa ya orang itu mencuri kue dengan tenangnya, kok bisa ya orang-orang hanya diam saja, kok bisa ya si mbaknya akhirnya cm senyum kecut aja, kok bisa ya...kok bisa ya..." Dari pertanyaan kok bisa tadi, saya pun tiba-tiba terpikir hal lain. "Untung yang dicuri cuma satu ya bi", kata saya kepada suami. "Jadi ya kalau kasirnya harus mengganti ya nggak banyak lah, tapi jengkel sih pastinya".
 
"Ya Allah bi....orang itu pastinya sangat kelaparan sampai-sampai harus mencuri". Berganti perasaan merasa bersalah dalam hati, padahal sejak tadi saya merasa gemes dan geram dengan si pelaku. Kini saya malah merasa kasihan, dan menyesal, kok kenapa tadi tidak terfikir untuk membayar sandwich yang dicuri orang itu. Ya Allah...kini perasaan kami jadi bercampur aduk.
 
Masak sih ada orang kelaparan di negara besar dan kaya seperti Inggris ini? Mata uangnya aja nilainya paling tinggi di dunia. Eits jangan salah, meskipun Inggris adalah salah satu negara yang sudah berkembang (developed bukan developing lagi) namun ternyata permasalahan perekonomian masih tersu menerpa dengan hebatnya, mulai dari pengurangan benefit untuk kesehatan, naiknya tarif transportasi, sampai naiknya harga bumbu dapur di pasar. Di jalan-jalan dengan mudah kita temukan orang-orang yang tidur di depan pertokoan dengan bermodal sleeping bag dan tas ransel, sesekali mereka bilang "Change please", yang artinya mereka meminta uang receh pada kita. Ironis memang. Padahal kebanyakan mereka masih muda, kulitnya putih (lha iyo mesthi lha wong londo kok), ganteng, dan bahasa Inggrisnya bagus (nguk). Mereka kalau di ekspor ke Indonesia bisa jadi artis, menggeser pemeran GGS. Hush..kembali ke topik.
 
Beberapa komunitas sosial, termasuk komunitas tempat saya mengikuti kursus, mereka menggalang food bank. Apa itu? Yaitu semacam menggalang bantuan berupa bahan makanan mentah tapi yang awet, seperti makanan kaleng, dan makanan instan. Mereka akan susun dalam wadah seperti parcel lalu dibagi-bagikan setiap pekan sekali. Guru saya pernah bercerita bahwa antrian untuk mendapatkan parsel gratis itu bisa sangat panjang. Di lain tempat juga pernah di adakan pembagian makanan siap konsumsi yang gratis, itupun antriannya juga panjaaaang sekali, subhanallah.
 
Intinya, biarpun negara berkembang, biarpun negara maju, berperang melawan kemiskinan itu memang sudah bukan hal yang aneh. Yang dapat kita lakukan sebagai warga mungkin meningkatkan rasa welas asih kita terhadap sesama, rasa kepedulian kita kepada orang lain. Paling tidak jangan sampai tetangga kiri dan kanan kita kelaparan sampai harus mencuri demi untuk makan (nabok diri sendiri). Semoga Allah selalu mengalirkan hidayah kepada kita semua sehingga kita menjadi orang-orang yang peka dan berhati welas asih kepada sekililing kita, amin.
 

Indonesia Independence Day Celebration in Newcastle

Sack race

Yesterday, 17 August 2015, was the 70th year of Indonesia independence day celebration. This is my 3th time I celebrate my country's independence day in another country, in England. I have been living in Newcastle for nearly 3 years. My family and I really miss our country. We miss the warmth of the people, the beautiful sceneries, the delicious dishes, the weather, and also my big family.
 
Indonesian community in Newcastle held Independence Day celebration in the Leazes Park. Many people came to the park. They brought various Indonesian dishes from various regions. You know, Indonesia has many regions, and island. Every regions has its own special dishes for example; Gudeg from Yogyakarta (Central Java), Rendang from Padang (Sumatra), Rawon from Surabaya (East Java), etc.

Marble race
On that day, we could find Mie Goreng (fried noodle), Empek-empek (fish cake) which is from Palembang, Es Cendol (jelly with coconut milk), Lapis (layers jelly), Beef Rendang, and also krupuk (the most favourite Indonesian crackers hemmmm yummy....). Before we eat, all people gathered to sing national anthem, Indonesia Raya. I though, it was long time ago the last time I sing that song, maybe when I was in the university, fortunately I did it well haha...
 
The singing was finish, after that, we prepared for the games. The first game was marble race. Put a marble into the spoon, and bite the spoon tightly so it won't wobbly and run as fast as you can to the finish line. It was little bit hard for little children, but they were all very happy.
 
The second game was sack race, and the last one was taking the plastic balls race. Some children feel sad and very upset when they lost in the race, we tried to make sure that its only a fun game, not a real competition. After all the games were finish, we gave the prizes to all the children. The last, we took their pictures complete with their big...big...smiles... Happy Independence Day Indonesia...
 

Selasa, 18 Agustus 2015

Penerimaan Sertifikat Kursus di First Step

Menerima sertifikat IT
Hihi...mejeng :-p

Alhamdulillah musim kursus telah berakhir sejak menjelang hari raya Idul Fitri tiba, hampir bersamaan dengan liburan sekolah. Setelah kurang lebih 10 bulan mengikuti berbagai macam kursus, diantaranya English level 2, IT (komputer), dan Keeping Up with the Kids, kini saatnya panen sertifikat hehehe... Andaikan panennya sertifikat tanah atau rumah, kan lumayan bisa di"sekolah"in :-D #becanda dikit.
 
Di First Step ini ditawarkan 2 bentuk sertifikat, yang pertama sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga First Step sendiri, dan yang kedua sertifikat dari NOCN (National Open College Network). Sertifikat dari First Step hanya sebagai tanda bahwa kita sudah pernah mendapatkan atau mengikuti kursus tertentu di sana, dan hanya dapat digunakan di First Step saja untuk melanjutkan ke level kursus selanjutnya. Karena sertifikat ini tidak akan dikenali oleh lembaga kursus lain. Sedangkan sertifikat dari NOCN dapat digunakan di tempat lain semisal College karena sifatnya yang memang berlaku secara nasional. Sehingga jika ingin melanjutkan kursus dengan level yang lebih tinggi di lembaga lain atau mendaftar perguruan tinggi, maka sertifikat ini sangat membantu.
 
Namun sayang, ada sayangnya. Jika ingin mendapatkan sertifikat ini harus membayar biaya yang lebih mahal jika dibanding hanya ingin sertifikat dari lembaga lokal saja. Kenapa? Ya...karena biayanya ini akan diberikan kepada pihak NOCN yang kemudian akan melakukan pemantauan atas hasil perkembangan sehari-hari kita selama di kelas. Apalagi bagi kita yang datang dengan visa student dependent, maka tidak ada diskon sebagaimana yang diterima oleh mereka yang datang sebagai imigran dan penerima benefit dari pemerintah. Kita pun juga dituntut untuk memenuhi target-target pembelajaran yang mereka berikan. Hemm...selain biayanya lebih mahal, tugasnya pun lebih njlimet hehehe...
 
Tapi tenang saja, guru-guru di lembaga ini sangat "helpful". Kita mungkin saja tidak masuk karena suatu alasan dan lain hal. Guru tidak akan membiarkan begitu saja kok, mereka akan membantu kita memenuhi tugas-tugas yang belum kita selesaikan sehingga mencapai target yang diberikan pihak NOCN.
 
Nah setelah berpayah-payah, eh...dan bersuka ria ding...belajar ini dan itu. Saatnya penerimaan sertifikat. Hari itu tanggal 5 Agustus 2015, semua murid diminta datang dengan membawa makanan khas dari negara masing-masing. Acaranya dikemas seperti pesta makan-makan yang diawali terlebih dahulu dengan pemberian sertifikat dan foto-foto. Alhamdulillah hati senang, perutpun kenyang dengan berbagai macam kuliner dari berbagai negara.
 
 

70 Tahun Indonesiaku

 
Tanpa sadar, kemerdekaan Indonesia sudah memasuki umur 70 tahun. Umur yang tidak lagi muda jika menengok ukuran usia manusia. Manusia pada usia ini diharapakan sudah tinggal menikmati masa bahagia hasil perjuangannya di masa muda, usia yang sudah tidak lagi perlu memikirkan dan memikul beban yang berat, menikmati masa bermain bersama para cucu, berbagi kebahagiaan bersama sanak keluarga, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan menjalani kehidupan dengan tenang.

Sayangnya ini sebuah Negara, Negara yang sarat dengan kebinekaan, Negara yang kaya dengan sumber daya manusia (baca: padat penduduknya), plus permasalahan yang ada di dalamnya. Usia 70 tahun bukan suatu alasan untuk berhenti berjuang, usia 70 tahun bukan alasan untuk duduk-duduk tenang. Musti harus terus berjuang, musti harus terus bekerja, menegakkan badan membanting tulang demi mewujudkan seribu mimpi anak negri. Perjuangan yang tidak ringan, semoga Allah mudahkan. Aamiin
 

 

Jumat, 14 Agustus 2015

Alternatif Kegiatan Selama Liburan Musim Panas


Liburan sekolah musim panas di UK tergolong sangat panjang, yaitu selama 7 minggu. Liburan sama dengan tugas tambahan bagi orang tua hehehe.... Yah, tugas baru untuk membuat aneka kegiatan buat anak-anak mereka agar tidak bosan di rumah. Untungnya di Newcastle ini banyak sekali kegiatan baru yang memang khusus diadakan selama liburan musim panas baik oleh pemerintah, komunitas setempat, atau tempat-tempat wisata yang ada di wilayah Newcastle sendiri. Saking banyaknya kegiatan yang diadakan, jika diikuti semua pasti kewalahan, orang tua pun sampai bingung mengatur jadwal kegiatan anaknya di waktu liburan.
 
Ingin tahu ada kegiatan apa saja selama liburan? Berikut saya coba jelaskan secara detail, sehingga info ini dapat bermanfaat bagi anda para orang tua, khususnya yang tinggal di Newcastle dan sekitarnya untuk mengisi liburan sekolah anak-anak mereka. Sederhana namun tetap seru dan yang terpenting adalah membawa manfaat bagi anak-anak.
 
1. Summer Crush
Summer Crush ini adalah kelas berenang yang diadakan di Elswick Pool khusus untuk anak-anak. Kelas ini menyediakan dari level 1 hingga level 7. Biayanya cukup murah jika dibanding dengan kelas regular, yaitu £16.00 per week nya (5 kali pertemuan), sedangkan kelas regular biayanya £47.00 untuk 10 week (10 x pertemuan). Masuk setiap hari mulai hari Senin hingga hari Jumat. Tiap sesinya kurang lebih selama 45 menit, kecuali hari Rabu dan Jumat hanya 30 menit saja. Setiap anak akan diamati oleh perkembangannya dan di catat oleh pelatih. Hasilnya akan diberikan kepada orang tua tiap hari Jumat, dan pada hari itulah akan keluar hasil apakah anak kita akan lanjut ke level berikutnya atau tinggal di level yang sama.
 
Anak saya mendaftar kelas ini dan langsung masuk ke level 3 karena sebelumnya sudah pernah mengikuti kelas berenang di sekolah seminggu sekali. Hari ini tadi, yang kebetulan hari Jumat, saya menerima hasil perkembangan kemampuan berenang anak saya. Alhamdulillah anak saya harus tetap berada di level 3 hehehe... Saya bersyukur meski banyak temannya sudah naik ke level 4, saya tidak merasa kecewa dan sedih. Selama anak saya masih terus mau belajar berenang dan tidak putus asa untuk terus belajar. Meski saya sedikit khawatir jika dia tahu bahwa nanti dia akan terpisah jadwalnya dengan teman-teman dekatnya selama di level 3. Semoga Allah memudahkan dan menguatkan hatinya, aamiin.
 
2. Summer School
Ini adalah kelas mengaji di masjid Tauhid di Grainger Park Road. Biayanya relatif murah, yaitu £20.00 kurang lebih selama 4 minggu. Jadwal tiap minggunya adalah hari Senin, Selasa, dan Rabu jam 11.00 - 13.00 BST (British Summer Time). Kebetulan masjid ini sangat dekat dengan rumah sehingga kamipun mendaftarkan anak kami ke sekolah ini. Selain mengisi liburan, juga belajar mencintai Al-Quran.
 
3. Summer Class Newcastle Dance Centre
Bagi anak yang suka dengan art performance, menari balet, tap, Bollywood, dan tarian klasik maupun modern lainnya, bisa gabung di kelas ini. Namun biayanya bagi saya relatif mahal, yaitu £60.00 untuk 3 hari, namun kelasnya intensif alias dari pagi hingga sore. Lokasinya juga lumayan dekat dengan rumah, namun anak saya tidak saya daftarkan kelas ini, cukup kelas regulernya saja yang saya anggap lebih murah.
 
Tidak perlu khawatir soal seragam untuk dance, anak baru biasanya diberi keringanan untuk memakai baju apa saja asal nyaman untuk dipakai bergerak. Namun jika ingin bergabung lebih lama, maka disarankan untuk memesan seragam tarinya di resepsionis. Soal harga, kurang lebih sama antara beli di luar ataupun beli di tempat kursus.
 
4. Summer Trips 
Tahun ini sebuah komunitas yang bernama First Step (komunitas penyedia berbagai macam kursus khusus perempuan) mengadakan rekreasi untuk wanita dan anak-anak. Tahun ini adalah rekreasi pertama kali yang diadakan, dan biayanya sangat murah yaitu £5.00 untuk dewasa dan £2.00 untuk anak-anak tiap tripnya. Harga tiket itu sudah termasuk transportasi dan tiket masuk, jadi peserta tinggal bawa bekal makan siang saja. Saking murahnya, tiket sudah full booked tanpa harus menunggu lama, fantastis kan? Untuk ukuran di UK, rekreasi dengan harga segitu sangat murah sekali, jadi pastinya orang-orang tidak mau menyia-nyiakan begitu saja kesempatan berwisata murah meriah ini. Salah satu tujuan wisatanya adalah ke Kielder Water and Forest Park.
 
5. Summer Reading Challenge
Perpustakaan di seluruh UK bekerjasama dengan Guinnes Book Record mencari anak yang mampu mereview buku terbanyak. Pemenangnya tentu saja akan mendapatkan hadiah dan namanya dimasukkan dalam buku pemecah rekor tersebut. Tertarik ingin mengikutkan ananda? Gampang sekali, tinggal daftar saja di perpustakaan lokal yang terdekat dengan rumah, di sana petugas perpustakaannya akan memasukkan identitas anak. Setelah itu, setiap meminjam buku, anak akan diberi semacam stiker yang harus ditempel di template yang juga akan diberikan.
 
Setelah mendaftar dan mendapatkan pernak-pernik stiker, langkah selanjutnya adalah membuka situs http://www.summerreadingchallange.co.uk lalu sign up atau membuat akun. Setelah memiliki akun, peran orang tua membantu anak memasukkan daftar buku-buku yang sudah dibaca dan memberi review di kolom yang sudah disediakan. Jumlah buku yang sudah dibaca anak akan terekam di sana. Gampang bukan? Kegiatan ini sekaligus memacu semangat anak-anak untuk mengunjungi perpustakaan dan berpetualang dengan buku-buku cerita yang belum pernah dibacanya.
 
6. Mengunjungi Taman
Biasanya di taman-taman akan ada kegiatan outdoor untuk keluarga yang diadakan komunitas setempat. Seperti beberapa hari lalu yang terjadi di Nunsmoor Park, di sana terdapat art market dan bouncy castle untuk anak-anak. Dan biasanya kegiatan ini gratis tanpa dipungut biaya, kecuali mereka yang mau berpartisipasi untuk membuka stand. Lantas bagaimana kita tahu adanya kegiatan tersebut? Mudah sekali, caranya dengan mengikuti akun facebook komunitas-komunitas yang ada di Newcastle, atau mengecek jadwal yang ditempel di area taman setempat jika akan ada kegiatan. Jikapun tidak ada kegiatan, tidak rugi juga mengunjungi taman karena di sana terdapat play ground, tempat bermain yang menyenangkan bagi anak-anak terutama saat cuaca cerah. Taman-taman yang ada di area Newcastle yang saya tahu antara lain Nunsmoor Park, Elswick Park, Exhibition Park, Jesmond Dene Park, Canning Park, Townsmoor.
 
7. Mengunjungi Museum
Museum juga tak mau kalah untuk menarik anak-anak agar berkunjung ke sana selama liburan. Museum biasanya menggelar beberapa kegiatan yang menarik seperti craft class, menyajikan koleksi khusus, mendatangkan sirkus, dan lain sebagainya. Tinggal klik saja situs museum-museum itu untuk mengetahui jadwal kegiatan yang mereka adakan, antara lain Discovery Museum, Hancock Museum, Laing Art Gallery, Life Museum, dan lain sebagainya. Beberapa di antaranya tidak perlu membayar tiket masuk, alias gratis.
 

Minggu, 09 Agustus 2015

Berkunjung ke Kielder Water and Forest Park

Kielder Castle edited by me
 

First Step, komunitas tempat di mana saya mengikuti berbagai macam kursus, mengadakan wisata musim panas. Salah satu tempat yang menjadi pilihan untuk dikunjungi adalah Kielder Water and Forest Park. Pada hari H, kami semua (para murid-murid kursus) berkumpul di First Step jam 9 pagi. Perjalanannya lumayan lama juga, sekitar 1,5 jam menggunakan bus double decker yang berukuran jumbo itu. Sebenarnya jika menggunakan kendaraan yang lebih kecil tidak akan menghabiskan waktu selama itu di perjalanan. Berhubung bodi bus yang besar, jadi harus mengambil jalan yang proper, demikian kata salah satu tutor menjelaskan lamanya perjalanan. Tapi memang lumayan jauh, kira-kira berjarak 2 mil lagi jika ingin mampir ke Scotland hehehe.... Tapi kita tidak mampir ke sana. Beruntung pula Scotland tidak jadi memisahkan diri dengan UK, seandainya pun mampir ke sana maka kita tidak perlu ribet-riber mengurus visa.
 
Sesampainya di lokasi, kami disuguhi dengan pemandangan danau yang sangat luas dengan perahu-perahu kecil di dalamnya dan bebek-bebek yang berenang kesana-kemari, serta perbukitan di ujung mata. Rupanya itu bukan danau, melainkan waduk buatan manusia, yah mirip waduk Selorejo di Jawa Timur. Dari waduk inilah kebutuhan sebagian besar sumber air warga UK dipenuhi, termasuk juga yang di rumah saya. Namun jika diamati dengan seksama, lho kok airnya berwarna bening kemerahab? Jadi ini yang kita minum? Gleg.... Mungkin itu warna dari pantulan mineral yang ada di bawahnya.
 

Kilder Water edited by me
Cuaca pagi itu tidak begitu cerah, sepanjang perjalanan nampak mendung menggantung di langit. Bahkan sempat menjatuhkan airnya berupa bulir-bulir gerimis yang membuat kami untuk berteduh sejenak di rumah-rumahan kecil di sana. Rumah itu rupanya berfungsi sebagai penyimpan berbagai macam peralatan yang berhubungan dengan air, ada pelampung, alat memancing, dan lain sebagainya. Sembari menunggu berhentinya gerimis, saya menikmati pemandangan sambil sesekali mengambil gambar. Sebenarnya gerimisnya tidak akan membuat baju kami terlalu basah, namun karena suhu yang lumayan dingin, jadi kami sebisa mungkin menghindari guyuran air agar tidak masuk angin, maklum orang Indonesia gampang masuk angin hehehe...

Setelah tidak lagi gerimis, saya, anak saya dan teman-teman lain menuju ke play ground yang ada di area itu. Terdapat beberapa play ground di sana yang dibedakan berdasarkan usia dan kemampuan motoric anak, jadi tinggal pilih saja mau yang mana. Arena permainan masih sedikit basah, kami meminta anak-anak agar berhati-hati jika licin karena terlihat beberapa genangan lumpur di sana- sini. Meskipun prusutan dan arena bermain lainnya masih basah, anak-anak rupanya semangatnya tidak berkurang, asyik aja mencobai satu-persatu arena yang ada, bahkan saat kami para bunda mengajak pergi, eh si anak-anak ini sempet-sempetnya mencuri-curi waktu sebelum benar-benar beranjak pergi.
 
Kami menelurusi sisi yang lain dari Kielder, yaitu tempat observasi Kielder Osprey, semacam burung besar (mirip gagak) dengan bulu berwarna campuran antara hitam dan putih. Di tempat itu disediakan beberapa teropong yang mampu menjangkau sarang burung Osprey di hutan di ujung waduk sana. Atau jika ingin melihat lebih jelas, dapat melihat melalui sebuah televisi yang mengeluarkan gambar dari kamera yang diletakkan tepat di atas sarang sehingga bisa melihat secara live kegiatan apa saja yang Osprey lakukan di sarang mereka.

Replika sarang Osprey

Hampir 2 jam kami menelusuri area waduk buatan manusia itu, selanjutnya kami semua kembali ke dalam bus untuk berpindah lokasi ke Kielder Castle. Kurang lebih perjalanannya menghabiskan waktu 20 menitan. Setiba di sana, kami disambut dengan kastil tua di tengah bukit, cuaca semakin dingin saat itu. Apalagi saya dan anak saya yang salah kostum, dari rumah berpakaian ala musim lumayan panas, ternyata di lokasi cuacanya seperti musim lumayan dingin hehehe... Rupanya winter belum juga move on.

Sesampainya di sana, pertama kali yang kami cari adalah toilet, abaikan dulu pemandangan yang lainnya, langsung meluncur ke sana. Di mana toiletnya? Ya di dalam kastil itu. Jangan bayangkan kastil tua yang horor dengan hantu noni-noni londo inggris. Kastilnya ini begitu masuk gerbang, disambut mobil antik yang parkir cantik, serta meja dan kursi tempat orang-orang menikmati minuman hangat. Eh...di dalam kastil ada cafenya, lebih ramai lagi. Selanjutnya kita naik ke lantai 2, nah ini baru nuansa kastil yang sesungguhnya. Di dalamnya semacam museum, antara lain isinya tentang pengetahuan burung Osprey, selanjutnya patung-patung petinggi pada masa kejayaan kastil, lukisan foto penghuni kastil, dan lain-lain. Yang paling ngeri menurut saya adalah peralatan berburu yang dipajang di sebuah ruangan, alatnya aneh-aneh dan mengerikan seperti di film horror.

Maaf wajahnya saya pixel karena belum ijin sama ortunya hehehe...
Meski kaki-kaki ini semakin lemah untuk melangkah, tapi semangat ini masih belum luntur untuk terus menyusuri dan menguak keindahan-keindahan yang ada di area kastil. Kami pun memutuskan untuk ke sebuah maze yang dibuat dari bebatuan. Anak-anak semangat sekali karena merasa tertantang, sementara saya cemas jika terparangkap dalam maze itu, lalu gak bias pulang, lalu sampe gelap, malam, lalu....nguk ngelantur. Karena saya ini tipe wanita yang mudah kesasar, ke tempat wudhu masjid aja nyasar apalagi ke mystery maze ini #lebay mode on. Alhamdulillah, kami semua bisa keluar dari maze dengan selamat.
 
Lanjut, kali ini kami ingin ke bagian hutannya. Dengan hanya mengikuti petunjuk arah yang ada "Forest (panah)" karena kami terpisah dari rombongan yang telah lebih dahulu menuju ke hutan. Lho panahnya kok ada 2, warna hijau dan merah? Dengan gagah berani saya memutuskan untuk mengikuti panah warna merah, kami menyusuri jalan setapak, jembatan kayu dengan sungai bergemiricik di bawahnya, pohon-pohon tinggi, semak-emak belukar yang meraih-raih kaki, dan sampailah kita di.....area perumahan. Yah rupanya panah merah itu menuju ke area perumahan warga. Ya sudahlah, eits tapi di sana ada play ground, anak-anak pun kembali bersuka ria meskipun kita sudah salah jalan. Di sana pula terdapat taman yang imut buatan warga setempat. Ehm...foto-foto dulu di sana siapa tahu taman ini bias direalisasikan di Indonesia, aamiin.
 
Setelah puas nyasar, kami semua harus kembali ke kastil tempat kita semua berkumpul sebelum pulang karena bus nya parker di sana. Istirahat sebentar sambil menghabiskan bekal hingga waktunya pulang tiba. Alhamdulillah perjalanan hari itu lancar meski sempat diwarnai sedikit kehebohan tentang lenyapnya setumpuk tas kresek (untuk kantong muntah) secara misterius. Situasi sempat sedikit genting karena peran tas kresek itu sangat penting bagi penumpang "pemabuk". Alhamdulillah, di saat terakhir menjelang pulang, kresek berhasil ditemukan. Horeee....para "pemabuk" itu pun tersenyum lega.


Playground



Perahu yang tampak mungil

Taman



 


Selasa, 28 Juli 2015

Bertemu Beruang Kutub Bjorn

Elus...elus...elus...
Beberapa waktu lalu, anak dan suami saya pergi berkunjung ke museum Hancock atau biasa dikenal dengan Great North Museum, lokasinya berdekatan dengan Newcastle University. Pada hari itu museum Hancock kedatangan rombongan teater Los Kaos yang akan memperkenalkan beruang kutub koleksinya yang bernama Bjorn. Wah beruang kutub didatangkan ke Newcastle? Hemmm saya pun turut penasaran, tapi sayang sekali, hari itu saya tidak memiliki kesempatan untuk bergabung dengan anak dan suami saya untuk bertemu langsung dengan Bjorn.

Bjorn ini memang beruang kutub, tapi jangan salah, bukan beruang beneran kok meskipun bentuk, penampilan, dan gerak-geriknya mirip dengan beruang kutub yang asli. Bjorn ini adalah sebuah robot yang diciptakan secara detail oleh seorang seniman dengan tujuan hiburan dan sarana pendidikan yang interaktif dan tentunya menarik bagi anak-anak. Bukan anak-anak saja sih sebenarnya yang tertarik, para orang dewasa pun juga akan merasa tertarik dan terhibur melihat makhluk nan imut ini.

Penasaran dengan penampakan Bjorn? Berikut ini foto-foto yang diambil saat menemani anak kami berinteraksi dengan Bjorn.
 
Jangan berebut elus-elusnya ya...

Ayo Bjorn sapa anak-anak yang di sebelah sana #puk...puk...

Bjorn...ke sebelah sini dong...!

Bagi yang penasaran seperti apa sih gerak-geriknya si beruang kutub Bjorn ini, silahkan dilihat langsung dalam tayangan Youtube berikut ini.
 

 
 
Wah jika alat bantu belajarnya semenarik dan sekiyut beruang kutub di atas, pasti belajarnya lebih semangat hehehe... Bjorn, kapan kamu datang ke Indonesia?
 

Senin, 27 Juli 2015

Menu Istimewa di UK: Tempe Mendoan


Akhirnya kami sekeluarga dapat menikmati menu istimewa pada hari itu, apakah menu istimewa yang dimaksud? Yah...tempe goreng tepung alias tempe mendoan hahaha.... Bagi kami yang tinggal di luar negeri, tempe adalah barang istimewa sementara selama tinggal di Indonesia, bagi kami tempe adalah menu jika kepepet. Kepepet saat malas memasak sesuatu, kepepet saat kehabisan lauk, dan kepepet saat tanggal tua, sehingga mampunya ya masak goreng tempe saja sama lauk kecap.
 
Sebaliknya di sini, dengan harga tempe yang mahal, yaitu sekitar £2.25 per batang atau per papan, dan belum tentu setiap bulan ada, itupun harus menunggu dari Belanda atau Manchaster. Jadilah tempe menu yang selalu ditunggu-tunggu. Dan makan tempenya pun harus dengan dihayati setiap gigitan dan kunyahannya, disyukuri setiap kali menelannya, Alhamdulillah...hehehe jadi dramatis gitu ya menikmati tempenya.
 
Beberapa hari lalu saat lebaran, kami mendapat kabar dari salah seorang teman yang kebetulan berjualan makanan Indonesia, jika stok tempe baru saja datang. Kami memutuskan membeli 3 biji untuk disimpan dalam freezer. Nah...kemarin itu, kami memutuskan untuk membuat tempe mendoan, pas dengan cuacanya yang agak mendung-mendung semriwing gitu, padahal UK sedang memasuki musim panas lho.

Hebohnya suasana memasak di dapur

Suami mengambil sebuah tempe dari freezer, memotongnya menjadi 2 bagian, dan memasukkan setengahnya kembali ke dalam freezer. Yah disini kita harus menghemat tempe hahaha.... Setelah tempe kembali ke suhu ruangan, alias tidak beku lagi, baru deh kita oleh menjadi tempe mendoan dengan adonan tepung yang kita bikin sendiri. Biasanya di Indonesia kita menggunakan tepung instan yang biasa kita jumpai di toko-toko, sementara di sini ya kita racik sendiri tepungnya.
 
Anak saya semangat sekali membantu mengaduk-aduk tepungnya dengan air, dia rupanya juga tidak sabar menunggu tempe mendoannya matang. Seleai digoreng semua tempenya, saatnya  kita makan yey.... Jangan lupa pakai cocolan sambal Belacan dari luar negeri pula hasyah... Seorang kawan dari Brunai Darusalam memberi kami oleh-oleh sambal Belacan ini, rasanya enak dan cocok pula dengan lidah Indonesia, dan anak saya suka sekali dengan kombinasi keduanya.
 
Kami menikmati tempe mendoan dengan sambal Belacan di ruang tengah sambil ngobrol kesana-kemari, tanpa menyalakan televisi. Yah di sini kami sama sekali tidak menonton televisi karena nonton televisi di sini harus bayar lisensi jadi yah kamipun beralih menonton tayangan dari Youtube saja menggunakan laptop. Sementara tv nya hanya digunakan untuk melihat film melalui DVD player.
 
Sore yang sangat sempurna, menikmati menu istimewa bersama keluarga. MasyaAllah, nikmat mana lagi yang engkau dustakan.

Sedikit fakta tentang tempe. Sebenarnya sudah ada stall tempe di London, yang berjualan bule juga. Penjualnya ini sangat fasih berbahasa Indonesia dan secara khusus mempelajari cara membuat tempe di Jawa selama 2 tahun. Jika penasaran boleh di search aja di Youtube tentang penjual tempe satu ini. Selamat menikmati tempe mendoan ya...
 

Minggu, 26 Juli 2015

Berkunjung ke Fenham Library


Liburan musim panas kali ini, kami ingin berkunjung ke perpustakaan lokal yang sebenarnya jaraknya paling dekat dengan rumah kami. Hanya saja kami belum sempat menyusuri dan mencoba berjalan ke sana jadinya malah belum tahu lokasi tepatnya. Sebelum-sebelumnya kami lebih familiar dengan perpustakaan yang ada di area Benwell yang kebetulan dekat dengan lokasi rumah kami terdahulu. Dan perpustakaan Benwell satu lokasi dengan toko-toko swalayan sehingga sekali dayung bisa dua, tiga pulau terlampaui hehehe....alias bisa sekalian belanja dan meninjau toko-toko charity hehehe...
 

Hari itu, setelah makan siang, berbekal peta screenshot dari mobile phone, kami pun mulai berjalan menuju ke lokasi. Kami menyusuri sepanjang jalan Wingrove Road hingga sampai ke sebuah perempatan. Di sana kami menjumpai sebuah gereja yang besar dan indah. Mau ambil gambar, ah tidak jadi... kata suami "Mirip turis nyasar mi". Lha...kita emang nyasar belum tahu jalan yang benar menuju ke perpustakaan hehehe.... Akhirnya niat mengambil foto ditunda dulu.
 
Di perempatan itu, kita belok ke kiri menyusuri jalan Fenham Hall Drive. Nah di sepanjang jalan inilah saya mulai mengambil gambar-gambar. Pemandangan rumah di kanan-kiri jalan sungguh indah. Musim summer seperti ini banyak rumah yang dihiasi dengan bunga-bunga warna-warni yang bermekaran sehingga nampak asri.
 
Di jalan Fenham Hall Drive inilah letak perpustakaan berada, tepatnya di sisi kiri jalan setelah Sacred Heart School. Segera saja kami masuk ke perpustakaan. Ruangannya lebih kecil daripada Benwell Library, dan lebih tenang alias lebih quite, jadi sungkan kalau bicara dengan suara sedikit keras. Abinya Ara langsung menemukan buku kesukaannya, yaitu komik Asterix, sementara Ara juga sibuk mencari-cari buku kesukaannya.


Abinya Ara terlihat senyum-senyum sendiri selama membaca buku itu, sementara Ara sibuk dengan membaca sambil mengubah-ubah gaya duduknya, mencari posisi duduk yang ueeenaaak buat baca buku. Saya pun segera menenggelamkan diri di antara rak-rak buku. Saya menemukan sebuah buku yang menarik, kalau tidak salah "Family in the Picture". Isinya foto-foto dan lukisan dari jaman lama sekitar tahun 1800 an dan awal 1900 yang mengisahkan tentang kehidupan keluarga dalam masa itu. Tidak banyak tulisan dalam buku itu, hanya sedikit keterangan tentang foto dan tahun pengambilan foto atau lukisan, terselip beberapa puisi pendek tentang keluarga. Selebihnya foto-foto yang bercerita, dan membuat saya berimajinasi tentang kejadiaan dan perasaan seperti apa yang sedang orang-orang dalam foto itu alami dan rasakan.
 
Beberapa saat kemudian, kami pun beranjak dari tempat duduk kami. Berhubung buku yang dibaca belum semuanya selesai terbaca, Ara dan abinya pun memutuskan untuk meminjam buku-buku tersebut.
 
 
 
Tujuan selanjutnya adalah Fenham Pool, kolam renang. Ternyata lokasinya tepat di sebelahnya perpustakaan, hemmm amazing kan? Padahal pas sebelum masuk ke perpustakaan, kami sama sekali belum tahu kalau bangunan di sebelah itu adalah kolam renang. Kami mengira pool dan library berada dalam satu gedung. Makanya begitu masuk perpustakaan, saya celingukan mencari pintu menuju ke kolam renang hahaha.... Barulah setelah resepsionis memberitahu kepada kami, baru ngeh kalau beda gedung.
 
Selepas celingukan dari kolam renang, kami singgah di sebuah toko permen di dekat perpustakaan juga. Kami kesini atas rekomendasi Ara. Sebelumnya dia sudah pernah berkunjung ke sini bersama teman-teman sekolahnya. Jadilah dia ingin mampir lagi ke sini. Toko ini berjualan aneka permen yang sepertinya mereka bikin sendiri seperti di cerita Charlie and the Chocolate Factory itu. Permen-permen yang dijual banyak sekali macamnya, diletakkan di dalam kaleng-kaleng dan harus ditimbang dulu jika ingin membeli. Jadi bukan permen kemasan seperti yang di toko-toko biasanya itu. Saya pun tertarik mengambil gambar toko ini karena menurut saya toko semacam ini bagian dari representasi Newcastle dan UK yang menurut saya unik dan old fashion.


Setelah puas jeprat-jepret, saatnya pulang. Kali ini kami mengambil jalan yang berbeda dari saat kita berangkat. Kali ini kami memberanikan diri melewati jalan tikus alias gang-gang kecil yang ditunjukkan Ara berdasarkan ingatannya saat melakukan kunjungan bersama sekolahnya. Dan ternyata lebih dekat, alhamdulillah pula kami tidak kesasar meski awalnya sempat tidak yakin dengan petunjuk yang diberikan Ara hehehe.....

 
 

Lebaran ke-3 di Newcastle, UK


Ini adalah lebaran ke-3 kami di Newcastle dan kami sudah mulai dapat me"manage" hati kami untuk berlebaran jauh dari keluarga dan makanan-makanan khas lebaran kampung kami. Suasana Idul Fitri di UK memang tidak sehangat di negri sendiri, dimana kami selalu dikelilingi sanak famili. Namun kami tetap berupaya menghadirkan kebahagiaan yang sama meski dengan suasana yang sangat berbeda.

Malam hari setelah berbuka, kami memperdengarkan suara takbir dari Youtube. Suara merdu almarhum Ustad Jefri yang menjadi favorit kami malam itu untuk meramaikan flat tempat tinggal kami sembari beraktifitas menyiapkan hidangan untuk hari raya esok hari. Tidak ada suara takbir dari masjid ataupun surau sehingga takbir dari Youtube pun lumayan mampu menggantikan suasana malam takbiran, meski tanpa obor dan arak-arakan keliling kampung. Oiya, tahun ini saya memilih menu somay lengkap dengan sambal kacangnya. Saya memutuskan untuk tidak membuat lontong sayur karena pengalaman lebaran tahun lalu, kebanyakan teman sesama Indonesia memasak lontong sayur sehingga saat saling bersinggah rasanya sudah terlalu kenyang dengan menu tersebut.
 
Nunsmoor Park
Dok: Salis Yuniardi

Pagi harinya, kami bersiap-siap untuk melaksanakan sholat Ied berjamaah di lapangan Nunsmoor Park. Sholat jamaah dijadwalkan pada jam 9.30 waktu Newcastle, diawali dengan takbir pada pukul 8.30 British Summer Time (BST). Pagi itu cuaca gerimis, namun kami tetap bersemangat menuju ke park dengan berjalan kaki, kurang lebih selama 15 menit dari flat. Sesampainya di sana, suasana sudah ramai dengan calon jammah sholat. Mereka berasal dari berbagai negara, rupa-rupa bahasa, dan warna-warni baju lebaran khas negara mereka masing-masing. Sesekali saya bertemu dan menyapa teman-teman kursus dari Irak, Kurdish, Libya, tetangga dari Nigeria, Malaysia, dan juga teman-teman Indonesia yang baru bertemu dan berkenalan hari itu. Suara takbir dari panitia sholat bergema memenuhi taman pagi itu. Tak ketinggalan para polisi setempat turut serta meramaikan lebaran dengan berjaga-jaga di area taman, sambil sesekali menyapa orang-orang yang berdatangan.
 
Dok: Vita Rumanti

Sholat Ied pun dimulai, gerimis sudah berhenti. Semua kepala menunduk, memanjatkan doa, bersyukur telah dipertemukan dengan hari kemenangan di tahun ini. Berbagai bangsa, suku, bahasa, warna kulit, dan budaya, semua memohonkan doa kepada Tuhan yang sama, Tuhan yang satu, yaitu Allah SWT. MasyaAllah benar-benar kami merasakan sebagai satu saudara, saudara dalam tauhid dan keimanan di negara yang muslimnya sebagai minoritas ini. Semoga Allah SWT mengumpulkan kami semua di surga-Nya, aamiin.
 
Selesai sholat dan berdoa, kami saling bersalaman dengan teman-teman yang kami kenal. Ucapan yang paling familiar adalah "Eid Mubarak" lalu kamipun bercipika-cipiki. Beberapa orang membagi-bagikan cookies dan coklat kepada anak-anak. Anak-anak yang tidak kebagian biasanya akan melihat sambil memandang dengan tatapan mata penuh harap hehehe... Tapi tidak perlu khawatir, panitia sholat sudah menyiapkan crisp dan jus kemasan untuk dibagi-bagikan kepada seluruh jamaah. Ada juga stall balon, dan face painting. Hemmm, anak-anak sudah tidak sabar untuk mengantri membeli balon-balon lucu dan menggambar wajahnya dengan hiasan kupu-kupu atau harimau. Alhamdulillah, semua bersuka cita pada hari itu.
 
Kamipun kembali ke rumah masing-masing, tak lama kemudian kami, warga Indonesia yang tinggal di Newcastle saling berkunjung ke rumah-rumah. Nah kegiatan ini nih yang paling seru, setiap kali berkunjung pasti kerjaannya makan. Tahun ini, menu tiap rumah benar-benar beragam, ada menu wajib opor ayam, lodeh terung, bakso,sate padang, es campur, hemmm menu Indonesia yang selalu bikin kangen pulang. Tak lupa setelah makan-makan dan bersilaturahmi, kamipun foto bersama.