Senin, 28 Januari 2013

AKU ( bukan Chairil)


#1
Melangkahlah dengan tegak, namun bukanlah kesombongan yang tampak. Angkat dagumu, bukan juga karena congkak. Tajam tatap matamu, yang bukan berarti galak. Hanya ingin mencoba optimis, menjalani sisa hidup yang tak selalu manis.Hanya ingin mencoba tak menangis setiap ada luka yang mengiris. Agar terlihat tegar, tak perlu setegar batu karang di tengah samudera, cukup seperti ilalang saja, yang senantiasa bergoyang tertiup angin, mampu bertahan hidup meski salju sepanjang musim menutup, tetap menghijau meski ribuan kaki manusia menjejak, dan akan terus mencoba tumbuh meski selalu tersisih.

Jangan lupakan senyuman, meski agak tertahan. Tertahan karena luka, atau tertahan karena badai cobaan. Senyum yang kau berikan untuk orang lain sebenarnya akan kembali padamu jua, semakin banyak engkau memberi, akan semakin banyak pula engkau menerima. Senyum yang engkau kembangkan, telah mengirimkan pesan bahwa engkau senantiasa merasakan kebahagiaan, jika pun tidak demikian, orang yang menerima telah mengaminkan.

#2

Aku yang sedang membicarakan diriku sendiri
Memberikan pesan untuk diriku sendiri
Aku yang terlalu sibuk dengan diriku sendiri
Bukan berarti tak peduli dengan orang lain
Justru karena aku peduli
Aku menasehati diriku sendiri
Mencoba memperbaiki diri
Sendiri dulu

#3

Kepada kamu
Tak perlu risau
Mengartikan setiap tulisan
Mencari makna dibalik kata
Mengiyakan yang sebenarnya tidak
Berkata tidak karena menolak

#4

Ini semua tentangku
Dan mungkin akan selalu begitu




Tidak ada komentar:

Posting Komentar