Selasa, 09 Juni 2015

Kurikulum Bahasa Inggris di UK

Kurikulum pelajaran Bahasa Inggris di UK untuk sekolah dasar atau biasanya disebut Primary School ternyata lumayan banyak lho. Yah mungkin sama banyaknya dan sama njlimetnya dengan pelajaran Bahasa Indonesia di negara kita kali ya... Dan pelajaran bahasa Inggris juga masih dianggap sulit bagi murid-murid asli Inggris sendiri, lha wajar dong, kita aja masih sering kesulitan juga mengerjakan soal bahasa Indonesia, meski kita lahir di Indonesia. Nah buat penduduk asli aja sulit, apalagi buat anak-anak para pendatang yang bahasa ibu mereka non-English, hemmm sungguh tantangan, terutama bagi orang tuanya yang harus mendampingi anak mereka belajar dan mengerjakan PR.
 
Berikut hal-hal yang harus dipelajari berdasarkan kurikulum nasional:
  • Speaking (drama , debates)
Anak-anak akan dilibatkan dalam pertunjukkan besar yang biasanya diadakan setahun sekali. Pertunjukkan drama ini biasanya melibatkan murid-murid mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Ada juga pertunjukkan tiap kelas atau pertunjukkan kecil yang biasa disebut assembly. Dengan melibatkan anak-anak dalam permainan drama, dapat melatih mereka untuk berbicara dengan percaya diri di depan umum dan mengekspresikannya sesuai peran.
 
Setelah bermain peran dalam cerita George Stephenson
 
  • Grammar (verb, noun, sentence)
Pada anak-anak usia sekolah dasar, penekanannya adalah pada pengenalan perubahan bentuk kata kerja dari bentuk sekarang menjadi bentuk lampau atau sebaliknya. Pengenalan pada kata kerja yang regular maupun yang irregular juga sudah diberikan sehingga anak tahu mana kata kerja yang perlu ditambah -ed pada bagian akhir dan mana kata kerja yang berubah total saat menjadi bentuk lampau. Tugas-tugas yang diberikan dapat ditemukan pada artikel saya di sini. Selain itu anak-anak juga diajari mengenali noun, verb, adjective, adverb, yang kadang saya sendiripun masih bingung hehehe...

  • Spelling
Setiap hari, anak-anak setelah bel masuk berbunyi diharuskan menuliskan beberapa kosa kata dari daftar yang telah diberikan oleh guru pada buku masing-masing. Selain itu juga ada PR menghafal kosa kata, biasanya ada 7 kata yang diberikan tiap minggunya, dan hari Jumat akan ada tes kecil untuk mengetahui sejauh mana murid mengetahui ejaan dari kata yang telah diberikan.
 
PR spelling mingguan yang harus dihafalkan
  • Creative writing
Menulis kreatif ini meliputi menulis puisi, cerita pendek, membuat iklan, dan lain sebagainya. Syarat menulis kreatif ini selain harus indah dengan penggunaan kosa kata yang luas juga tetap mengikuti standar penulisan yang baik dan benar, seperti penggunaan huruf besar, dan tanda baca. Menulis kreatif ini harus dapat menggambarkan kemampuan anak dalam menguasai aspek-aspek bahasa seperti rhyme, alliteration, assonance, maupun onomatopoeia seperti yang telah saya tulis di artikel sebelumnya.
Puisi karya Ara
 
  • Listening
Beberapa bulan lalu, wali murid diundang datang ke kelas untuk mengikuti kegiatan baca bersama atau "reading morning". Kegiatannya pagi itu adalah mendengarkan guru yang sedang membacakan buku "Charlie and the Chocolate Factory" kepada para murid. Murid--murid diminta mendengarkan baik-baik, setelah selesai satu bab, mulailah guru memberikan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan cerita yang telah dibacakan. Hemmmm rasanya seru sekali, anak-anak tampak berani mengangkat tangan dan mencoba memberikan jawaban yang paling benar. Dari kegiatan inilah anak-anak belajar tentang bagaimana menerima dan mengolah informasi melalui proses mendengar.
  • Writing reports
Selesai melakukan perjalanan ke suatu tempat, misalnya dari pantai, museum, atau tempat-tempat bersejarah , biasanya anak-anak diminta untuk membuat cerita dari hasil kunjungan mereka. Cerita ini bisa gambaran tentang tempat yang telah mereka kunjungi, kesan yang mereka rasakan selama melakukan kunjungan, atau hal-hal apa yang telah mereka lakukan di sana. Anak-anak bisa melengkapi tulisan mereka dengan gambar-gambar goresan tangan mereka sendiri sehingga menambah menarik laporan yang mereka buat. Berikut adalah satu contoh laporan yang dibuat anak saya setelah berkunjung ke salah satu tempat bersejarah "Hadrian Wall".
 
Hasil kunjungan ke Roman Army Museum
 
  • Read (read aloud)
Selain dipinjami buku bacaan setiap seminggu sekali untuk dibaca di rumah, anak-anak juga dilatih untuk membaca dengan suara keras di depan umum. Hal ini seperti yang dilakukan anak saya dan teman-teman sekelasnya di assembly dengan tema "All about year 3" yang diadakan tidak lama setelah anak saya naik ke kelas 3. Pertunjukkan ini isinya adalah anak-anak membaca beberapa kalimat yang telah ditulis di dalam bukunya masing-masing. Tulisannya tentang segala hal yang akan mereka alami dan mereka pelajari ketika mereka di Year 3. Melalui kegiatan ini, selain berlatih membaca dengan suara keras, anak-anak juga disiapkan dan dikenalkan secara mental tentang situasi di kelas 3, yaitu dimana anak-anak mulai belajar lebih disiplin, porsi belajar lebih banyak daripada bermain (karena sudah masuk Key Stage 2).
 
Assembly "All about Year 3"
 
  • Phonics
Fonik adalah belajar mengenal bunyi dari suatu huruf. Dengan mengenal bunyi masing-masing huruf maka anak diharapkan bias mengaplikasikannya saat dalam belajar membaca sehingga tidak perlu lagi mengeja. Misalnya saja kata ANT, jika dieja dalam bahasa Inggris maka akan berbunyi ei, en, ti, namun jika hurufnya dibunyikan maka akan seperti ini a'....enn....tteh...., dan jika dibunyikan dengan cepat akan langsung membentuk kata ant. Contoh jelasnya seperti di video berikut ini:
 

  • Punctuation
 
Punctuation dalam istilah bahasa Indonesia biasa disebut dengan tanda baca, yaitu titik (full stop), koma (comma), tanda seru (exclamation mark), tanda tanya (question mark), titik dua (colon), titik koma (semi-colon), tanda kurung (brackets), tanda singkatan kata (apostrophe), garis (dash), poin (bullet point), tanda bicara (speech marks), titik tiga (ellipsis),  dan sebagainya. Saat anak-anak membuat sebuah karya tulis, otomatis juga harus memperhatikan dan mengaplikasikan dengan benar berbagai tanda baca dalam tulisan mereka.
  • Comprehension
Adalah kemampuan menyeluruh mulai dari membaca, memahami, mengungkapkan baik melalui lisan maupun tulisan. Biasanya guru akan membacakan sebuah buku cerita kemudian memberikan pertanyaan kepada anak-anak dan meminta anak-anak membuat ringkasan dan kesan yang mereka rasakan dari cerita yang telah mereka dengarkan.

  • Summarise
Setiap hari Senin, anak saya diminta membawa reading folder yang berisi buku cerita yang akan diganti setiap minggunya, buku penghubung, dan buku yang berisi ringkasan cerita dari buku-buku yang telah dibacanya. Dari kegiatan ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan anak dalam memahami bacaan. Buku yang diberikan mulai dari yang tulisannya berukuran besar-besar, banyak gambar, dengan jumlah halaman yang sedikit hingga semakin lama ukuran tulisan mengecil, gambarnya semakin sedikit, dan halamannya semakin tebal, Terkadang saya meminta melalui buku penghubung agar guru tidak mengganti dulu buku ceritanya agar bisa diselesaikan hingga tuntas. Buku yang tebal baru bisa diselesaikan anak saya dalam jangka waktu 2 minggu.

  • Writing instruction
Menulis perintah ini dapat dilakukan dengan cara menulis resep masakan sederhana, atau langkah-langkah membuat ketrampilan tangan. Beberapa hari lalu, anak saya diajari bagaimana cara membuat peta dan membuat kertasnya nampak seperti kertas peta yang lusuh, dan usang. Mereka mempraktekan di kelas bersama-sama, setelahnya anak diminta menuliskan langkah-langkah nya di pada sebuah kertas. Dengan demikian anak-anak dilatih untuk bagaimana membuat kalimat instruksi yang mudah untuk diikuti dan tidak membingungkan atau ambigu bagi yang membacanya. Hemmm tidak mudah bukan? Apalagi untuk anak usia rata-rata 8 tahun. Saya saja kadang masih "mbuleti" kalau menulis resep hehehe....

  • Persuasive writing
Nah ini nih yang seru. Persuasive writing itu yang seperti apa? Yah salah satunya semacam iklan lah, bagaimana tulisan itu dapat mempengaruhi pembaca untuk membeli produk mereka atau mempengaruhi perasaan mereka terhadap suatu hal. Tugas yang didapat anak saya adalah membuat iklan tentang minuman bersoda, dan beginilah hasilnya:
 
Membuat iklan minuman untuk anak-anak
 

  • Proper handwriting
Yang dimaksud dengan istilah ini adalah dengan menulis rapi, baik itu berupa print handwriting (huruf tidak bersambung), atau join up writing (tulisan latin). Pihak sekolah dibebaskan untuk mengambil keputusan apakah perlu mengajarkan tulisan latin atau tidak, yang penting mengajarkan anak bagaimana menulis dengan rapi dan bisa dibaca dengan jelas. Sekolah di tempat anak saya belajar, memutuskan untuk mengajarkan tulisan latin, namun beberapa bentuknya berbeda dengan latin yang dulu saya pernah diajari oleh guru saya sewaktu SD sehingga saya pun agak kesulitan mengajari anak saya menulis huruf latin.

  • Writing letters
Menulis sesuatu kepada orang lain tentu saja akan semakin meningkatkan kemampuan anak untuk mengekpresikan pikiran mereka melalui tulisan, oleh karena itu sekolah juga mengajarkan bagaimana cara menulis surat, kartu ucapan, dan sebagainya. Surat berdasarkan kepentingannya dibagi menjadi 2, yaitu surat resmi dan tidak resmi yang tentu saja memiliki aturan yang berbeda satu dengan yang lainnya.
 
Demikianlah sekilas tentang gambaran kurikulum pelajaran Bahasa Inggris yang diajarkan di sekolah-sekolah dasar di Inggris. Hemmm jika dilihat poinnya ternyata banyak sekali, saya sebagai orang tua jadi ikutan cemas karena merasa tidak menguasai pelajaran yang satu ini. Dan sedihnya, pelajaran yang lain pun saya juga tidak terlalu menguasai hik...hik... Apalagi pelajaran matematika dengan kosa kata yang menurut saya asing, bagaimana saya mau membantu mengerjakan PR anak saya jika membaca soalnya saja kadang saya tidak mengerti. Uh....sedihnya, belajar ternyata bukan saja kewajiban anak melainkan kewajiban orang tua juga :-D Semoga Allah memudahkan, amin.
 
Sumber tulisan: Kursus Keeping Up with The Kids

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar