Selasa, 16 April 2013

Nunsmoor Park

hamparan bunga

Bismillah
Sebenarnya saya kesini sudah beberapa kali, mainnya insyaAllah cuma 3 kali seringnya cuma lewat aja waktu berangkat kursus bahasa Inggris di UWIG atau jalan-jalan ke kampus abinya Ara. 

Dari Wingrove Avenue tempat saya tinggal taman ini sangat dekat, tinggal jalan kaki aja kurang lebih 10 menit sudah sampai jika jalan santai sambil mengajak anak-anak dan beramai-ramai dengan kawan.

Pertama kali saya mengunjungi park ini saat autumn, jadi pemandangan yang terlihat adalah pohon-pohon yang daunnya tinggal sedikit, bahkan sudah banyak daun yang berguguran dan menutupi rerumputan yang ada, jadi kalau melihat ke bawah ya penuh dengan hamparan daun-daun berwarna coklat, jika diinjak nyuut, rasanya empuk-empuk di kaki. Udaranya sudah mulai dingin, ditambah lagi dengan angin kencang yang sesekali datang menerbangkan daun dan menghempas jaket sampai menembus ke dalam, langsung serrr dingin...tapi tetep asyik buat bermain. 
Nunsmoor autumn

Mbak Ara sepertinya tidak merasa terganggu sama sekali dengan cuaca yang demikian. Dia dengan asyik berlari kesana-kemari dan mencoba semua wahana. Sementara saya menunggu sambil sesekali merapikan dan merapatkan jaket yang beberapa kali terhempas angin.

Selama musim salju saya dan keluarga tidak pernah berkunjung kesana, sempat terbersit keinginan untuk bermain sledge disana tapi saat itu rumah saya masih di Hmapstead yang lumayan jauh dan capek jika berjalan kaki di cuaca yang sangat dingin.

Beberapa hari yang lalu yang nota bene memasuki spring, saya dan kawan-kawan memutuskan untuk pergi ke park, mengajak anak-anak bermain dan menikmati matahari, mumpung matahari bersinar cerah. Jam setengah 2 sinag setelah sholat dhuhur kami berangkat beramai-ramai, sesampainya di sana, Subhanallah park nya ramai sekali tidak seperti waktu sebelum-belumnya. Mungkin semua berpikiran sama, yaitu ingin menikmati cerahnya matahari siang hari setelah sekian lama menunggu berakhirnya musim salju yang seperti tahun ini enggan beranjak pergi.
bermain skuter

Subhanallah, pemandangan yang lebih indah lagi adalah deretan bunga-bunga yang bermekaran di sepanjang tepian pagar di park, warnanya putih dan ungu, saya lupa bertanya bunga apakah itu. Saya masih menikmati mengambil gambar bunga, sedangkan mbak Ara sudah asyik kesana-kemari bermain dengan skuter. Pergantian musim di negri ini sungguh drastis rupanya, jika kemarin saat autumn sepanjang mata memandang hanya daun-daun yang berjatuhan, lalu berganti putih berhampar-hampar salju memenuhi pelupuk mata, lalu musim ini disambut dengan warna-warna cerah bunga yang mulai bermekaran. Indah sekali, diiringi matahri yang sinarnya sudah begitu sangat dinanti. Tak ayal lagi jika musim ini memang sangat dinanti, dan semua ingin berpesta dengan bermain-main di luar rumah demi merayakan kemunculan sinar matahari. Subhanallah.
bermain putar-putar

Setelah puas mengambil gambar dan berpose bersama hamparan bunga, selanjutnya saya mengamati mbak Ara yang sedang bermain-main dengan teman-temannya. Emmm sudah lama rupanya mbak Ara sudah tidak bermain di luar seperti ini, dengan pakaian nyaman dan tidak takut lagi kedinginan. Sebelumnya jika kemana-mana mbak Ara saya haruskan memakai jaket tebal dan itu yang membuat dirinya sama sekali tidak nyaman, merasa lehernya gerah, kakinya sakit jika memakai sepatu boot, ribet karena harus memakai sarung tangan, dan lain sebagainya. Hari itu mbak Ara cukup memakai jaket satu lapis dan sepatu sport, lebih santai jadi lebih nyaman saat bermain.

Matahari lumayan cerah, namun meski demikian cahayanya hanya mampu menghangatkan tubuh, tidak menyengat. Rupanya matahari sangat jinak di negeri ini, makanya warga sini rela-rela saja jika kulit dan rambutnya dibelai sinar matahari. Kalau di tempat asal saya, pastilah gosong itu kulit mulus yang dijilat matahari he3...galaknya minta ampun.
Alhamdulillah cerah

Oiya hati-hati dengan efek sampingnya, karena kebanyakan warga sini suka dengan belaian matahari beberapa dari mereka membiarkan kulit (baca: aurat) mereka terbuka agar semakin banyak mendapat sinar matahari, jadi harus hati-hati ya berjalannya jangan sampai melongo ntar nabrak lho, atau jatuh tersandung, sakitnya sih enggak seberapa, malunya cyiiiin..... Pameran kulit menjadi hal yang biasa disini, menurut beberapa teman disini, apa yang saya lihat saat ini belum seberapa, nanti deh kalau bener-bener sudah masuk summer, banyak ikan asin dijemur dimana-mana, ndak usah ke pantai, di taman-taman pinggir jalan buanyak he3...

Jadi kita harus pilih-pilih atau selektif deh memilih pemandangan apa yang ingin kita nikmati, mau bunga yang bermekaran atau jemuran-jemuran manusia di pinggir jalan? Emm.... Ah kembali ambil gambar Nunsmoor ah...mumpung lagi disini...baterei kamera belum habis kok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar