Rabu, 26 Februari 2014

Teman Kursus


Saya kagum dengan beberapa teman baru yang saya temui disini, yah teman yang berawal dari sebuah kursus bahasa Inggris di Newcastle. Usia mereka bermacam-macam, asal mereka pun demikian. Berikut kisah beberapa teman yang saya kagumi. Tentu saja saya tidak akan menyebut nama di sini.

# Sebut saja A
Wanita ini berasa dari Aljazair, dia sudah lama berada di Newcastle. Pertama bertemu, dia baru melahirkan seorang bayi perempuan. Bayi itu yang salah satunya menarik perhatian saya, mungil, pipinya tembem dan kemerahan ditambah lagi warna kulitnya yang pucat, rambutnya pirang dan keriting.
Awal bertemu sekedar say hallo, beberapa hari kemudian kami saling bercerita latar belakang dan alasan kami tinggal di Newcastle. Dari sinilah saya mengetahui sedikit kisah hidupnya.
Awalnya dia tinggal di Perancis selama bertahun-tahun karena suami sebelumnya bekerja di sana, karena suatu sebab dia akhirnya bercerai, hak asuh anak jatuh di tangan suaminya, sehingga anaknya hingga saat itu tinggal di Perancis bersama mantan suaminya. Beberapa tahun sekali dia ke sana untuk menjenguk anak lelakinya yang kini beranjak remaja. Setelah bercerai, tak lama, dia menikah dengan pria yang berkebangsaan Aljazair, dia mengatakan bahwa suaminya yang sekarang ini adalah tetangga dekat di negaranya. Oh....jodoh, kami sempat sama-sama merasa geli saat dia bercerita tentang asal suaminya itu, tidak menyangka bahwa selama ini dia merantau ke luar negeri ternyata berjodoh dengan tetangga di negaranya sendiri.
Setelah menikah, mereka memutuskan untuk merantau ke UK, dan tinggallah dia bersama keluarganya di Newcastle hingga kini. Soal bahasa, saya agak heran, bahasa Inggrisnya lumayan lancar, sangat lancar malah jika berkomunikasi untuk kepentingan sehari-hari, namun kadang saya sulit memahami pembicaraannya, karena ternyata menurut guru kursus kami, logatnya sangat kental Perancisnya. Ternyata tidak hanya saya yang kesulitan, guru kami sering membetulkan aksen dia saat menyampaikan kata-kata.
Selain pengalamannya dia hidup di berbagai negara, yaitu Perancis, dan UK yang membuat saya kagum, juga kemampuan dia dalam berbahasa, selain bahasa dari negaranya (saya kurang paham apa namanya), dia juga bisa sedikit berbahasa Arab, itu menurut pengakuannya, karena kalau saya perhatikan, bahasa Arabnya tidak sedikit lho. Selain itu dia juga jago berbahasa Perancis, dan sekarang dia pun bisa berbahasa Inggris. Jadi totalnya dia menguasai 4 bahasa, hmmm...hebat.Beberapa kali saya menanyakan kosa kata bahasa Perancis padanya, sekaligus memastikan apakah yang saya ucapkan sudah benar. Yah itung-itung belajar bahasa Perancis gratisan :-D

#Perempuan B
Teman saya yang satu ini berasal dari Bangladesh, setelah menikah, dia diajak suaminya untuk tinggal di Italy karena suami mendapatkan pekerjaan di sana. Suaminya juga orang Bangladesh. Kurang lebih 10 tahun dia tinggal di sana. Awalnya dia juga merasa kesulitan beradaptasi dengan budaya dan bahasa, yah namanya juga sudah tinggal bertahun-tahun, lama-lama terbiasa juga dan fasih berbahasa Italy.
Kemudian mereka memutuska pindah ke UK, tetap dengan alasan yang sama, yaitu diboyong suami. Suami dikirim ke London oleh perusahaannya, jadilah dia terdampar di Newcastle dengan alasan biaya hidup di London sangat mahal, dan paling mahal di UK, karena itulah rumah dan segala macemnya memilih di Newcastle, hanya suaminya saja yang bolak-balik Newcastle-London.
Di UK, otomatis dia harus beradaptasi lagi dengan bahasa, maka pergilah dia ke kursus bahasa Inggris, dan akhirnya bertemu saya. Di Kursus, sesekali dia berbicara bahasa Italy dengan salah guru kami, karena guru kami juga belajar bahasa Italy, dan sangat senang menemukan partner berbahasa Italy. Hemmm...bikin ngiri.... Jadi total, temanku ini bisa menguasai 3 bahasa, Bangla, Italy, Inggris. Sebenarnya aku juga bisa 3 bahasa, Indonesia, Inggris, dan Jawa :-p

Sebenarnya sebagan besar teman-teman saya hasil kenalan di kursusan ini sudah pernah tinggal selain di negaranya. Dan sedikit banyak mengenal bahasa dari negara lain. MasyaAllah, saya suka semangat berpetualang mereka. Mereka rata-rata berpetualang karena diboyong suami, dan suami karena mendapatkan pekerjaan di suatu negara. Mereka merasa ringan aja gitu saat diajak pindah ke negara lain oleh suaminya, ndak terlalu berpikir panjang harus meninggalkan keluarga besarnya di negara asalnya. Karena banyak juga setelah mereka sukses di perantauan, mereka juga memboyong keluarga lainnya, bapak, ibu, kakak, adik, paman, dan lain-lainnya. Ada juga diantara teman saya itu tinggal beramai-ramai dalam 1 rumah, kurang lebih ber 7, yaitu dia, suami dan 1 anaknya, ibu mertua, adik ipar beserta suami dan 1 anaknya,wew ramai sekali....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar