Selasa, 18 Agustus 2015

Penerimaan Sertifikat Kursus di First Step

Menerima sertifikat IT
Hihi...mejeng :-p

Alhamdulillah musim kursus telah berakhir sejak menjelang hari raya Idul Fitri tiba, hampir bersamaan dengan liburan sekolah. Setelah kurang lebih 10 bulan mengikuti berbagai macam kursus, diantaranya English level 2, IT (komputer), dan Keeping Up with the Kids, kini saatnya panen sertifikat hehehe... Andaikan panennya sertifikat tanah atau rumah, kan lumayan bisa di"sekolah"in :-D #becanda dikit.
 
Di First Step ini ditawarkan 2 bentuk sertifikat, yang pertama sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga First Step sendiri, dan yang kedua sertifikat dari NOCN (National Open College Network). Sertifikat dari First Step hanya sebagai tanda bahwa kita sudah pernah mendapatkan atau mengikuti kursus tertentu di sana, dan hanya dapat digunakan di First Step saja untuk melanjutkan ke level kursus selanjutnya. Karena sertifikat ini tidak akan dikenali oleh lembaga kursus lain. Sedangkan sertifikat dari NOCN dapat digunakan di tempat lain semisal College karena sifatnya yang memang berlaku secara nasional. Sehingga jika ingin melanjutkan kursus dengan level yang lebih tinggi di lembaga lain atau mendaftar perguruan tinggi, maka sertifikat ini sangat membantu.
 
Namun sayang, ada sayangnya. Jika ingin mendapatkan sertifikat ini harus membayar biaya yang lebih mahal jika dibanding hanya ingin sertifikat dari lembaga lokal saja. Kenapa? Ya...karena biayanya ini akan diberikan kepada pihak NOCN yang kemudian akan melakukan pemantauan atas hasil perkembangan sehari-hari kita selama di kelas. Apalagi bagi kita yang datang dengan visa student dependent, maka tidak ada diskon sebagaimana yang diterima oleh mereka yang datang sebagai imigran dan penerima benefit dari pemerintah. Kita pun juga dituntut untuk memenuhi target-target pembelajaran yang mereka berikan. Hemm...selain biayanya lebih mahal, tugasnya pun lebih njlimet hehehe...
 
Tapi tenang saja, guru-guru di lembaga ini sangat "helpful". Kita mungkin saja tidak masuk karena suatu alasan dan lain hal. Guru tidak akan membiarkan begitu saja kok, mereka akan membantu kita memenuhi tugas-tugas yang belum kita selesaikan sehingga mencapai target yang diberikan pihak NOCN.
 
Nah setelah berpayah-payah, eh...dan bersuka ria ding...belajar ini dan itu. Saatnya penerimaan sertifikat. Hari itu tanggal 5 Agustus 2015, semua murid diminta datang dengan membawa makanan khas dari negara masing-masing. Acaranya dikemas seperti pesta makan-makan yang diawali terlebih dahulu dengan pemberian sertifikat dan foto-foto. Alhamdulillah hati senang, perutpun kenyang dengan berbagai macam kuliner dari berbagai negara.
 
 

70 Tahun Indonesiaku

 
Tanpa sadar, kemerdekaan Indonesia sudah memasuki umur 70 tahun. Umur yang tidak lagi muda jika menengok ukuran usia manusia. Manusia pada usia ini diharapakan sudah tinggal menikmati masa bahagia hasil perjuangannya di masa muda, usia yang sudah tidak lagi perlu memikirkan dan memikul beban yang berat, menikmati masa bermain bersama para cucu, berbagi kebahagiaan bersama sanak keluarga, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan menjalani kehidupan dengan tenang.

Sayangnya ini sebuah Negara, Negara yang sarat dengan kebinekaan, Negara yang kaya dengan sumber daya manusia (baca: padat penduduknya), plus permasalahan yang ada di dalamnya. Usia 70 tahun bukan suatu alasan untuk berhenti berjuang, usia 70 tahun bukan alasan untuk duduk-duduk tenang. Musti harus terus berjuang, musti harus terus bekerja, menegakkan badan membanting tulang demi mewujudkan seribu mimpi anak negri. Perjuangan yang tidak ringan, semoga Allah mudahkan. Aamiin
 

 

Jumat, 14 Agustus 2015

Alternatif Kegiatan Selama Liburan Musim Panas


Liburan sekolah musim panas di UK tergolong sangat panjang, yaitu selama 7 minggu. Liburan sama dengan tugas tambahan bagi orang tua hehehe.... Yah, tugas baru untuk membuat aneka kegiatan buat anak-anak mereka agar tidak bosan di rumah. Untungnya di Newcastle ini banyak sekali kegiatan baru yang memang khusus diadakan selama liburan musim panas baik oleh pemerintah, komunitas setempat, atau tempat-tempat wisata yang ada di wilayah Newcastle sendiri. Saking banyaknya kegiatan yang diadakan, jika diikuti semua pasti kewalahan, orang tua pun sampai bingung mengatur jadwal kegiatan anaknya di waktu liburan.
 
Ingin tahu ada kegiatan apa saja selama liburan? Berikut saya coba jelaskan secara detail, sehingga info ini dapat bermanfaat bagi anda para orang tua, khususnya yang tinggal di Newcastle dan sekitarnya untuk mengisi liburan sekolah anak-anak mereka. Sederhana namun tetap seru dan yang terpenting adalah membawa manfaat bagi anak-anak.
 
1. Summer Crush
Summer Crush ini adalah kelas berenang yang diadakan di Elswick Pool khusus untuk anak-anak. Kelas ini menyediakan dari level 1 hingga level 7. Biayanya cukup murah jika dibanding dengan kelas regular, yaitu £16.00 per week nya (5 kali pertemuan), sedangkan kelas regular biayanya £47.00 untuk 10 week (10 x pertemuan). Masuk setiap hari mulai hari Senin hingga hari Jumat. Tiap sesinya kurang lebih selama 45 menit, kecuali hari Rabu dan Jumat hanya 30 menit saja. Setiap anak akan diamati oleh perkembangannya dan di catat oleh pelatih. Hasilnya akan diberikan kepada orang tua tiap hari Jumat, dan pada hari itulah akan keluar hasil apakah anak kita akan lanjut ke level berikutnya atau tinggal di level yang sama.
 
Anak saya mendaftar kelas ini dan langsung masuk ke level 3 karena sebelumnya sudah pernah mengikuti kelas berenang di sekolah seminggu sekali. Hari ini tadi, yang kebetulan hari Jumat, saya menerima hasil perkembangan kemampuan berenang anak saya. Alhamdulillah anak saya harus tetap berada di level 3 hehehe... Saya bersyukur meski banyak temannya sudah naik ke level 4, saya tidak merasa kecewa dan sedih. Selama anak saya masih terus mau belajar berenang dan tidak putus asa untuk terus belajar. Meski saya sedikit khawatir jika dia tahu bahwa nanti dia akan terpisah jadwalnya dengan teman-teman dekatnya selama di level 3. Semoga Allah memudahkan dan menguatkan hatinya, aamiin.
 
2. Summer School
Ini adalah kelas mengaji di masjid Tauhid di Grainger Park Road. Biayanya relatif murah, yaitu £20.00 kurang lebih selama 4 minggu. Jadwal tiap minggunya adalah hari Senin, Selasa, dan Rabu jam 11.00 - 13.00 BST (British Summer Time). Kebetulan masjid ini sangat dekat dengan rumah sehingga kamipun mendaftarkan anak kami ke sekolah ini. Selain mengisi liburan, juga belajar mencintai Al-Quran.
 
3. Summer Class Newcastle Dance Centre
Bagi anak yang suka dengan art performance, menari balet, tap, Bollywood, dan tarian klasik maupun modern lainnya, bisa gabung di kelas ini. Namun biayanya bagi saya relatif mahal, yaitu £60.00 untuk 3 hari, namun kelasnya intensif alias dari pagi hingga sore. Lokasinya juga lumayan dekat dengan rumah, namun anak saya tidak saya daftarkan kelas ini, cukup kelas regulernya saja yang saya anggap lebih murah.
 
Tidak perlu khawatir soal seragam untuk dance, anak baru biasanya diberi keringanan untuk memakai baju apa saja asal nyaman untuk dipakai bergerak. Namun jika ingin bergabung lebih lama, maka disarankan untuk memesan seragam tarinya di resepsionis. Soal harga, kurang lebih sama antara beli di luar ataupun beli di tempat kursus.
 
4. Summer Trips 
Tahun ini sebuah komunitas yang bernama First Step (komunitas penyedia berbagai macam kursus khusus perempuan) mengadakan rekreasi untuk wanita dan anak-anak. Tahun ini adalah rekreasi pertama kali yang diadakan, dan biayanya sangat murah yaitu £5.00 untuk dewasa dan £2.00 untuk anak-anak tiap tripnya. Harga tiket itu sudah termasuk transportasi dan tiket masuk, jadi peserta tinggal bawa bekal makan siang saja. Saking murahnya, tiket sudah full booked tanpa harus menunggu lama, fantastis kan? Untuk ukuran di UK, rekreasi dengan harga segitu sangat murah sekali, jadi pastinya orang-orang tidak mau menyia-nyiakan begitu saja kesempatan berwisata murah meriah ini. Salah satu tujuan wisatanya adalah ke Kielder Water and Forest Park.
 
5. Summer Reading Challenge
Perpustakaan di seluruh UK bekerjasama dengan Guinnes Book Record mencari anak yang mampu mereview buku terbanyak. Pemenangnya tentu saja akan mendapatkan hadiah dan namanya dimasukkan dalam buku pemecah rekor tersebut. Tertarik ingin mengikutkan ananda? Gampang sekali, tinggal daftar saja di perpustakaan lokal yang terdekat dengan rumah, di sana petugas perpustakaannya akan memasukkan identitas anak. Setelah itu, setiap meminjam buku, anak akan diberi semacam stiker yang harus ditempel di template yang juga akan diberikan.
 
Setelah mendaftar dan mendapatkan pernak-pernik stiker, langkah selanjutnya adalah membuka situs http://www.summerreadingchallange.co.uk lalu sign up atau membuat akun. Setelah memiliki akun, peran orang tua membantu anak memasukkan daftar buku-buku yang sudah dibaca dan memberi review di kolom yang sudah disediakan. Jumlah buku yang sudah dibaca anak akan terekam di sana. Gampang bukan? Kegiatan ini sekaligus memacu semangat anak-anak untuk mengunjungi perpustakaan dan berpetualang dengan buku-buku cerita yang belum pernah dibacanya.
 
6. Mengunjungi Taman
Biasanya di taman-taman akan ada kegiatan outdoor untuk keluarga yang diadakan komunitas setempat. Seperti beberapa hari lalu yang terjadi di Nunsmoor Park, di sana terdapat art market dan bouncy castle untuk anak-anak. Dan biasanya kegiatan ini gratis tanpa dipungut biaya, kecuali mereka yang mau berpartisipasi untuk membuka stand. Lantas bagaimana kita tahu adanya kegiatan tersebut? Mudah sekali, caranya dengan mengikuti akun facebook komunitas-komunitas yang ada di Newcastle, atau mengecek jadwal yang ditempel di area taman setempat jika akan ada kegiatan. Jikapun tidak ada kegiatan, tidak rugi juga mengunjungi taman karena di sana terdapat play ground, tempat bermain yang menyenangkan bagi anak-anak terutama saat cuaca cerah. Taman-taman yang ada di area Newcastle yang saya tahu antara lain Nunsmoor Park, Elswick Park, Exhibition Park, Jesmond Dene Park, Canning Park, Townsmoor.
 
7. Mengunjungi Museum
Museum juga tak mau kalah untuk menarik anak-anak agar berkunjung ke sana selama liburan. Museum biasanya menggelar beberapa kegiatan yang menarik seperti craft class, menyajikan koleksi khusus, mendatangkan sirkus, dan lain sebagainya. Tinggal klik saja situs museum-museum itu untuk mengetahui jadwal kegiatan yang mereka adakan, antara lain Discovery Museum, Hancock Museum, Laing Art Gallery, Life Museum, dan lain sebagainya. Beberapa di antaranya tidak perlu membayar tiket masuk, alias gratis.
 

Minggu, 09 Agustus 2015

Berkunjung ke Kielder Water and Forest Park

Kielder Castle edited by me
 

First Step, komunitas tempat di mana saya mengikuti berbagai macam kursus, mengadakan wisata musim panas. Salah satu tempat yang menjadi pilihan untuk dikunjungi adalah Kielder Water and Forest Park. Pada hari H, kami semua (para murid-murid kursus) berkumpul di First Step jam 9 pagi. Perjalanannya lumayan lama juga, sekitar 1,5 jam menggunakan bus double decker yang berukuran jumbo itu. Sebenarnya jika menggunakan kendaraan yang lebih kecil tidak akan menghabiskan waktu selama itu di perjalanan. Berhubung bodi bus yang besar, jadi harus mengambil jalan yang proper, demikian kata salah satu tutor menjelaskan lamanya perjalanan. Tapi memang lumayan jauh, kira-kira berjarak 2 mil lagi jika ingin mampir ke Scotland hehehe.... Tapi kita tidak mampir ke sana. Beruntung pula Scotland tidak jadi memisahkan diri dengan UK, seandainya pun mampir ke sana maka kita tidak perlu ribet-riber mengurus visa.
 
Sesampainya di lokasi, kami disuguhi dengan pemandangan danau yang sangat luas dengan perahu-perahu kecil di dalamnya dan bebek-bebek yang berenang kesana-kemari, serta perbukitan di ujung mata. Rupanya itu bukan danau, melainkan waduk buatan manusia, yah mirip waduk Selorejo di Jawa Timur. Dari waduk inilah kebutuhan sebagian besar sumber air warga UK dipenuhi, termasuk juga yang di rumah saya. Namun jika diamati dengan seksama, lho kok airnya berwarna bening kemerahab? Jadi ini yang kita minum? Gleg.... Mungkin itu warna dari pantulan mineral yang ada di bawahnya.
 

Kilder Water edited by me
Cuaca pagi itu tidak begitu cerah, sepanjang perjalanan nampak mendung menggantung di langit. Bahkan sempat menjatuhkan airnya berupa bulir-bulir gerimis yang membuat kami untuk berteduh sejenak di rumah-rumahan kecil di sana. Rumah itu rupanya berfungsi sebagai penyimpan berbagai macam peralatan yang berhubungan dengan air, ada pelampung, alat memancing, dan lain sebagainya. Sembari menunggu berhentinya gerimis, saya menikmati pemandangan sambil sesekali mengambil gambar. Sebenarnya gerimisnya tidak akan membuat baju kami terlalu basah, namun karena suhu yang lumayan dingin, jadi kami sebisa mungkin menghindari guyuran air agar tidak masuk angin, maklum orang Indonesia gampang masuk angin hehehe...

Setelah tidak lagi gerimis, saya, anak saya dan teman-teman lain menuju ke play ground yang ada di area itu. Terdapat beberapa play ground di sana yang dibedakan berdasarkan usia dan kemampuan motoric anak, jadi tinggal pilih saja mau yang mana. Arena permainan masih sedikit basah, kami meminta anak-anak agar berhati-hati jika licin karena terlihat beberapa genangan lumpur di sana- sini. Meskipun prusutan dan arena bermain lainnya masih basah, anak-anak rupanya semangatnya tidak berkurang, asyik aja mencobai satu-persatu arena yang ada, bahkan saat kami para bunda mengajak pergi, eh si anak-anak ini sempet-sempetnya mencuri-curi waktu sebelum benar-benar beranjak pergi.
 
Kami menelurusi sisi yang lain dari Kielder, yaitu tempat observasi Kielder Osprey, semacam burung besar (mirip gagak) dengan bulu berwarna campuran antara hitam dan putih. Di tempat itu disediakan beberapa teropong yang mampu menjangkau sarang burung Osprey di hutan di ujung waduk sana. Atau jika ingin melihat lebih jelas, dapat melihat melalui sebuah televisi yang mengeluarkan gambar dari kamera yang diletakkan tepat di atas sarang sehingga bisa melihat secara live kegiatan apa saja yang Osprey lakukan di sarang mereka.

Replika sarang Osprey

Hampir 2 jam kami menelusuri area waduk buatan manusia itu, selanjutnya kami semua kembali ke dalam bus untuk berpindah lokasi ke Kielder Castle. Kurang lebih perjalanannya menghabiskan waktu 20 menitan. Setiba di sana, kami disambut dengan kastil tua di tengah bukit, cuaca semakin dingin saat itu. Apalagi saya dan anak saya yang salah kostum, dari rumah berpakaian ala musim lumayan panas, ternyata di lokasi cuacanya seperti musim lumayan dingin hehehe... Rupanya winter belum juga move on.

Sesampainya di sana, pertama kali yang kami cari adalah toilet, abaikan dulu pemandangan yang lainnya, langsung meluncur ke sana. Di mana toiletnya? Ya di dalam kastil itu. Jangan bayangkan kastil tua yang horor dengan hantu noni-noni londo inggris. Kastilnya ini begitu masuk gerbang, disambut mobil antik yang parkir cantik, serta meja dan kursi tempat orang-orang menikmati minuman hangat. Eh...di dalam kastil ada cafenya, lebih ramai lagi. Selanjutnya kita naik ke lantai 2, nah ini baru nuansa kastil yang sesungguhnya. Di dalamnya semacam museum, antara lain isinya tentang pengetahuan burung Osprey, selanjutnya patung-patung petinggi pada masa kejayaan kastil, lukisan foto penghuni kastil, dan lain-lain. Yang paling ngeri menurut saya adalah peralatan berburu yang dipajang di sebuah ruangan, alatnya aneh-aneh dan mengerikan seperti di film horror.

Maaf wajahnya saya pixel karena belum ijin sama ortunya hehehe...
Meski kaki-kaki ini semakin lemah untuk melangkah, tapi semangat ini masih belum luntur untuk terus menyusuri dan menguak keindahan-keindahan yang ada di area kastil. Kami pun memutuskan untuk ke sebuah maze yang dibuat dari bebatuan. Anak-anak semangat sekali karena merasa tertantang, sementara saya cemas jika terparangkap dalam maze itu, lalu gak bias pulang, lalu sampe gelap, malam, lalu....nguk ngelantur. Karena saya ini tipe wanita yang mudah kesasar, ke tempat wudhu masjid aja nyasar apalagi ke mystery maze ini #lebay mode on. Alhamdulillah, kami semua bisa keluar dari maze dengan selamat.
 
Lanjut, kali ini kami ingin ke bagian hutannya. Dengan hanya mengikuti petunjuk arah yang ada "Forest (panah)" karena kami terpisah dari rombongan yang telah lebih dahulu menuju ke hutan. Lho panahnya kok ada 2, warna hijau dan merah? Dengan gagah berani saya memutuskan untuk mengikuti panah warna merah, kami menyusuri jalan setapak, jembatan kayu dengan sungai bergemiricik di bawahnya, pohon-pohon tinggi, semak-emak belukar yang meraih-raih kaki, dan sampailah kita di.....area perumahan. Yah rupanya panah merah itu menuju ke area perumahan warga. Ya sudahlah, eits tapi di sana ada play ground, anak-anak pun kembali bersuka ria meskipun kita sudah salah jalan. Di sana pula terdapat taman yang imut buatan warga setempat. Ehm...foto-foto dulu di sana siapa tahu taman ini bias direalisasikan di Indonesia, aamiin.
 
Setelah puas nyasar, kami semua harus kembali ke kastil tempat kita semua berkumpul sebelum pulang karena bus nya parker di sana. Istirahat sebentar sambil menghabiskan bekal hingga waktunya pulang tiba. Alhamdulillah perjalanan hari itu lancar meski sempat diwarnai sedikit kehebohan tentang lenyapnya setumpuk tas kresek (untuk kantong muntah) secara misterius. Situasi sempat sedikit genting karena peran tas kresek itu sangat penting bagi penumpang "pemabuk". Alhamdulillah, di saat terakhir menjelang pulang, kresek berhasil ditemukan. Horeee....para "pemabuk" itu pun tersenyum lega.


Playground



Perahu yang tampak mungil

Taman



 


Selasa, 28 Juli 2015

Bertemu Beruang Kutub Bjorn

Elus...elus...elus...
Beberapa waktu lalu, anak dan suami saya pergi berkunjung ke museum Hancock atau biasa dikenal dengan Great North Museum, lokasinya berdekatan dengan Newcastle University. Pada hari itu museum Hancock kedatangan rombongan teater Los Kaos yang akan memperkenalkan beruang kutub koleksinya yang bernama Bjorn. Wah beruang kutub didatangkan ke Newcastle? Hemmm saya pun turut penasaran, tapi sayang sekali, hari itu saya tidak memiliki kesempatan untuk bergabung dengan anak dan suami saya untuk bertemu langsung dengan Bjorn.

Bjorn ini memang beruang kutub, tapi jangan salah, bukan beruang beneran kok meskipun bentuk, penampilan, dan gerak-geriknya mirip dengan beruang kutub yang asli. Bjorn ini adalah sebuah robot yang diciptakan secara detail oleh seorang seniman dengan tujuan hiburan dan sarana pendidikan yang interaktif dan tentunya menarik bagi anak-anak. Bukan anak-anak saja sih sebenarnya yang tertarik, para orang dewasa pun juga akan merasa tertarik dan terhibur melihat makhluk nan imut ini.

Penasaran dengan penampakan Bjorn? Berikut ini foto-foto yang diambil saat menemani anak kami berinteraksi dengan Bjorn.
 
Jangan berebut elus-elusnya ya...

Ayo Bjorn sapa anak-anak yang di sebelah sana #puk...puk...

Bjorn...ke sebelah sini dong...!

Bagi yang penasaran seperti apa sih gerak-geriknya si beruang kutub Bjorn ini, silahkan dilihat langsung dalam tayangan Youtube berikut ini.
 

 
 
Wah jika alat bantu belajarnya semenarik dan sekiyut beruang kutub di atas, pasti belajarnya lebih semangat hehehe... Bjorn, kapan kamu datang ke Indonesia?