Tampilkan postingan dengan label KENANGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KENANGAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Juli 2014

Tempura Sosis


Bismillahirrahmaanirrahiim
Sembari menunggu saat berbuka puasa. Saya ingin berbagi cerita tentang makanan kecil yang biasanya dijajakan di depan SD-SD di desa saya. Pernah dengar tempura? Tempura yang satu ini jangan dibayangkan seperti tempura-tempura Jepang yang terbuat dari udang segar dan harganya mahal. Tempura yang saya maksud ini adalah yang terdiri dari sosis, ada juga mie, ada juga nugget, yang kemudian ditusuk dengan lidi, digoreng dengan minyak banyak, dan dijual dengan harga Rp. 500,- per tusuk.

Saat saya kecil sebenarnya jajanan ini belum ada, saya baru mulai menikmatinya saat saya kuliah itupun tidak sering hanya jika sedang ada pasar malam di gang sekitaran rumah kos saja saya bisa menikmatinya. Saya ketemu dengan jajanan ini setelah saya menikah dan tinggal di Malang, kebetulan rumah saya dekat dengan sekolahan, nah di sana banyak bapak-bapak nongkrong dengan sepedanya yang berjualan tempura, cilok, dan sebangsanya. Biasanya sepulang saya menjemput anak atau sepulang ngajar saya mampir ke sekolahan dulu untuk beli jajanan yang satu ini.


Anak saya sendiri kurang suka dengan tempura, paling kalaupun makan cuma 1 tususk, dan sisanya saya he3.... Tidak apa-apa, lebih baik malah jika dia tidak suka karena sebenarnya saya sendiri tidak tega dengan saos merahnya, dan minyak yang digunakan untuk menggoreng. Tapi saya sendiri tidak pernah kapok -__-. Eh tak lama setelah itu, ada warung kecil yang baru dibuka di dekat sekolah tempat saya mengajar. Di sana ternyata menu utamanya adalah aneka macam tempura, wah senang rasanya hati.

Biasanya saya mampir ke warung ini sebelum pulang ke rumah, atau kadang saat menunggu rapat, saya mampir dulu ke warung ini sekedar mengisi perut, jadi makan siangnya hanya tempura dan milkshake instan yang juga dijual di warung tersebut. Kadang teman-teman di kantor juga ikut iuran, jadinya kita beli tempura banyak sekali untuk dinikmati bersama. MasyaAllah seru sekali rasanya waktu itu.

Saat di sini tiba-tiba kangen dengan tempura, jadilah saya bikin sendiri dengan menggunakan bahan sosis kecil dan sosis yang besar. Belinya harus di toko halal ya. Sambalnya cukup menggunakan sambal botol yang saya beli di toko Cina dekat kampus suami saya.

Cara membuatnya pun cukup mudah, untuk sosis kecilnya, saya tusul dengan tusukan sate, lalu saya kerat-kerat, jangan sampai putus. Kemudian tarik agar keratannya terlihat seperti spiral. Jika ingin ditambah mie, tinggal merebus mie kuning lalu dililit-lilitkan pada sosisnya. Kalau sosis besarnya hanya saya potong-potong saja lalu tususk. Goreng semuanya, setelah itu tinggal sajikan dengan saos pedas. Nah lagi-lagi anak saya pun tidak mau memakannya, mencobanya saja tidak berminat. Jadilah saya berpesta tempura sambil menikmati youtube sendirian he3.... Yang jelas tempura bikinan sendiri lebih aman untuk dikonsumsi, Alhamdulillah.


Ayat hari ini:
Surat Al-Mutaffifin (Orang-orang yang curang) ayat 16-20

16. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.
17. Kemudian dikatakan (kepada mereka), "Inilah (azab) yang dahulu kamu dustakan".
18. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang berbakti benar-benar tersimpan dalam 'Illiyyin.
19. Dan tahukah engkau apakah 'Illiyin itu?
20. (Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal),

Jumat, 06 Juni 2014

Kabar dari Sahabat Lama


Mendengar kabar dari seorang kawan lama itu memang sangat menyenangkan. Bertahun-tahun tidak bertemu dan berbagi kabar, tiba-tiba muncul lewat media sosial. Bikin kaget tentunya, apalagi saya sudah jauh ketinggalan kabar darinya.

Sebelum saya ke Newcastle sebenarnya sempat mampir ke rumahnya. Waktu itu dia masih single alias belum menikah. Nah tiba-tiba sudah ada foto bayi di profilnya. MasyaAllah ternyata dia sudah berkeluarga dan memiliki 1 anak yang usianya sudah 1 tahun. Mendengar kabar itu, rasanya senang, turut berbahagia, tapi juga ada sedikit marah dan jengkel karena kenapa baru sekarang memberi kabar. Kenapa tidak dari dulu pas waktu akan menikah, jadinya bisa ke acara walimahannya. Kenapa begini, kenapa begitu.....akhirnya saya yang mencecar pertanyaan kenapa dan kenapa.

Lhah...yang dicecar pertanyaan cuma jawab kalem dan berkali-kali minta maaf karena baru bisa memberi kabar sekarang. Alhamdulillah, saya turut merasa senang dan ikut mendoakan bagi kebahagiaannya dan keluarganya.

Kami dulu bersahabat, meski beda sekolah. Kami bertemu karena kesamaan hobi, yaitu musik. Meski persahabatan kami terjalin sejak SMA, alhamdulillah silaturahmi tetap terjalin meski hanya melalui media sosial saja. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rizki dan kesehatan bagi sahabat saya dan keluarganya. Amin.

NB: Maap gambar ilustrasinya ndak nyambung, soalnya pingin nunjukin aja kalo di Newcastle juga ada Mojo Service, lucu saja namanya mengingatkan saya pada bengkel-bengkel sepeda motor yang ada di Malang he3.... Mojo, jowo buanget :-D Saya lokasi ini di depan Elswick Park, sepulang saya ngantar anak saya berenang. Akhirnya saya ambil gambarnya.

#Ayat hari ini:
Surat An-Nazi'at (Malaikat-malaikat yang mencabut) ayat 11-14

11. "Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?"
12. Mereka berkata, "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan."
13. Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja.
14. Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru).

Rabu, 28 Mei 2014

Di Balik Kenangan Film Postman Pat


Malam ini masih asyik menikmati film Postman Pat sambil mengingat-ingat masa bahagia di masa kecil. Awal melihat filmnya ini saat saya masih kelas 2 SD, dan televisi yang menyiarkannya saat itu adalah TPI alias Televisi Pendidikan Indonesia. Biasanya saya melihat film ini saat jam istirahat sekolah, kebetulan orang tua saya menempati rumah dinas di sekolah tempat saya belajar dan bapak juga mengajar di sekolahan itu, jadi rumah dan halaman sekolah sudah satu paket alias menyatu, kalau pas istirahat sekolah bisa dipastikan saya pulang. Teman-teman saya biasanya juga ikut nongkrong di depan televisi jika saya sedang menikmati film yang satu ini.

Yang saya sukai dari film ini adalah soundtrack nya, Jess si kucing yang selalu ikut ke mana saja Pat pergi, dan suasana pedesaan tempat tinggal Pat, rasanya indah, tenang,semua tetangganya baik, pokoknya desa yang ideal lah menurut saya saat itu. Rasa-rasanya sangat ingin tinggal di sana. Saya juga membayangkan memiliki kucing yang patuh seperti Jess, dan mau mengikuti saya ke mana saja, bulunya juga selalu bersih. Saya pernah punya kucing, saat itu saya masih SD juga, sebenarnya kucing liar yang selalu mengikuti saya gara-garanya pernah saya kasih makan sekali waktu dia sangat-sangat kelaparan. Ceritanya waktu saya sedang disuruh ibu membeli ikan asin di toko sebelah, saat pulang ada seekor kucing yang mengeong-ngeong dan mendekati kaki saya, otomatis saya pun kesulitan berjalan karena dia terus-terusan mengikuti kaki saya berjalan. Akhirnya saya ambil lah barang 1 ekor ikan asin di bungkusan kertas yang saya bawa, kucing itu makan dengan lahapnya. Lalu dia mengikuti saya pulang ke rumah. Di rumah saya bermain-main dengan kucing itu, saya gendong, saya elus-elus, saya ajak main boneka, tapi di luar rumah, biasanya di bawah pohon Bugenvil di depan kelas.

Saat malam tiba, bapak tidak mengijinkan kucing itu tidur di dalam rumah, jadi saat itu saya suruh dia tidur di depan keset depan pintu, saat pintu saya tutup, lumayan lama dia mengeong-ngeong, duh sedihnya waktu itu. Malam itupun jadi sulit tidur, tapi lama-lama ketiduran juga sih, yah namanya juga anak-anak. Keesokan harinya, si kucing sudah tidak ada, sempat sedih sih. Eh...tapi siangnya waktu saya bermain-main di depan rumah, dia tiba-tiba datang dan langsung menghampiri kaki saya, duh....seneng sekali. Langsung saya kasih makan, dan bermain sama-sama lagi. Begitulah hari-hari saya bersama si kucing  beberapa hari kemudian, berpisah saat malam hari, dan bertemu lagi keesokan harinya. Tapi entah kenapa kucing itu tidak pernah datang lagi, meski sudah saya panggil-panggil, dan mencoba untuk keliling di sekitar rumah, tetap tidak ada tanda-tanda kemunculannya. Ah... jadi kangen sama si kucing.

Sejak kecil sebenarnya saya sangat ingin sekali memiliki kucing, banyak usaha yang saya lakukan agar bisa memeliharanya. Tapi orang tua belum percaya sih kalau saya bakalan bisa merawat kucing, iya juga sih memang, namanya juga anak SD. Tapi selalu ada usaha biar bisa dekat-dekat sama kucing, kebetulan tetangga punya kucing, dan beranak 4, anaknya gemuk-gemuk sekali. Sekalinya main ke rumah, saya beri makan nasi sama lumatan pindang, yess berhasil, anak-anak kucing itu setiap hari datang ke rumah he3....

Suatu hari pernah juga meminta info ke teman-teman kira- kira kalau mau memelihara kucing mintanya ke mana ya....kalau beli jelas nggak mungkin lah, mana punya uang saat itu. Akhirnya saya dan kakak saya diantara salah seorang teman ke rumah seorang nenek, lupa neneknya siapa waktu itu, yang jelas teman itu bilang kalau nenek itu punya banyak sekali kucing. Wiuh....jadi tidak sabar untuk segera ke sana. Di hari yang sudah direncanakan, kami pergi rumah nenek itu, benar sekali banyak sekali kucing di rumah nenek itu, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Kucing nongkrong di sana-sini, juga berseliweran ke sana kemari Surganya kucing lah pokoknya. Saya merasa kerasan sekali berlama-lama di sana.

Tanpa basi-basi teman saya bilang ke nenek itu kalau saya ingin minta kucing. Saya sih maunya kucing yang sudah besar, tapi si nenek menyarankan yang kecil saja biar mudah membiasakan dan menyesuaikan diri di rumah yang baru, begitulah kurang lebih inti nasehatnya. Akhirnya nenek membawakan kami 1 ekor anak kucing yang ditaruh di dalam karung tertutup. Kenapa demikian? Menurut sang nenek agar kucing itu tidak tahu jalan pulang sehingga tidak kembali ke rumah nenek lagi. 

Kami bertiga pun jalan pulang. Selama di jalan, anak kucing itu meronta-ronta. Karena kasihan, saya minta kakak saya untuk membuka karung itu, khawatir kucing itu tidak bisa bernafas. Saya coba buka pelan-pelan karung itu, eh anak kucingnya segera melompat keluar dan meninggalkan bekas cakaran di tangan saya. Larinya cepat sekali, kami pun tak sanggup mengejarnya. Mau kembali ke rumah si nenek, takut dimarahi karena tidak mengikuti nasehatnya. Nggak jadi deh bawa kucing pulang, rasanya mau menangis.

Setelah saya menikah, kebetulan rumah saya dekat dengan rumah seorang teman yang beternak dan menjual kucing-kucing Angora. Sekalinya main ke rumahnya, senang sekali melihat kucing-kucing dengan bulu lebat dan hidung pesek berseliweran ke sana kemari, ada juga yang malas, kerjanya tidur melulu meski sudah digelitikin. Tapi sekarang saya tidak lagi terpikir untuk memelihara kucing meski sebenarnya kesempatannya akan lebih besar. Saya merasa belum mampu merawat kucing-kucing lucu itu dengan baik, saya juga ragu apakah hidup mereka akan lebih bahagia jika saya rawat?


# Ayat hari ini
Surat An-Naba (Berita Besar) ayat 36-40

36. Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu.
37. Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia.
38. Pada hari, ketika ruh, dan para malaikat yang berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar.
39. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.
40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, "Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah".

Sabtu, 18 Juli 2009

KENANGAN
















Foto anak-anak TA B tahun ajaran 2008-2009

Ini adalah foto beberapa dari murid-murid di kelas saya mengajar. Rencana awalnya saya ingin mengpload semua foto-foto anak-anak, namun entah karena apa rencananya tidak terselesaikan. Apalagi saat ini saya sudah tidak lagi memiliki foto-foto lengkapnya lagi. File yang saya punya sudah berpindah tangan ke pemilik laptop saya yang baru. Namun kenangan-kenangan lucu dan seru bersama anak-anak insyaAllah tidak akan turut berpindah tangan. Senang, sedih, lucu, marah, rindu semuanya menjadi bagian dari kehidupan saya hingga nanti. Semoga kalian semua tumbuh menjadi seseorang yang solih dan solihah, di tangan kalianlah nanti dunia ini bergantung. Genggamlah erat-erat dengan nama Allah.