Tampilkan postingan dengan label Liqo'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liqo'. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 September 2014

Syarat-syarat Haji


Alhamdulillah sebentar lagi seluruh umat Islam di dunia akan merayakan Hari Raya Qurban atau Idul Adha. Banyak pula umat muslim yang melaksanakan ibadah haji tentunya. Oleh karena itu kali ini saya ingin belajar tentang hal-hal yang terkait dengan ibadah haji, sekaligus menabung ilmu jika suatu saat nanti diundang Allah SWT untuk berhaji, amin.

Kali ini materi saya dapatkan dari mendengar ceramah Ustad Abduh Tuasikal yang berjudul "Syarat-syarat Haji". Berikut ringkasan materinya:

Ibadah haji adalah amalanyang utama, oleh karena itu kita tidak boleh melakukannya hanya sekedarnya saja, melainkan harus mengetahui ilmunya agar ibadah haji yang kita laksanakan sempurna. Dan juga agar kita terhindar dari hal-hal yang diharamkan selama melaksanakannya.

Syarat-syarat ibadah haji.
Yaitu kapan seseorang memenuhi syarat ini sehingga dia dikenakan wajib berhaji. Ulama syafi'iyah disebutkan dalam Al Qhodi Abu Syuja' bahwasanya syarat berhaji itu ada 7, yaitu:

1. Beragama Islam
Hanya orang-orang muslim lah yang diwajibkan melaksanakan ibadah haji ini sebagai bentuk pelaksananan rukun Islam yang 5, yaitu syahadat, sholat, zakat, puasa, haji.

2. Baligh
Bagi seseorang yang sudah baligh maka wajib atasnya melaksanakan ibadah haji seumur hidup sekali. Jika anak-anak mengikuti haji orang tua atau kakeknya maka belum bisa dikatakan bahwa dia telah berhaji, namun orang tua akan mendapatkan pahalanya, dan hajinya dikatakan sunnah tathawwu'. Saat dewasa kelak, dia tetap dikenakan kewajiban haji padanya.

3. Berakal
Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, "Diangkat pembebanan hukum dari tiga kelompok orang, yaitu orang tidur sehingga dia bangun, anak kecil sehingga dia bermimpi, dan orang gila sampai dia sembuh". (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).

4. Orang merdeka atau bukan budak
Karena ibadah haji memerlukan waktu yang lama, maka budak tidak diwajibkan melaksanakan ibadah haji karena khawatir kepentingan tuannya akan terabaikan.

5. Adanya bekal dan kendaraan
Bekal yang dimaksud ada 2 macam, yaitu bekal selama dalam perjalanan, dan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan selama melaksanakan ibadah haji.

6. Aman
Jalan yang dilalui menuju lokasi ibadah haji aman dari gangguan-gangguan sperti misalnya perampok, dan lain sebagainya yang dapat mengancam keselamatan seseorang.

7. Mampu melakukan perjalanan
Seseorang tersebut sehat dan tidak sakit yang dapat menghambatnya pergi ke tempat ibadah haji.

Demikianlah ketujuh syarat yang harus dipenuhi  seseorang jika ingin melaksanakan ibadah haji. Ulama yang lainnya menambahkan syarat yang ke-8, yaitu

8. Mahram bagi wanita
Sesuai dengan hadist yang berbunyi "Janganlah seorang wanita safar sejauh tiga hari (perjalanan) melainkan bersama dengan mahramnya." (HR Imam Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Abu Daud). Jika pun tetap dilaksanakan, maka hajinya tetap sah namun wanita tersebut berdosa karena telah melanggar peraturan dalam hadist tersebut.


Sumber:

  • Ustad Abduh Tuasikal di https://www.youtube.com/watch?v=S7u_l57wmZ0
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Five_Pillars_of_Islam
  • http://www.subkialbughury.com/2012/04/mana-yang-lebih-utama-haji-tathawwu-atau-sedekah/
  • http://islamind.blogspot.co.uk/2011/12/shalat-tathawwu.html
  • http://iwan-uni.blogspot.co.uk/2005/10/syarat-ibadah-haji-dan-umrah.html

#Ayat hari ini:
Surat Al Fajr (Fajar) ayat 21-25

21. Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),
22. dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris,
23. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu.
24. Dia berkata, "Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini."
25. Maka pada hari itu tidak ada seorangpun yang mengazab seperti azab-Nya (yang adil),

Rabu, 10 September 2014

Abdullah bin Ummi Maktum


Saya mengetahui nama tokoh ini saat sedang membaca terjemahan surat Abasa, dan nama ini terdapat pada keterangan kecil di bawah bagian terjemahan. Saya jadi penasaran, siapa beliau ini sehingga namanya berkaitan erat dengan Al-Qur'an khususnya surat Abasa.

Siapakah Beliau?
Nama sebenarnya adalah Abdullah bin Umar bin Syuraikh. Beliau adalah sepupu Ummul Mu'minin Khadijah binti Khuwalid ra. Ayahnya bernama Qais bin Zaid, ibunya bernama 'Atikah binti Abdullah. Ibunya bergelar Umi Maktum karena anaknya, yaitu Abdullah lahir dalam keadaan buta. Beliau adalah sahabat suku Quraisy yang termasuk hijrah ke Madinah rombongan pertama. Beliau sampai di Madinah sebelum kedatangan Rasulullah SAW. Beliau juga termasuk kelompok yang pertama masuk Islam.  Beliau juga banyak menerima siksaan dari orang-orang kafir Quraisy seperti halnya yang dialami oleh mereka yang pertama-tama masuk Islam. Setiap waktu luangnya selalu beliau isi dengan menambah ilmu Islam.

Kisah Turunnya Surat Abasa
Pada masa-masa awal, Rasulullah sering mengadakan dialog dengan pemimpin-pemimpin Quraisy, mengharapkan semoga mereka masuk Islam. Pada suatu hari baginda sedang berhadapan dengan Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, 'Amr bin Hisyam (Abu Jahal), Umayyah bin Khalaf, dan Al Walid bin Mughirah (ayah dari Sayyidina Khalid bin Al Walid).
Rasulullah SAW berunding dan bertukar pikiran dengan mereka tentang Islam. Baginda sangat ingin mereka menerima dakwah dan menghentikan penganiayaan terhadap para sahabat baginda. Saat itu Rasulullah SAW berdakwah dengan sungguh-sungguh, tiba-tiba Abdullah bin Ummi Maktum datang meminta dibacakan kepadanya ayat-ayat Al-Qur'an. Kata Abdullah, "Ya Rasulullah! Ajarkan kepadaku ayat-ayat yang telah diajarkan Allah kepadamu!"
Rasul yang mulia tidak memperdulikan permintaan Abdullah bahkan berpaling lalu meneruskan pembicaraannya dengan pemimpin Quraisy tersebut. Mudah-mudahan dengan Islamnya mereka, Islam bertambah kuat, dan dakwah bertambah lancar. Selesai berbicara dengan mereka, Rasulullah SAW mencoba hendak pulang, tetapi tiba-tiba penglihatan beliau gelap, dan kepala beliau terasa sakit seperti terkena pukulan. Kemudian Allah mewahyukan kepadanya Surat Abasa ayat 1- 16 yang artinya sebagai berikut:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
  1. Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling,
  2. karena seorang butatelah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum).
  3. Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa),
  4. atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran yang memberi manfaat kepadanya?
  5. Adapaun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy),
  6. maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya,
  7. padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).
  8. Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
  9. sedang dia takut (kepada Allah),
  10. engkau (Muhammad) malah mengabaikannya.
  11. Sekali-kali jangan (begitu). Sungguh (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan,
  12. maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya,
  13. di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah),
  14. yang ditinggikan (dan) disucikan,
  15. di tangan para utusan (malaikat),
  16. yang mulia lagi berbakti.
Enambelas ayat itulah yang disampaikan Jibril Al-Amin ke dalam hati Rasulullah SAW berhubungan dengan peristiwa Abdullah bin Ummi Maktum, yang senantiasa dibaca sejak diturunkan sampai sekarang, dan akan terus dibaca sampai hari Kiamat.
Sejak hari itu Rasulullah tidak lupa memberikan tempat yang mulia bagi Abdullah. Apabila dia datang, Baginda mempersilahkannya duduk di tempat duduk beliau. Bertanya keadaannya, dan beliau penuhi kebutuhannya. Tidaklah heran kalau beliau memuliakan Abdullah sedemikian rupa karena teguran dari Allah itu sangat tegas.

Sang Muazzin
Setelah Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mengangkat Abdullah bin Ummi Maktum serta Bilal bin Rabbah menjadi muazzin Rasulullah SAW. Saat bulan Ramadhan, tugas mereka bertambah. Bilal azan untuk membangunkan kaum muslimin untuk bersahur, dan Abdullah azan ketika masuk Subuh agar semua orang menghentikan makan, minum, dan segala aktivitas yang membatalkan puasa, dan menunaikan sholat.

Abdullah adalah Orang Kepercayaan Rasulullah
Demi memuliakan Abdullah, beberapa kali Rasulullah mengangkatnya menjadi wali kota Madinah menggantikan baginda apabila meninggalkan kota. Sebanyak 13 kali jawatan tersebut diamanahkan kepada Abdullah, di sumber yang lain 17 kali Abdullah diamanahi jabatan tersebut, wallahualam.

Syahid
Setelah perang Badar, Allah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang mengangkat derajat kaum muslimin yang berperang fi-sabilillah. Allah melebihkan derajat mereka yang pergi berperang dibanding dengan mereka yang tidak. Ayat-ayat tersebut sangat memberi kesan di hati Abdullah bin Ummi Maktum. Akhirnya beliau pun meminta ijin kepada Rasulullah SAW agar diijinkan turut serta dalam perang.

Pada tahun 14 H, Abdullah bin Ummi Maktum masuk ke dalam pasukan Perang Qadisyiah, yaitu perang melawan kerajaan Persia, dengan mengenakan baju besinya, tampil gagah, dan bertugas memegang panji bendera Islam.

Pada hari ketiga, pasukan Islam di bawah pimpinan Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra. meraih kemenangan terbesar dalam sejarah peperangan Islam pada masa itu. Namun kemenangan tersebut juga harus dibayar dengan gugurnya para syuhada, diantara mereka adalah sahabat dan muadzin Rasulullah SAW, Abdullah bin Ummi Maktum ra. Semoga Allah menerima amalan-amalan beliau dan memasukkan kita dan beliau ke dalam syurga Allah SWT, amin.


Sumber:
  • http://kisahmuslim.com/abdullah-bin-ummi-maktum-sang-muadzin-rasulullah/
  • http://www.kisahteladan.info/sahabat/abdullah-ummi-maktu.html (tapi terakhir kali saya buka, servernya error)

#Ayat hari ini:
Surat Al Fajr (Fajar) ayat 6-10

6. Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Ad?
7. (Yaitu) penduduk Iram (ibu kota kaum 'Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,
8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain.
9. dan (terhadap) kaum Samud yang memotong batu-batu besar di lembah,
10. dan (terhadap) Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),

Selasa, 02 September 2014

Syirik, Perbuatan Pembatal Syahadat


Beberapa hari lalu saya mendengarkan ceramah dari Ustad Syafiq Basalamah melalui You Tube, temanya tentang hal-hal yang dapat membatalkan syahadat. Saya baru menyadari bahwa syahadat ternyata bisa batal, oleh karena itu kita harus berhati-hati terhadap hal-hal yang dapat menyebabkan batalnya syahadat kita. Kemudian saya pun mencari sumber lain, agar lebih jelas hal-hal yang menyebabkan batalnya syahadat, nah salah satunya adalah sifat syirik.

Saya merangkum materi ini dari link dakwatuna.com. Berikut ringkasannya, yang mungkin akan bermanfaat baik bagi diri saya sendiri maupun pembaca semuanya. Bismillah, semoga Allah memudahkan kita semua untuk selalu lurus di jalanNya, amin.

Konsekuensi bagi seseorang yang mengucapkan syahadat adalah bahwa baginya hanya Allah SWT saja sebagai Tuhan yang harus ditaati, diikuti ajaran Nya, dipatuhi perintah Nya, dan dijauhi larangan Nya. Ini adalah pondasi ketauhidan seseorang yang harus dijaga kemurniannya seperti yang dicontohkan nabi kita Rasulullah SAW, seorang hamba hendaknya menghindar jauh-jauh dari hal-hal yang merusak kemurnian tauhid sebagai cerminan dua kalimat syahadat tersebut.

Setidaknya ada 3 hal yang bisa membatalkan syahadat seseorang, yaitu:

  1. Asy-syirku: yaitu menyekutukan Allah SWT.
  2. Al-ilhaadu: yaitu menyimpang dari kebenaran.
  3. An-nifaaku: yaitu berwajah dua, menampakan diri sebagai muslim sementara hatinya kafir.
Kali ini saya rangkum dulu perihal tentang syirik karena seluk-beluk tentang hal yang satu ini sangat panjang dan detil, semoga sabar ya yang membaca he3....

Syirik, adalah lawan kata dari tauhid, yaitu sifat menyekutukan Allah secara dzat, secara sifat, secara perbuatan, dan ibadah. Biar lebih jelas, begini contohnya:
  1. Secara dzat adalah dengan meyakini bahwa dzat yang dimiliki Allah seperti dzat makhluknya, akidah ini dianut oleh kelompok mujassimah (sekelompok orang yang meyakini bahwa Allah memiliki jissim atau fisik, mereka mengimani bahwa Allah memiliki tangan, mata, telinga secara fisik).
  2. Secara sifat artinya seseorang meyakini bahwa sifat-sifat makhluk sama dengan sifat-sifat Allah, dengan kata lain makhluk mempunyai sifat-sifat seperti sifat-sifat yang dimiliki Allah, tidak ada bedanya sama sekali.
  3. Secara perbuatan artinya seseorang meyakini bahwa makhluk mengatur alam semesta dan rizki manusia seperti yang telah diperbuat Allah selama ini.
  4. Secara ibadah artinya seseorang menyembah selain Allah dan mengagungkannya seperti mengagungkan Allah dan mencintainya seperti mencintai Allah.
Syirik-syirik dalam pengertian tersebut baik secara eksplisit maupun secara implisit telah ditolak oleh Islam. Contoh-contoh bentuk syirik, antara lain:
  • Menyembah patung / berhala, seperti pada firman Allah SWT dalam surat Al-Hajj ayat 30 "Barangsiapa mematuhi perintah dan larangan Allah dalam ibadah haji, maka ia telah melakukan sesuatu yang mendatangkan kebaikan di dunia dan di akhirat. Allah telah menghalalkan daging unta, sapi, dan kambing kepada kalian, kecuali pada situasi-situasi tertentu seperti apabila mati tanpa disembelih dan lain sebagainya yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an. Dari itu, hindarkanlah diri kalian dari penyembahan berhala, karena hal itu merupakan kotoran akal dan jiwa yang tidak pantas untuk disandang manusia. Hindari juga berkata bohong, baik yanag berkenaan dengan Allah maupun manusia."
  • Menyembah matahari, bulan, atau bintang, seperti dalam firman Allah SWT surat Al-A'raaf ayat 54 "Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah Nya. Ingatlah! Segala penciptaan urusan menjadi hak Nya, Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam." 
  • Menyembah malaikat dan jin, seperti dalam firman Allah SWT dalam surat Al-An'aam ayat 100 "Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan", tanpa (dasar) pengetahuan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan."
  • Menyembah para nabi seperti nabi Isa as yang disembah kaum Nasrani, dan Uzair yang disembah kaum Yahudi, keduanya sama-sama dianggap anak Allah. Hal ini seperti dalam firman Allah SWT surat At-Taubah ayat 30 "Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putra Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih putra Allah." Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?"
  • Menyembah rahib atau pendeta. Adi bin Hatim ra. pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai hal tersebut, seraya berkata, "Sebenarnya mereka tidak menyembah pendeta atau rahib mereka." Rasulullah SAW menjawab, "Benar, tetapi para rahib atau pendeta itu telah mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, sementara mereka mengikutinya. Bukankah itu tindak penyembahan terhadap mereka?"
  • Menyembah thaghuut. Istilah thaghuut diambil dari kata thughyaan yang artinya melampaui batas. Maksudnya segala sesuatu yang disembah selain Allah. Setiap seruan para Rasul intnya adalah mengajak kepada tauhid dan menjauhi thaghuut seprti dalam firman Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 36. Dan tauhid yang murni tidak akan bisa dicapai tanpa menghindar dari menyembah thaghuut, seperti dalam surat Al-Baqarah ayat 256. "Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barangsiapa ingkar kepada thaghuut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
  • Menyembah hawa nafsu. Hawa nafsu adalah kecenderungan untuk melakukan keburukan. Seseorang yang menuhankan hawa nafsu akan cenderung mengutamakan keinginan nafsunya di atas cintanya kepada Allah. Dengan demikian ia telah menaati hawa nafsunya dan menyembahnya. Seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Furqaan ayat 43. "Sudahkan engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?"
Sedangkan menurut macamnya, syirik dibagi menjadi 2, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Dari kedua macam ini, masing-masing mempunyai 2 dimensi, yaitu yang zhahir (tampak), dan khafiy (tersembunyi). Berikut penjelasannya:

Syirik Besar (asy-syirkul akbar)
Adalah tindakan menyekutukan Allah dengan makhluk Nya. Dikatakan syirik besar karena pelakunya tidak akan diampuni dosanya, dan tidak akan masuk surga Allah. Hal ini seperti dalam firman Allah dalam surat An-Nisaa ayat 16, "Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali."
  • Syirik besar zhahir contohnya adalah menyembah bintang, matahari, bulan, patung, batu, pohon besar, dan manusia (menyembah Fir'aun, raja-raja, Budha, Isa bin Maryam, malaikat, jin, dan syetan).
  • Syirik besar khafiy contohnya adalah meminta kepada orang-orang yang sudah meninggal dengan keyakinan bahwa mereka bisa memenuhi apa yang mereka yakini, atau menjadikan seseorang sebagai pembuat hukum, menghalalkan sekaligus mengharamkan seperti yang seharusnya menjadi hal Allah SWT.
Syirik Kecil (asy-syirkul asghar) 
Adalah tindakan yang mengarah kepada syirik tetapi belum sampai ke tingkat keluar dari tauhid, hanya saja mengurangi kemurniannya.
  • Syirik kecil zhahir, dibagi menjadi 2, yaitu berupa lafal (pernyataan), dan perbuatan. Contoh syirik dalam bentu ini misalnya bersumpah dengan nama selain Allah dan mengarah ke syirik seperti demi nabi, demi Ka'bah, demi kakek dan nenek. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda, "Siapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka ia kafir dan musyrik" (HR. Turmidzi; 1535). Contoh lafal yang mengarah ke syirik pernyataan misalnya mengatakan "Kalau tidak karena Allah dan si fulan niscaya ini tidak akan terjadi." Memberikan nama anak dengan nama Abdul Ka'bah (artinya hamba Ka'bah), dan yang sejenisnya. Sedangkan contoh syirik zhahir berupa perbuatan misalnya mengalungkan jimat dengan keyakinan bahwa itu bisa menyelamatkan dari mara bahaya.
  • Syirik kecil khafiy, biasanya berupa niat atau keinginan seperti riya' dan sum'ah, yaitu ingin melakukan tindak ketaatan kepada Allah dengan niat ingin dipuji orang. Seperti firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 264 yang artinya, "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya' (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apapun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir." Sedangkan dalam hadist, Rasulullah bersabda, "Siapa yang menampakkan amalnya dengan maksud riya' Allah akan menyingkapnya di hari Kiamat, dan siapa yang menunjukkan amal shalihnya dengan maksud ingin dipuji orang, Allah mengeluarkan rahasia tersebut di hari Kiamat." (HR. Bukhari 11/288 dan Muslim no 2987).
Sebab-sebab Syirik
Ada 3 sebab utama munculnya perilaku syirik, yaitu:

1. Al Jahlu (kebodohan)
Oleh karena itu, masyarakat sebelum datangnya Islam disebut dengan masyarakat jahiliyah, karena mereka tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Dalam kondisi yang penuh dengan kebodohan, orang-orang cenderung berbuat syirik karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya harus mereka perbuat.
2. Dha'ful Iimaan (lemahnya iman)
Seseorang yang imannya lemah cenderung berbuat maksiat, sebab rasa takutnya kepada Allah tidaklah kuat. Lemahnya rasa takut kepada Allah ini akan dimanfaatkan oleh hawa nafsu untuk menguasai diri seseorang. Ketika seseorang dibimbing oleh hawa nafsunya, maka tidak mustahil ia akan jatuh ke dalam perbuatan-perbuatan syirik seperti memohon kepada pepohonan besar karena segera ingin kaya, pergi ke dukun untuk memikat hati seseorang, dan lain sebagainya.
3. Taqliid (meniru dan mengikuti).
Al-Qur'an selalu menggambarkan bahwa orang-orang yang menyekutukan Allah selalu memberi alasan mereka melakukan itu karena mengikuti jejak nenek moyang mereka. Seperti dalam firman Allah SWT surat Al-A'raf ayat 28 yang artinya, "Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, "Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Katakanlah, "Sesungguhnya Allah tidak pernah menyuruh berbuat keji. Mengapa kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?""

Bahaya-bahaya Syirik
Beberapa bahaya syirik diantaranya adalah:

  • Syirik adalah kezaliman yang nyata.

Seperti dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Luqman ayat 13 yang artinya "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku!Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."" Mengapa disebut kezaliman yang besar. Sebab dengan berbuat syirik seseorang telah menjadikan dirinya sebagai hamba makhluk yang sama dengan dirinya yang tidak berdaya apa-apa.

  • Syirik merupakan sumber khurafat.

Khurafat adalah kepercayaan dalam konsep animisme dan dinamisme, merupakan bid'ah dalam bidang akidah. Orang-orang yang meyakini bahwa selain Allah bisa memberi manfaat atau bahaya berarti ia telah siap melakukan segala khurafat dengan mendatangi para dukun, kuburan-kuburan angker, dan mengalungkan jimat di lehernya.

  • Syirik adalah sumber ketakutan dan kesengsaraan.

Allah SWT berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 151 yang artinya "Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim."

  • Syirik merendahkan derajat kemanusiaan si pelakunya.
Firman Allah SWT dalam surat Al-Hajj ayat 31 yang artinya "(Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah, tanpa mempersekutukanNya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh."

  • Syirik menghancurkan kecerdasan manusia.

Firman Allah SWT dalam surat Yunus ayat 18 yang artinya "Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, "Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah". Katakanlah, "Apakah kamu akan memberitahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi?" Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan itu."

  • Orang-orang musyrik tidak akan mendapat ampunan Allah dan akan masuk neraka selama-lamanya.

Hal ini disampaikan Allah SWT dalam surat An-Nisaa' ayat 116 yang artinya "Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali." Dalam dalam surat Al-Maidah ayat 72 yang artinya "Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam." Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, "Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu."

Sumber:
  • http://www.dakwatuna.com/2007/11/02/295/hal-hal-yang-membatalkan-syahadat-bagian-1/#axzz3C8vA0hpe
  • http://www.islam-institute.com/mujassimah-musyabbihah-adalah-aqidah-kaum-wahabi-salafi.html
  • http://www.alkhoirot.net/2012/08/hukum-taqlid.html
  • http://www.risalahislam.com/2013/10/pengertian-tahayul-bidah-dan-khurafat.html

#Ayat hari ini
Surat Al Ghasyiyah (Hari Pembalasan) ayat 16-20

16. dan permadani-permadani yang terhampar.
17. Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?
18. Dan langit, bagaimana ditinggikan?
19. Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?
20. Dan bumi bagaimana dihamparkan?

Selasa, 19 Agustus 2014

Hadist Arbain Nawawi ke-8


Bismillah, kembali merangkum tentang hadist, kali ini hadist Arbain Nawawi ke 8, dengan demikian saya bisa belajar tentang hadist-hadist. Belajar sekaligus menuliskannya agar lama diingatan, amin. Semoga Allah memudahkan kita semua dalam mencari ilmu.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم    قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا  مِنِّي دِمَاءُهُمْ وَأَمْوَالُـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ
[رواه البخاري ومسلم ]
Dari Ibnu Umar Ra. sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda, "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah SWT."
(HR Bukhari dan Muslim)

Catatan:
Hadist ini secara praktis dialami zaman kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, sejumlah rakyatnya ada yang kembali kafir. Maka Abu Bakar bertekad memerangi mereka termasuk diantaranya mereka yang menolak membayar zakat. Maka Umar Bin Khatab menegurnya seraya berkata, "Bagaimana kamu akan memerangi mereka yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah sedangkan Rasulullah telah bersabda: "Aku diperintahkan....(seperti hadist di atas).". Maka berkatalah Abu Bakar:"Sesungguhnya zakat adalah haknya harta". Hingga akhirnya Umar menerima dan ikut bersamanya memerangi mereka.

Penjelasan dari hadist:
"Aku diperintahkan"
Maksudnya adalah bahwa Allah lah yang telah memerintahkan beliau, beliau tidak menyebutkan subyeknya karena saat itu beliau berbicara pada sahabatnya yang tentu saja tahu siapa yang dimaksud oleh Rasul, dan hal ini dimaklumi karena yang memerintahkan dan melarang beliau hanyalah Allah SWT.
"Memerangi manusia hingga mereka bersaksi"
Maksudnya memerangi adalah menekan dengan menggunakan kekuasaan yang dimilikinya, namun tidak sampai dan tidak harus kemudian membunuh manusia-manusia itu. Hal ini juga terdapat dalam surat At-Taubah ayat 29 yang artinya berbunyi: "Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, tidak kepada hari akhir, tidak mengharamkan perkara yang diharamkan oleh Allah dan rasul Nya, dan tidak memeluk agama yang haq, yaitu orang-orang yang diberi Al-Kitab hingga mereka membayar jizyah dengan patuh sedangkan mereka dalam keadaan tunduk."

Dalam hadist lain telah menyebutkan bahwa manusia diperangi hingga mereka masuk Islam atau membayar jizyah (upeti).

Pelajaran yang terdapat dalam hadis ini adalah:
  1. Maklumat peperangan kepada mereka yang musyrik hingga mereka selamat.
  2. Diperbolehkannya membunuh orang yang mengingkari shalat dan memerangi mereka yang menolak membayar zakat.
  3. Tidak diperbolehkan berlaku sewenang-wenang terhadap harta dan darah kaum muslimin.
  4. Diperbolehkannya hukuman mati bagi setiap muslim jika dia melakukan perbuatan yang menuntut dijatuhkannya hukuman seperti; berzina bagi orang yang sudah menikah (muhshan), membunuh orang lain dengan sengaja, dan meninggalkan agamanya dan jamaahnya.
  5. Dalam hadist ini terdapat jawaban bagi kalangan murji'ah yang mengira bahwa iman tidak membutuhkan amal perbuatan.
  6. Tidak mengkafirkan pelaku bid'ah yang menyatakan keesaan Allah dan menjalankan syariatnya.
  7. Di dalamnya terdapat dalil bahwa diterimanya amal yang zahir dan menghukumi berdasarkan sesuatu yang zahir sementara yang tersembunyi dilimpahkan kepada Allah.
Dari hadist tersebut dapat dijelaskan bahwa keislaman seseorang itu tidak hanya diukur sebatas syahadat (kesaksian) yang diucapkan saja, melainkan juga harus diukur dari komitmen dan pengamalan ajaran pokok Islam seperti sholat, dan membayar zakat. Orang yang sudah menunjukkan dan melaksanakan komitmennya pada ajaran Islam maka darah dan hartanya wajib dilindungi oleh pemerintah. Darahnya boleh ditumpahkan dan hartanya tidak boleh dirampas kecuali untuk kewajiban zakat.

Dalam  situs hasanalbana.com dijelaskan kemungkinan jika hadist ini dibaca oleh orang di luar Islam atau orang-orang yang memang sudah menyimpan kebencian terhadap Islam akan memberikan penilaian yang keliru terhadap hadist ini. Bisa saja mereka menggunakan hadist ini sebagai rujukan bahwa hadist ini memaksa orang di luar Islam untuk masuk Islam. Padahal faktanya tidak demikian, Islam tidak memaksa manusia untuk memeluk agama Islam. Oleh karena itu, hadist ini harus dijelaskan sebaik mungkin dan dalam konteks ajaran Islam yang universal.

Awalnya saya agak sedikit merasa ngeri membaca hadist ini, karena membaca temanya saja tentang ajakan perang, ternyata setelah membuka-buka beberapa literatur, Islam adalah agama yang peduli dan penuh kasih sayang terhadap sesama. Terutama tentang konsep zakat, disini sangat ditekankan sekali pentingnya zakat bagi pemeluk agama Islam karena di dalam zakat tersebut ada konsep tentang kepedulian terhadap orang-orang lain di sekitarnya., dan pengaruhnya sangat luar biasa baik bagi si penerima zakat maupun si pemberi itu sendiri. Di dalam harta kita ternyata bukan semata-mata hak milik kita seorang, meskipun katakanlah kita yang bekerja dan berupaya mendapatkannya, melainkan sebagian dari harta milik kita ada hak orang lain di dalamnya yang harus kita salurkan dengan niatan ikhlas hanya ingin mendapatkan ridha Allah semata.

Sumber:
  • http://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-8-perintah-memerangi-manusia-yang-tidak-sholat-dan-tidak-mengeluarkan-zakat/
  • Quran Cordoba Apps
  • http://indahnyamutiarasunnah.blogspot.co.uk/2012/04/penjelasan-hadits-arbain-imam-nawawi-ke_4761.html
  • ceramah ustad Rof'i S di https://www.youtube.com/watch?v=b_38jK3q9H0
  • http://www.hasanalbanna.com/syarah-hadits-arbain-ke-8-perintah-memerangi-manusia-yang-tidak-melaksanakan-shalat-dan-mengeluarkan-zakat/

#Ayat hari ini:
Surat At-Tariq (Yang Datang di Malam Hari) ayat 11-17

Al-Quran pemisah antara yang hak dan yang batil
11. Demi langit yang mengandung hujan,
12. dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,
13. sungguh, (Al-Quran) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil),
14. dan, (Al-Quran) itu bukanlah sendau gurauan.
15. Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat,
16. dan Aku pun membuat rencana (tipu daya yang jitu).
17. Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir. Berilah mereka kesempatan untuk sementara waktu.

Senin, 18 Agustus 2014

Hadist Arbain ke 7


Alhamdulillah hari ini saya bisa melanjutkan lagi menulis tentang hadist arbain ke 7. Semoga bermanfaat bagi saya maupun bagi pembaca yang lain. Tujuan saya menuliskannya adalah terutama untuk belajar, dengan cara menuliskannya di blog minimal saya membaca dan merenungi hadist-hadist ini. Semoga Allah memberi kemudahan bagi kita semua untuk menyerap ilmu-ilmu Nya, amin.

Berikut adalah bunyi dari hadist arbain ke-7:

عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ .
[رواه البخاري ومسلم]
Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari ra, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: "Agama adalah nasehat. "Kami berkata, Kepada siapa? Beliau bersabda, "Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul Nya dan kepada pemimpin kaum muslimin dan rakyatnya." 
(HR Bukhari dan Muslim)

Pelajaran yang dapat diambil dari hadist ini adalah:
  1. Agama Islam berdiri tegak di atas upaya saling menasehati, maka harus selalu saling menasehati diantara masing-masing individu muslim.
  2. Nasehat wajib dilakukan sesuai kemampuannya.
Tema hadis dan ayat yang terkait:
  • Dakwah dan Amar Ma'ruf  Nahi Munkar
Surat 3(Ali Imran / Keluarga Imran) ayat 104
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."
  • Pentingnya selalu upaya untuk saling mengingatkan
Surat 51 (Surat Adh-Dhariyat / Angin yang menerbangkan) ayat 55
"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman."

Agama adalah nasehat,
Dalam kitab shahih Muslim dengan syarh Imam Nawawi, bahwa yang dimaksud dengan nasehat adalah:

  • Mengalirkan keberuntungan bagi orang yang dinasehati.
  • Nasehat dalam bahasa Arab berasal dari kata Nashaha yang berarti menjahit. Seseorang yang menasehati adalah bagaikan penjahit yang membuat kain yang tidak indah, tidak bisa dipakai pakaian, menjadi indah dan layak untuk dipakai.
  • Kata-kata nashaha bisa berarti pula memurnikan madu dari lilin, seseorang yang memberikan nasehat adalah bagai peternak lebah yang mahir dalam memurnikan madu dari lilin dari segala campuran.
Agama adalah nasehat maksudnya adalah bahwa dasar yang kokoh dalam beragama adalah saling memberikan nasehat.. 
An Nashiihah adalah lawan dari sikap khianat dan tipu daya. Kalau khianat dan tipu daya berarti ketidakcocokan antara sesuatu yang ditampakkan (lahiriah) dengan sesuatu yang disembunyikan (terpendam dalam hati dan direncanakan selanjutnya), maka an nashiihah adalah kejujuran dan keikhlasan; sama antara lahiriah (diucapkan, dikerjakan, dan ditampakkan) dengan batiniah (yang terdapat dalam hati).
An Nashiihah juga bermakna kemurnian niat dan tekad untuk memberikan kebaikan kepada obyek penerima tanpa ada tendensi atau kepentingan lain.

Nasehat bagi Allah, maksudnya adalah:
  • Seruan untuk beriman kepada Allah, tidak menyekutukanNya, tidak menentang akan seluruh sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesaran dan keagungan Nya, dan menyeru agar senantiasa berkeyakinan bahwa Allah suci dan terbebas dari segala macam sifat kurang.
  • Seruan untuk taat kepada Allah dan menjauhi maksiat.
  • Menjadikan orang yang taat kepada Allah sebagai pemimpin dan memusuhi mereka yang ingkar kepada Allah.
  • Mengakui segala kenikmatan dari Allah, bersyukur pada Nya, dan memurnikan ketaatan pada Allah di segala ranah kehidupan.
Sikap memurnikan tauhid kepada Allah dalam 3 hal, yaitu:
  1. Rububiyyah: meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb (pencipta, penguasa, pengatur) seluruh makhluk.
  2. Uluhiyyah: beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan peribadatan kepada selain Allah.
  3. Asma' wassifaat: meyakini bahwa Allah memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang penuh dengan kesempurnaan, terjauhkan dari segala aib dan kekurangan. Menetapkan bagi Allah nama-nama dan sifat-sifat yang Allah tetapkan dalam Al-Qur'an maupun melalui lisan Rasul Nya dalam sunnah yang shahih tanpa: Tahriif (memalingkan lafadz atau maknanya pada yang lain), Ta'thiil (menolak / meniadakan nama dan sifat-sifat itu, Takyiif (menanyakan kaifiyatnya yaitu bagaimana atau seperti apa), Tamtsil (menyamakan atau menyerupakan dengan makhluk).
Makna yang terkandung adalah:
Mencintai Allah di atas segala-galanya, mencintai dan membenci sesuatu karena Allah, menjalankan ketaatan kepada Nya, menjauhi larangan Nya, membenarkan khabar dari Nya, dan seterusnya.
Nasehat bagi kitab Allah maksudnya adalah:
  • Beriman bahwa kitab Allah adalah perkataan Allah yang diturunkan, memiliki sifat yang sama sekali berbeda dengan perkataan manusia dan tiada tandingannya.
  • Mengagungkan kitab Allah.
  • Membaca kitab Allah dengan sungguh-sungguh, yaitu membaguskan bacaan, dan khusyu' dalam membaca.
  • Membenarkan segala apa yang ada dalam kitab Allah.
  • Melaksanakan apa-apa yang ada dalam kitab.
  • Mengambil ibrah dari peringatan-peringatan di dalamnya.
  • Tafakkur pada keajaiban-keajaibannya.
  • Menyeru manusia kepada kitab Allah.
Nasehat bagi Rasul Allah maksudnya adalah:
  • Beriman pada konsep kenabian.
  • Taat pada Rasulullah.
  • Menolong Rasulullah.
  • Memusuhi yang dimusuhi Rasulullah.
  • Menghormatinya.
  • Menghidupkan sunnahnya.
  • Berakhlak dengan akhlak Rasulullah.
  • Menolak seluruh tuduhan negatif pada Rasulullah.
Nasehat bagi pemimpin maksudnya adalah:
  • Menolong pemimpin menunaikan amanah dengan ketaatan.
  • Mengingatkan jika salah.
  • Menyeru manusia agar taat kepada pemimpin.
  • Jihad bersamanya.
  • Mengeluarkan sedekah padanya.
  • Berprasangka baik pada pemimpin 
Nasehat bagi manusia, maksudnya adalah:
  • Menunjukkan pada manusia jalan mashlahat dunia dan akherat.
  • Mengajarkan apa-apa yang tidak diketahui manusia.
  • Senantiasa menolong manusia.
  • Menutupi aib-aibnya.
  • Mencegah datangnya marabahaya.
  • Senang memberikan manfaat baginya.
  • Beramar ma'ruf dan nahi munkar
  • Bersikap lembut
  • Menyalakan obsesi pada ketaatan.

Sumber tulisan:
  • http://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-7-agama-adalah-nasihat/
  • Qur'an Cordoba Apps
  • Al-Qur'an Bahasa Indonesia Apps
  • http://bersamadakwah.com
  • http://salafy.or.id

Ayat hari ini:
Surat Al Mutaffifin (Orang-orang yang curang) ayat 26-30

26. laknya dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.
27. Dan campurannya dari tasnim.
28. (yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang dekat (kepada Allah).
29. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.
30. Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya,

Senin, 14 Juli 2014

Hadist Arbain ke 6


Hadist ini menjelaskan tentang perkara halal dan haram.

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى  الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعىَ حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ  لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ   مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ  أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
[رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Abdilah Nu'man bin Basyir Ra, dia berkata; Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda; "Sesungguhnya yang halal itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya di sekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan, dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati." 
(HR Bukhari dan Muslim)

Catatan:
Hadist ini merupakan salah satu landasan pokok dalam syari'at. Abu Daud berkata, Islam itu berputar dalam empat hadist, kemudian dia menyebutkan hadist ini salah satunya.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari hadist ini antara lain:

  • Termasuk sikap wara' (menjauhi dosa) adalah meninggalkan syubhat. Menurut Dr. Yusuf Qardawi, syubhat itu sendiri artinya perkara yang tidak diketahui hukumnya oleh orang banyak, yang masih samar-samar kehalalannya maupun keharamannya.
  • Banyak melakukan syubhat akan mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram. Jika seseorang senantiasa melakukan hal yang syubhat, sesungguhnya jiwanya akan mengajaknya untuk melakukan sesuatu yang lebih jelas (keharamannya), maka pada saat itulah ia akan binasa.
  • Menjauhkan perbuatan dosa kecil karena hal tersebut dapat menyeret seseorang kepada perbuatan dosa besar.
  • Memberikan perhatian terhadap masalah hati, karena padanya terdapat perhatian fisik. Setiap orang hendaknya memberikan perhatian khusus pada hatinya agar tetap terjaga dan selalu dalam jalan yang lurus.
  • Baiknya amal perbuatan anggota badan merupakan pertanda baik hatinya.
  • Pertanda ketakwaan seseorang jika dia meninggalkan perkara-perkara yang diperbolehkan karena khawatir akan terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan.
  • Menutup pintu terhadap peluang-peluang perbuatan haram serta haramnya sarana dan cara ke arah sana.
  • Hati-hati dalam masalah agama dan kehormatan serta tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan persangkaan buruk.
Tema-tema yang berhubungan dengan hadist ini dalam Al-Qur'an antara lain:
  • Penetapan halal dan haram
Surat 2 (Al-Baqarah / Sapi Betina) ayat 275
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah, orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."
  • Menghindari syubhat
Surat 49 (Al-Hujurat / Kamar-kamar) ayat 12
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
  • Kedudukan hati
Surat 26 (Ash-Shu'ara / Penyair) ayat 89
"kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
  • Allah Maha Berkuasa (Raja)
Surat 5 (Al-Ma'idah / Jamuan) ayat 40
"Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allah lah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa Nya siapa yang dikehendaki Nya dan diampuni Nya bagi siapa yang dikehendaki Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Kisah

Sikap Rasulullah dalam hadist yang diriwayatkan oleh Anas ra.; "Aku pergi kepada keluargaku, lalu mendapatkan sebiji buah yang terbuang di atas ranjangku, maka aku mengambilnya untuk memakannya, kemudian aku khawatir kalau dia berasal dari buah yang disedekahkan maka akupun membuangnya."

Dalam kitab Shahih Bukhari dari Aisyah ra. diriwayatkan pula bahwa Abu Bakar pernah menuntahkan makanan yang diberikan oleh pembantunya. Hal tersebut beliau lakukan setelah pembantunya memberitahu bahwa makanan tersebut berasal dari upah yang didapatkannya dari hasil meramal seseorang ketika jaman jahiliyah. Padahal pembantunya bukanlah peramal yang baik. Hanya saja ia berhasil menipunya.

Sumber tulisan:

  • Qur'an Cordoba Apps
  • http://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-6-dalil-haram-dan-halal-telah-jelas/
  • http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Prioritas/Syubhat.html
  • http://www.baitulamin.org/tasawuf/amanah/333-sikap-wara-menjaga-kebersihan-hati.html

Ayat hari ini:
Al-Mutaffifin (Orang-orang yang curang) ayat 21-25

21. yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).
22. Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,
23. mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.
24. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.
25. Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel).

Sabtu, 12 Juli 2014

Hadist Arbain ke 5




عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ  رَدٌّ.  
 [رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ]
Dari Ummul Mu'minin; Ummu Abdillah; Aisyah Ra. dia berkata;
Rasulullah Saw bersabda; "Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal darinya), maka dia tertolak."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim disebutkan; "Siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak."
Yang dimaksud adalah perbuatan-perbuatan yang dinilai ibadah tetapi tidak bersumber dari ajaran Islam dan tidak memiliki landasan yang jelas, atau yang lebih dikenal dengan istilah bid'ah.

Pelajaran yang terdapat dalam hadist ini antara lain:

  1. Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar'i ditolak dari pelakunya. Bukan hanya tertolak sebenarnya melainkan juga mendatangkan dosa bagi pelakunya dan diancam dengan neraka sebagaimana tertera dalam hadist shahih. Sebab, melakukan bid'ah merupakan penodaan dan penistaan terhadap agama yang sangat dilarang dan bahkan bisa membawa pelakunya pada dosa besar dan bahkan kufur.
  2. Larangan dari perbuatan bid'ah yang buruk berdasarkan syari'at.
  3. Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba' (mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida' (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan Rasulullah Saw telah berusaha menjaganya dari sikap yang berlebih-lebihan dan mengada-ada. Nabi Saw pernah melihat seseorang berdiri di bawah terik matahari kemudian beliau bertanya ihwal orang tersebut. Dikatakan kepada beliau bahwa orang tersebut bernadzar untuk berdiri, tidak berteduh dan ia berpuasa. Kemudian beliau, nabi Saw memerintahkan orang tersebut untuk duduk, berteduh dan meneruskan puasanya. (HR Al-Bukhari no. 6704; Abu Daud no.3300
  4. Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak ada kurangnya.
Ayat-ayat Al-Qur'an yang terkait dengan tema-tema hadist di atas antara lain:
  • Kesempurnaan Islam
Surat 5 (Surat Al-Ma'idah / Hidangan) ayat 3
............"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan Aku telah cukupkan nikmat Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu."...........
  • Bid'ah dan taklid
Surat 57 (Surat Al-Hadid / Besi) ayat 27
"Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan rahbaniyyah* padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridhaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasik."

*rahbaniyyah artinya tidak beristri atau tidak bersuami dan mengurung diri dalam biara.


Sumber tulisan:
  • Qur'an Cordoba Apps
  • http://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-5-perbuatan-bidah-tertolak/
  • http://wanhar-3mudilah.blogspot.co.uk/2010/05/syarah-hadits-arbain-ke-5-larangan.html
  • http://muhandisun.wordpress.com/2013/03/07/syarah-hadits-arbain-nawawiyyah-hadits-ke-5/

Ayat hari ini.
Surat Al-Mutaffifin (Orang-orang yang curang) ayat 1-5
  1. Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!
  2. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan,
  3. dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi.
  4. Tidakkah mereka itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,
  5. pada suatu hari yang besar,

Kamis, 10 Juli 2014

Hadist Arbain ke-4


Hadit ini mengisahkan tentang penciptaan manusia.

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا [رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas'ud ra. beliau berkata; Rasulullah Saw. menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan; "Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dengan syurga tinggal sehasta akan tetapi masuklah dia ke dalam neraka, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadist ini:

  1. Allah SWT mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.
  2. Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk syurga atau neraka, akan tetapi amal perbuatan merupakan sebab untuk memasuki keduanya.
  3. Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terperdaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu memohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (khusnul khatimah).
  4. Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.
  5. Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak selalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hatinya karenanya.
  6. Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya.
  7. Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sebenarnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.
  8. Tidak patut seseorang itu berputus asa karena bisa jadi seseorang itu telah lama melakukan kemaksiatan, kemudian Allah memberikan hidayah kepadanya sehingga mendapatkan petunjuk di akhir hayatnya.
Tema-tema yang berkaitan dengan hadist ini antara lain:
  • Pengorbanan seorang ibu yang mengandung
Surat 31 (Al-Luqman / Keluarga Luqman) ayat 14
"Dan Kami perintahkan manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada Ku lah kembalimu."
  • Teori mengenai reproduksi manusia
Surat 22 (Al-Haj / Haji) ayat 5
"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur) maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal dari darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah pada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah, dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah."
  • Takdir
Surat 57 (Al-Hadid / besi) ayat 22
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."
  • Husnul Khatimah
Surat 2 (Al-Baqarah / Sapi Betina) ayat 132
"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata); "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam"."

Faedah hadis ini yang berhubungan dengan proses penciptaan manusia antara lain:
  1. Di dalam perut seorang ibu, terdapat 4 periode yang terjadi yaitu; 40 hari pertama adalah periode nutfah atau dalam bentuk sperma, 40 hari yang kedua adalah 'alaqah atau disebut dengan gumpalan darah, 40 hari yang ketiga adalah mudghoh atau gumpalan daging, 40 hari keempat adalah periode dimana ruh ditiupkan ke dalam tubuh janin.
  2. Sebelum berumur 4 bulan, janin belum dapat dihukumi sebagai manusia yang hidup, oleh karena itu jika misalkan janin keluar (keguguran) dalam usia kurang dari itu maka tidak perlu dimandikan, dikafani, maupun disholatkan.
  3. Setelah usianya 4 bulan dan telah ditiupkan ruh kepadanya, maka janin itu dihukumi sebagai manusia yang hidup, maka jika janin tersebut keluar (keguguran) maka sudah harus dimandikan, dikafani, dan disholatkan.
  4. Adanya malaikat yang ditugaskan untuk mengurus rahim, seperti dalam hadist berikut; Rasulullah Saw bersabda; Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menugaskan pengurusan rahim kepada seorang malaikat yang berkata; Wahai Tuhan, setetes mani! Wahai Tuhan, segumpal darah! Wahai Tuhan, sengsara atau celaka? Lelaki atau perempuan? Bagaimana rizkinya? Bagaimana ajalnya? Lalu dia mencatatnya di perut ibunya. (Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim dari Anas)
  5. Keadaan manusia telah ditakdirkan ketika ia berada dalam perut ibunya, yaitu telah ditakdirkan rizkinya,amalannya, ajalnya, dan apakah dia celaka atau bahagia.


Sumber tulisan:
  • Quran Cordoba Apps
  • http://ulamasunnah.wordpress.com/2009/06/20/penjelasan-hadits-arbain-imam-an-nawawi-keempat-amalan-tergantung-dari-akhirnya/
  • http://ensiklopedi-alquran.com/index.php/index/1758-malaikat-rahim-a-s
  • Al-Qur'an Bahasa Indonesia Apps

Ayat hari ini:
Surat Al-Infithar (Terbelah) ayat 16-19

16. Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.
17. Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
18. Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
19. (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Rabu, 02 Juli 2014

Hadist Arbain ke-3


Hadist ini menjelaskan tentang rukun Islam. Berikut bunyi dari hadist tersebut:

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ.      [رواه الترمذي ومسلم ]

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Khattab ra, dia berkata; Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda; "Islam dibangun di atas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Illah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, dan puasa Ramadhan."
(HR. Tirmidzi dan Muslim)

Pelajaran yang dapat kita ambil dari bunyi hadist di atas antara lain;

  1. Rasulullah Saw menyamakan Islam dengan bangunan yang kokoh dan tegak di atas tiang-tiang yang mantap.
  2. Pernyataan tentang keesaan Allah dan keberadaannya, membenarkan kenabian Muhammad Saw, merupakan hal yang paling mendasar dibanding rukun-rukun yang lainnya.
  3. Selalu menengakkan sholat dan menunaikannya secara sempurna dengan syarat, rukunnya, adab-adabnya dan sunnah-sunnahnya agar dapat memberikan buahnya dalam diri seorang muslim yaitu meninggalkan perbuatan keji dan munkar karena sholat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.
  4. Wajib mengeluarkan zakat dari harta orang kaya yang syarat-syarat wajibnya zakat sudah ada pada mereka lalu memberikannya kepada orang-orang fakir dan yang membutuhkan.
  5. Wajibnya menunaikan ibadah haji dan puasa (Ramadhan) bagi setiap muslim.
  6. Adanya keterkaitan rukun Islam satu sama lain. Siapa yang mengingkarinya maka dia bukan seorang muslim berdasarkan ijma'.
  7. Nash diatas menunjukkan bahwa rukun Islam ada lima, dan masih banyak lagi perkara lain yang penting dalam Islam yang tidak ditunjukkan dalam hadist. Rasulullah Saw bersabda; "Iman itu terdapat tujuh puluh lebih cabang".
  8. Islam adalah aqidah dan amal perbuatan. Tidak bermanfaat amal tanpa iman demikian juga tidak bermanfaat iman tanpa amal.
Tema-tema yang berkaitan dengan hadist ini antara lain:
  • Wala' dan Bara' dalam syahadatain
Surat Al Baqarah (Sapi Betina) ayat 256
Artinya;
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
  • Sholat 
Surat Maryam ayat 31
Artinya;
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup,
  • Zakat (surat 9 ayat 71)
Surat At-Tawbah (Pengampunan) ayat 71
Artinya;
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
  • Haji (surat 3 ayat 97)
Surat Ali 'Imran (Keluarga 'Imran) ayat 97
Artinya;
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerluka sesuatu) dari semesta alam.
  • Puasa (surat 2 ayat 183)

Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 183
Artinya;
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Sumber:

  • hadisarbain-annawawi.blogspot.com
  • qur'an cordoba Apps
  • Al-Qur'an Bahasa Indonesia Apps

Ayat hari ini:
Surat At-Takwir (Menggulung) ayat 1 - 5
  1. Apabila matahari digulung,
  2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
  3. dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
  4. dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulilkan),
  5. dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

Minggu, 29 Juni 2014

Hadist Arbain ke-2


Dari Umar ra. juga dia berkata; Ketika kami duduk-duduk di sisi Rasulullah Saw, suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk di hadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada lututnya (Rasulullah) seraya berkata; "Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam?", maka bersabdalah Rasulullah Saw; "Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu." kemudian dia berkata; "Anda benar." Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: "Beritahukan aku tentang Iman". Lalu beliau bersabda; "Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab Nya, rasul-rasul Nya dan hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk". kemudian dia berkata; "Anda benar." Kemudian dia berkata lagi; "Beritahukanlah aku tentang Ihsan." Lalu beliau bersabda; "Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau." Kemudian dia berkata; "Beritahukan aku tentang hari Kiamat (kapan kejadiannya)." Belaiu bersabda: "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya." Dia berkata; "Beritahukan aku tentang tanda-tandanya," beliau bersabda; "Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya," kemudidan orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: "Tahukah engkau siapa yang bertanya?" Aku berkata; "Allah dan Rasul Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda; "Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian." 
(HR. Muslim)

Catatan: 
  • Hadis ini merupakan hadis yang sangat dalam maknanya karena di dalamnya terdapat pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan.
  • Hadis ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua makhluk Allah yang terpercaya, yaitu; Amiinussamaa' (kepercayaan makhluk di langit / Jibril) dan Aminul Ardh (kepercayaan makhluk di bumi / Rasulullah Saw).
Pelajaran yang dapat kita ambil dari hadis ini adalah:
  1. Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan, dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa.
  2. Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orang-orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorang pun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya.
  3. Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya untuk berkata "Saya tidak tahu", dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya.
  4. Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia.
  5. Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya.
  6. Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya sepanjang tidak ada kebutuhan.
  7. Di dalamnya terdapat dalil bahwa perkara gaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah SWT.
  8. Di dalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara dudukdalam majlis ilmu.
Tema-tema hadist ini dalam Al-Qur'an;
  • Tentang Iman antara lain terdapat dalam
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat  285
Artinya;
Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab Nya, dan rasul-rasul Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membedakan seorang pun dari rasul-rasul Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."

Surat Al Maidah (Hidangan) ayat 5
Artinya;
Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan, di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu membayar mas kawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan. Barangsiapa kafir setelah beriman maka sungguh sia-sia amal mereka dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.
  • Tentang Islam antara lain terdapat dalam
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 112
Artinya;
Tidak! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Surat An-Nisa (wanita-wanita) ayat 125
Artinya;
Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan Nya.
  • Tentang Ihsan antara lain terdapat dalam
Surat Al Kahf (Goa) ayat 30
Artinya;
Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.

Surat Al Qasas (cerita-cerita) ayat 77
Artinya;
Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.

Sumber:
Qur'an Cordoba Apps


Ayat hari ini;
Surat 'Abasa (bermuka masam) ayat 27-31

27. lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,
28. anggur dan sayur-sayuran
29. zaitun dan kurma,
30. kebun-kebun (yang) lebat,
31. dan buah-buahan serta rumput-rumputan,

Senin, 16 Juni 2014

Tentang Surga dan Neraka


Surga dan neraka sudah tidak asing lagi bagi pendengaran kita. Kedua tempat ini selalu dihubung-hubungkan dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk. Siapa yang berbuat baik tentu Allah SWT akan menghadiahinya dengan surga, dan sebaliknya, siapa yang berbuat buruk, Allah SWT akan menghukumnya di dalam neraka.

Kita sebagai umat muslim tentu saja wajib percaya akan keberadaan tempat ini, sebagai salah satu bentuk keimanan kita khususnya rukun iman yang ke-5, yaitu iman kepada hari akhir. Agar semakin kuat keimanan kita, saya akan menuliskan rangkuman tentang surga dan neraka ini yang saya dapatkan dari pengajian ustad Zein di channel Yufid.tv. Berikut kurang lebihnya apa yang beliau sampaikan. Semoga kita bisa mengambil manfaatnya, amin.

Menurut Imam Ahmad, adalah seorang penulis Sulus Sunnah, menyatakan bahwa;
"Surga dan neraka merupakan dua makhluk yang telah diciptakan oleh Allah."

Sebagaimana yang diungkapkan dalam sebuah hadist;
"Aku pernah masuk surga dan aku melihat di dalamnya ada istana"
"dan saya pernah melihat Al-Kautsar"
"Saya pernah menengok dalam surga dan penghuninya demikian dan demikian. Saya juga pernah melihat neraka yang isinya demikian dan demikian."

Imam Ahmad;
"Barangsiapa yang meyakini bahwa surga dan neraka belum diciptakan maka dikatakan telah mendustakan Kitab dan Hadist."

Keyakinan terhadap surga dan neraka ini merupakan keyakinan para ahli sunnah wal jamaah secara ijma' (sepakat). Sedangkan kaum Mu'tazilah atau Qodariyah merupakan sekte nyeleneh dalam Islam yang menentang ahlus sunnah waljamaah. Mereka yang pertama kali memunculkan bahwa surga dan neraka itu belum ada. Mereka menyatakan bahwa surga dan neraka itu nanti diciptakannya saat di hari kiamat. Meskipun sudah banyak dalil yang menyatakan akan keberdaan surga dan neraka tersebut namun mereka memanipulasi informasi-informasi yang ada.

Ada 7 dalil yang menguatkan adanya Surga dan Neraka ini.

  • Surat Ali Imran ayat 133
"Berlomba-lombalah kalian, bersegeralah kalian menjemput ampunan Allah dan bersegeralah menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Surga itu sudah disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa."
  • Surat Al Baqarah ayat 24
"Takutlah kalian kepada neraka, karena neraka itu bahan bakunya manusia dan batu. Neraka itu sudah disiapkan untuk orang-orang kafir."

Kapan Allah SWT menyiapkan neraka? Yaitu sebelum manusia diciptakan. Hal ini sesuai dengan hadist berikut;
Abu Dawud, dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda;
"Ketika Allah menciptakan surga, Dia berfirman kepada Jibril; Pergilah, kemudian lihatlah ia. Jibril pun pergi melihatnya. Kemudian dia datang lalu berkata; Wahai Tuhan, demi keperkasaan-Mu, tidak satupun mendengarnya, kecuali ingin memasukinya. Namun ia dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai. Dia berfirman; Wahai Jibril, pergilah lalu lihatlah ia. Jibril pun pergi, lalu melihatnya. Kemudian datang lalu berkata; Wahai Tuhan, demi keperkasaan-Mu, sungguh saya takut tidak akan memasukinya satupun. "Beliau bersabda; Ketika Allah menciptakan neraka, Dia berfirman; Wahai Jibril, pergilah lalu lihatlah ia. Jibrilpun pergi lalu melihatnya. Kemudian dia datang lalu berkata; Wahai Tuhan, demi keperkasaan-Mu, tidak satupun yang mendengar akan memasukinya. Namun ia dikelilingi dengan hawa nafsu. Kemudian Dia berfirman; Wahai Jibril, pergilah lalu lihatlah. Jibril pun pergi, lalu melihatnya. Kemudian dia datang lalu berkata; Wahai Tuhan, demi keperkasaan Mu, sungguh saya takut tidak tersisa satupun kecuali akan memasukinya."
Hasan shahih

  • Adanya akad jual beli antara Allah dengan kaum muslimin.
Surat At-Taubah ayat 111:

"Sesungguhnya Allah itu membeli dari kaum mukminin yaitu (harta dan nyawanya) dengan surga."

  • Kabar gembira dari Allah SWT untuk kaum mukminin.
Surat Al-Baqarah ayat 25:

" Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bahwa orang-orang tersebut akan mendapat surga yang dibawahnya itu mengalir sungai."

Surat Al Fusilat ayat 30:
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan bahwa: Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu."

Dijelaskan bahwa saat maut menjemput, maka manusia itu akan merasa gelisah dengan 2 hal, yang pertama adalah bagaimana nasib anak-anaknya yang ditinggalkannya, dan yang kedua adalah bagaimana nasibnya di akhirat nanti.

  • Kunjungan Nabi SAW ke surga dan neraka serta cerita beliau tentang isi keduanya saat Mi'roj (dari masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha)
Surat Al-Isro' ayat 1;

"Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al-Masjidilaqsa, yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Surat An-Najm ayat 13-18
13. Dan sesunggunya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain.
14. (yaitu) di Sidratil Muntaha.
15. Di dekatnya ada surga tempat tinggal,
16. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya,
17. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya,
18. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagiaan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

Semoga informasi ini selain menambah keilmuan kita juga mampu meningkatkan keimanan kita semua, khususnya saya pribadi, amin.

Sumber:

  • Ceramah ustad Zein Yufid.tv
  • http://id.wikibooks.org
  • http://quran-terjemah.org
  • artiquran.wordpress.com
  • Al-Quran Bahasa Indonesia Apps
Ayat hari ini:
'Abasa (Bermuka masam) ayat 1-5

1. Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling,
2. karena seorang buta telah datang kepadanya ('Abdullah bin Ummi Maktum).
3. Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa),
4. atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya?
5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy),