Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2015

Berkunjung ke Kielder Water and Forest Park

Kielder Castle edited by me
 

First Step, komunitas tempat di mana saya mengikuti berbagai macam kursus, mengadakan wisata musim panas. Salah satu tempat yang menjadi pilihan untuk dikunjungi adalah Kielder Water and Forest Park. Pada hari H, kami semua (para murid-murid kursus) berkumpul di First Step jam 9 pagi. Perjalanannya lumayan lama juga, sekitar 1,5 jam menggunakan bus double decker yang berukuran jumbo itu. Sebenarnya jika menggunakan kendaraan yang lebih kecil tidak akan menghabiskan waktu selama itu di perjalanan. Berhubung bodi bus yang besar, jadi harus mengambil jalan yang proper, demikian kata salah satu tutor menjelaskan lamanya perjalanan. Tapi memang lumayan jauh, kira-kira berjarak 2 mil lagi jika ingin mampir ke Scotland hehehe.... Tapi kita tidak mampir ke sana. Beruntung pula Scotland tidak jadi memisahkan diri dengan UK, seandainya pun mampir ke sana maka kita tidak perlu ribet-riber mengurus visa.
 
Sesampainya di lokasi, kami disuguhi dengan pemandangan danau yang sangat luas dengan perahu-perahu kecil di dalamnya dan bebek-bebek yang berenang kesana-kemari, serta perbukitan di ujung mata. Rupanya itu bukan danau, melainkan waduk buatan manusia, yah mirip waduk Selorejo di Jawa Timur. Dari waduk inilah kebutuhan sebagian besar sumber air warga UK dipenuhi, termasuk juga yang di rumah saya. Namun jika diamati dengan seksama, lho kok airnya berwarna bening kemerahab? Jadi ini yang kita minum? Gleg.... Mungkin itu warna dari pantulan mineral yang ada di bawahnya.
 

Kilder Water edited by me
Cuaca pagi itu tidak begitu cerah, sepanjang perjalanan nampak mendung menggantung di langit. Bahkan sempat menjatuhkan airnya berupa bulir-bulir gerimis yang membuat kami untuk berteduh sejenak di rumah-rumahan kecil di sana. Rumah itu rupanya berfungsi sebagai penyimpan berbagai macam peralatan yang berhubungan dengan air, ada pelampung, alat memancing, dan lain sebagainya. Sembari menunggu berhentinya gerimis, saya menikmati pemandangan sambil sesekali mengambil gambar. Sebenarnya gerimisnya tidak akan membuat baju kami terlalu basah, namun karena suhu yang lumayan dingin, jadi kami sebisa mungkin menghindari guyuran air agar tidak masuk angin, maklum orang Indonesia gampang masuk angin hehehe...

Setelah tidak lagi gerimis, saya, anak saya dan teman-teman lain menuju ke play ground yang ada di area itu. Terdapat beberapa play ground di sana yang dibedakan berdasarkan usia dan kemampuan motoric anak, jadi tinggal pilih saja mau yang mana. Arena permainan masih sedikit basah, kami meminta anak-anak agar berhati-hati jika licin karena terlihat beberapa genangan lumpur di sana- sini. Meskipun prusutan dan arena bermain lainnya masih basah, anak-anak rupanya semangatnya tidak berkurang, asyik aja mencobai satu-persatu arena yang ada, bahkan saat kami para bunda mengajak pergi, eh si anak-anak ini sempet-sempetnya mencuri-curi waktu sebelum benar-benar beranjak pergi.
 
Kami menelurusi sisi yang lain dari Kielder, yaitu tempat observasi Kielder Osprey, semacam burung besar (mirip gagak) dengan bulu berwarna campuran antara hitam dan putih. Di tempat itu disediakan beberapa teropong yang mampu menjangkau sarang burung Osprey di hutan di ujung waduk sana. Atau jika ingin melihat lebih jelas, dapat melihat melalui sebuah televisi yang mengeluarkan gambar dari kamera yang diletakkan tepat di atas sarang sehingga bisa melihat secara live kegiatan apa saja yang Osprey lakukan di sarang mereka.

Replika sarang Osprey

Hampir 2 jam kami menelusuri area waduk buatan manusia itu, selanjutnya kami semua kembali ke dalam bus untuk berpindah lokasi ke Kielder Castle. Kurang lebih perjalanannya menghabiskan waktu 20 menitan. Setiba di sana, kami disambut dengan kastil tua di tengah bukit, cuaca semakin dingin saat itu. Apalagi saya dan anak saya yang salah kostum, dari rumah berpakaian ala musim lumayan panas, ternyata di lokasi cuacanya seperti musim lumayan dingin hehehe... Rupanya winter belum juga move on.

Sesampainya di sana, pertama kali yang kami cari adalah toilet, abaikan dulu pemandangan yang lainnya, langsung meluncur ke sana. Di mana toiletnya? Ya di dalam kastil itu. Jangan bayangkan kastil tua yang horor dengan hantu noni-noni londo inggris. Kastilnya ini begitu masuk gerbang, disambut mobil antik yang parkir cantik, serta meja dan kursi tempat orang-orang menikmati minuman hangat. Eh...di dalam kastil ada cafenya, lebih ramai lagi. Selanjutnya kita naik ke lantai 2, nah ini baru nuansa kastil yang sesungguhnya. Di dalamnya semacam museum, antara lain isinya tentang pengetahuan burung Osprey, selanjutnya patung-patung petinggi pada masa kejayaan kastil, lukisan foto penghuni kastil, dan lain-lain. Yang paling ngeri menurut saya adalah peralatan berburu yang dipajang di sebuah ruangan, alatnya aneh-aneh dan mengerikan seperti di film horror.

Maaf wajahnya saya pixel karena belum ijin sama ortunya hehehe...
Meski kaki-kaki ini semakin lemah untuk melangkah, tapi semangat ini masih belum luntur untuk terus menyusuri dan menguak keindahan-keindahan yang ada di area kastil. Kami pun memutuskan untuk ke sebuah maze yang dibuat dari bebatuan. Anak-anak semangat sekali karena merasa tertantang, sementara saya cemas jika terparangkap dalam maze itu, lalu gak bias pulang, lalu sampe gelap, malam, lalu....nguk ngelantur. Karena saya ini tipe wanita yang mudah kesasar, ke tempat wudhu masjid aja nyasar apalagi ke mystery maze ini #lebay mode on. Alhamdulillah, kami semua bisa keluar dari maze dengan selamat.
 
Lanjut, kali ini kami ingin ke bagian hutannya. Dengan hanya mengikuti petunjuk arah yang ada "Forest (panah)" karena kami terpisah dari rombongan yang telah lebih dahulu menuju ke hutan. Lho panahnya kok ada 2, warna hijau dan merah? Dengan gagah berani saya memutuskan untuk mengikuti panah warna merah, kami menyusuri jalan setapak, jembatan kayu dengan sungai bergemiricik di bawahnya, pohon-pohon tinggi, semak-emak belukar yang meraih-raih kaki, dan sampailah kita di.....area perumahan. Yah rupanya panah merah itu menuju ke area perumahan warga. Ya sudahlah, eits tapi di sana ada play ground, anak-anak pun kembali bersuka ria meskipun kita sudah salah jalan. Di sana pula terdapat taman yang imut buatan warga setempat. Ehm...foto-foto dulu di sana siapa tahu taman ini bias direalisasikan di Indonesia, aamiin.
 
Setelah puas nyasar, kami semua harus kembali ke kastil tempat kita semua berkumpul sebelum pulang karena bus nya parker di sana. Istirahat sebentar sambil menghabiskan bekal hingga waktunya pulang tiba. Alhamdulillah perjalanan hari itu lancar meski sempat diwarnai sedikit kehebohan tentang lenyapnya setumpuk tas kresek (untuk kantong muntah) secara misterius. Situasi sempat sedikit genting karena peran tas kresek itu sangat penting bagi penumpang "pemabuk". Alhamdulillah, di saat terakhir menjelang pulang, kresek berhasil ditemukan. Horeee....para "pemabuk" itu pun tersenyum lega.


Playground



Perahu yang tampak mungil

Taman



 


Selasa, 28 Juli 2015

Bertemu Beruang Kutub Bjorn

Elus...elus...elus...
Beberapa waktu lalu, anak dan suami saya pergi berkunjung ke museum Hancock atau biasa dikenal dengan Great North Museum, lokasinya berdekatan dengan Newcastle University. Pada hari itu museum Hancock kedatangan rombongan teater Los Kaos yang akan memperkenalkan beruang kutub koleksinya yang bernama Bjorn. Wah beruang kutub didatangkan ke Newcastle? Hemmm saya pun turut penasaran, tapi sayang sekali, hari itu saya tidak memiliki kesempatan untuk bergabung dengan anak dan suami saya untuk bertemu langsung dengan Bjorn.

Bjorn ini memang beruang kutub, tapi jangan salah, bukan beruang beneran kok meskipun bentuk, penampilan, dan gerak-geriknya mirip dengan beruang kutub yang asli. Bjorn ini adalah sebuah robot yang diciptakan secara detail oleh seorang seniman dengan tujuan hiburan dan sarana pendidikan yang interaktif dan tentunya menarik bagi anak-anak. Bukan anak-anak saja sih sebenarnya yang tertarik, para orang dewasa pun juga akan merasa tertarik dan terhibur melihat makhluk nan imut ini.

Penasaran dengan penampakan Bjorn? Berikut ini foto-foto yang diambil saat menemani anak kami berinteraksi dengan Bjorn.
 
Jangan berebut elus-elusnya ya...

Ayo Bjorn sapa anak-anak yang di sebelah sana #puk...puk...

Bjorn...ke sebelah sini dong...!

Bagi yang penasaran seperti apa sih gerak-geriknya si beruang kutub Bjorn ini, silahkan dilihat langsung dalam tayangan Youtube berikut ini.
 

 
 
Wah jika alat bantu belajarnya semenarik dan sekiyut beruang kutub di atas, pasti belajarnya lebih semangat hehehe... Bjorn, kapan kamu datang ke Indonesia?
 

Minggu, 26 Juli 2015

Berkunjung ke Fenham Library


Liburan musim panas kali ini, kami ingin berkunjung ke perpustakaan lokal yang sebenarnya jaraknya paling dekat dengan rumah kami. Hanya saja kami belum sempat menyusuri dan mencoba berjalan ke sana jadinya malah belum tahu lokasi tepatnya. Sebelum-sebelumnya kami lebih familiar dengan perpustakaan yang ada di area Benwell yang kebetulan dekat dengan lokasi rumah kami terdahulu. Dan perpustakaan Benwell satu lokasi dengan toko-toko swalayan sehingga sekali dayung bisa dua, tiga pulau terlampaui hehehe....alias bisa sekalian belanja dan meninjau toko-toko charity hehehe...
 

Hari itu, setelah makan siang, berbekal peta screenshot dari mobile phone, kami pun mulai berjalan menuju ke lokasi. Kami menyusuri sepanjang jalan Wingrove Road hingga sampai ke sebuah perempatan. Di sana kami menjumpai sebuah gereja yang besar dan indah. Mau ambil gambar, ah tidak jadi... kata suami "Mirip turis nyasar mi". Lha...kita emang nyasar belum tahu jalan yang benar menuju ke perpustakaan hehehe.... Akhirnya niat mengambil foto ditunda dulu.
 
Di perempatan itu, kita belok ke kiri menyusuri jalan Fenham Hall Drive. Nah di sepanjang jalan inilah saya mulai mengambil gambar-gambar. Pemandangan rumah di kanan-kiri jalan sungguh indah. Musim summer seperti ini banyak rumah yang dihiasi dengan bunga-bunga warna-warni yang bermekaran sehingga nampak asri.
 
Di jalan Fenham Hall Drive inilah letak perpustakaan berada, tepatnya di sisi kiri jalan setelah Sacred Heart School. Segera saja kami masuk ke perpustakaan. Ruangannya lebih kecil daripada Benwell Library, dan lebih tenang alias lebih quite, jadi sungkan kalau bicara dengan suara sedikit keras. Abinya Ara langsung menemukan buku kesukaannya, yaitu komik Asterix, sementara Ara juga sibuk mencari-cari buku kesukaannya.


Abinya Ara terlihat senyum-senyum sendiri selama membaca buku itu, sementara Ara sibuk dengan membaca sambil mengubah-ubah gaya duduknya, mencari posisi duduk yang ueeenaaak buat baca buku. Saya pun segera menenggelamkan diri di antara rak-rak buku. Saya menemukan sebuah buku yang menarik, kalau tidak salah "Family in the Picture". Isinya foto-foto dan lukisan dari jaman lama sekitar tahun 1800 an dan awal 1900 yang mengisahkan tentang kehidupan keluarga dalam masa itu. Tidak banyak tulisan dalam buku itu, hanya sedikit keterangan tentang foto dan tahun pengambilan foto atau lukisan, terselip beberapa puisi pendek tentang keluarga. Selebihnya foto-foto yang bercerita, dan membuat saya berimajinasi tentang kejadiaan dan perasaan seperti apa yang sedang orang-orang dalam foto itu alami dan rasakan.
 
Beberapa saat kemudian, kami pun beranjak dari tempat duduk kami. Berhubung buku yang dibaca belum semuanya selesai terbaca, Ara dan abinya pun memutuskan untuk meminjam buku-buku tersebut.
 
 
 
Tujuan selanjutnya adalah Fenham Pool, kolam renang. Ternyata lokasinya tepat di sebelahnya perpustakaan, hemmm amazing kan? Padahal pas sebelum masuk ke perpustakaan, kami sama sekali belum tahu kalau bangunan di sebelah itu adalah kolam renang. Kami mengira pool dan library berada dalam satu gedung. Makanya begitu masuk perpustakaan, saya celingukan mencari pintu menuju ke kolam renang hahaha.... Barulah setelah resepsionis memberitahu kepada kami, baru ngeh kalau beda gedung.
 
Selepas celingukan dari kolam renang, kami singgah di sebuah toko permen di dekat perpustakaan juga. Kami kesini atas rekomendasi Ara. Sebelumnya dia sudah pernah berkunjung ke sini bersama teman-teman sekolahnya. Jadilah dia ingin mampir lagi ke sini. Toko ini berjualan aneka permen yang sepertinya mereka bikin sendiri seperti di cerita Charlie and the Chocolate Factory itu. Permen-permen yang dijual banyak sekali macamnya, diletakkan di dalam kaleng-kaleng dan harus ditimbang dulu jika ingin membeli. Jadi bukan permen kemasan seperti yang di toko-toko biasanya itu. Saya pun tertarik mengambil gambar toko ini karena menurut saya toko semacam ini bagian dari representasi Newcastle dan UK yang menurut saya unik dan old fashion.


Setelah puas jeprat-jepret, saatnya pulang. Kali ini kami mengambil jalan yang berbeda dari saat kita berangkat. Kali ini kami memberanikan diri melewati jalan tikus alias gang-gang kecil yang ditunjukkan Ara berdasarkan ingatannya saat melakukan kunjungan bersama sekolahnya. Dan ternyata lebih dekat, alhamdulillah pula kami tidak kesasar meski awalnya sempat tidak yakin dengan petunjuk yang diberikan Ara hehehe.....

 
 

Minggu, 31 Mei 2015

Singgah di Masjid Kampus Newcastle University

Sedikit penampakan eksterior dan interior masjid Newcastle University
 
Alhamdulillah kemarin diberi kesempatan Allah SWT untuk berkunjung ke masjid kampus Newcastle University. Rasanya sudah bertahun-tahun tidak berkunjung ke sana. Awal sampai di Newcastle (tahun2012) masih lumayan sering mampir ke masjid ini karena saat itu masih ikut kursus ESOL (bahasa Inggris) di UWIG (University Women's International Group) karena lokasinya yang lumayan dekat. Namun sudah lama tidak lagi bergabung di UWIG otomatis kesempatan ke masjid kampus pun berkurang jauh.
 
Awalnya saya sama sekali tidak tahu jika tempat itu adalah masjid karena jika dilihat dari luar maka bentuk gedungnya mirip dengan gedung-gedung lain, bukan khas bentuk masjid seperti yang ada di Indonesia. Tahunya jika itu masjid ya setelah pergi ke sana langsung bersama teman saya, dan masuk ke dalamnya, melihat tekape nya dengan mata kepala sendiri.
 
Biasanya selain mengerjakan sholat, mampir ke masjid itu sekaligus untuk istirahat dan bersantai sejenak. Suasananya yang tenang, dan nyaman, rasanya betah-betah saja untuk berlama-lama di sana. Anak saya juga terlihat sangat menikmati bersantai di masjid. Perasaan tenang itu muncul serasa seperti kembali ke rumah setelah capek menempuh perjalanan jauh. Sebenarnya memang capek beneran karena biasanya kami kemana-mana berjalan kaki, entah itu dari tempat kursus, atau sekedar dari muter-muter di city centre.
 
Satu hal lagi yang membuat singgah di masjid kampus itu nyaman karena biasanya selalu ada saja orang Indonesia atau Malaysia, pokoknya orang Melayu lah yang juga kebetulan berada di sana. Jika ketemu, ya akhirnya ngobrol dengan bahasa Indonesia atau Melayu. Jadi serasa bukan di Newcastle hehehe... Dan banyak juga student Indonesia yang menjadi pengurus masjid kampus ini, MasyaAllah, sungguh menjadi cermin yang indah bagi umat muslim Indonesia yang tinggal di UK.
 
Jika ada kesempatan berkunjung ke Newcastle University, jangan lupa mampir di masjid kampus, dan rasakan ketenangan di sana, beribadah untuk mengisi energi lahir dan batin sebelum melanjutkan aktivitas kembali.
 
 
 
 
 
 
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 211-215:
 
211. Tanyakanlah kepada Bani Israil, berapa banyak bukti nyata yang telah Kami berikan kepada mereka. Barangsiapa menukar nikmat Allah setelah (nikmat itu) datang kepadanya, maka sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.
 
212. Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
 
213. Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus. 
 
214. Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
 
215. Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, "Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan." Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

Kamis, 01 Januari 2015

York di Musim Dingin

Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan kepada kami sekeluarga untuk berkunjung ke York di liburan kali ini. Ada apa sajakah di sana, berikut foto-foto beserta keterangannya. Semoga bisa memberikan sedikit gambaran tentang York City.
 
York Train Station
Foto di sebelah kiri ini adalah stasiun kereta api di York, tempat kami pertama menginjakkan kaki di kota ini. Begitu turun dari kereta, kami agak kebingungan mencari jalan keluar dari stasiun. Tidak terlihat ada tanda "exit" di sana. Akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti arus orang-orang berjalan yang menurut dugaan kami pastilah juga menuju keluar stasiun. Tapi pada akhirnya arus itu terpecah menjadi 2 yang kira-kira sama jumlahnya, satunya naik ke tangga atas, dan rombongan satunya lagi masih berjalan lurus.
Kami sempat bingung mau mengikuti rombongan yang mana, sampai akhirnya kami berhasil melihat pintu besar yang ternyata memang benar pintu keluar hehehe. Nah lalu yang rombongan naik tangga itu pada mau kemana ya? Jangan kemana-mana dulu, pertanyaan saya ini akan terjawab di akhir perjalanan kami. (Iklan banget yak...hihihi...).
 
Sebelah kiri itu City Walls dan tangganya
Begitu keluar dari stasiun, kami langsung disambut dengan pemandangan tembok besar yang disebut dengan City Walls. Oiya sebelum beranjak, suami sempat menelepon salah seorang kawan untuk memastikan ke arah manakah perjalanan kami selanjutnya agar kemudian kami bisa bertemu di suatu tempat, istilahnya janjian gitu lho. Beliau menyarankan agar kami menyusuri saja City Walls ke arah menjauhi sungi, dan akan bertemu di ujung tembok kemudian. Agak kurang ngeh sih sebenarnya, namun ternyata setelah kami mendekati tembok yang dimaksud, ternyata kita memang bisa menyusuri tembok itu karena memang ada jalan setapak di antara tembok besar itu. Sayangnya setelah kita naik tangga ke atas tembok itu, pintu besi di dalamnya ternyata terkunci. Usut punya usut, mungkin jalurnya ditutup karena dinginnya cuaca, agak berbahaya bagi pengunjung untuk dilewati, begitulah kawan menjelaskan saat kami bertemu kemudian. Jalan memang penuh es tipis pada waktu itu, dan agak licin saat berjalan jadi harus lebih hati-hati.
 
Cholera Burial Ground
Ya sudah, akhirnya kami hanya mengambil gambar saja di atas tembok itu. Beberapa turis lain yang kebetulan naik bersama kita pun tampak kecewa setelah mengetahui jalan di tembok itu terkunci. Waktu itu kita bersamaan dengan turis dari Cina dan semacam Itali atau Spanyol lah kalau di dengar dari bahasa yang mereka gunakan.
 
Di dekat area City Walls itu terdapat 2 area pemakaman, satunya makam penderita penyakit kolera pada tahun 1832. Sebenarnya ada ratusan orang (185 korban) yang dimakamkan di sana, namun hanya tersisa sedikit saja batu nisan yang ada. Satunya adalah semacam tugu peringatan atau monumen bagi para tentara yang meninggal pada perang dunia. Nama-nama mereka juga diabadikan di tembok berdekatan dengan monument. Masih tersisa rangkaian bunga poppy di sana, sepertinya sisa Remembrance Day beberapa bulan yang lalu.
 
Krakatoa Restaurant
Kami pun segera melanjutkan perjalanan menuju ke tempat wisata selanjutnya. Saat kami melintas di sebuah jalan, kami melihat sebuah restoran dengan judul Krakatoa, lho itu kan nama salah satu gunung di Indonesia. Saya pun mendekat ke pintu restoran, di sana terdapat keterangan kalau restoran ini menyediakan menu makanan Indonesia seperti nasi goring, risoles, tahu isi, dan sebagainya. Tapi restoran ini juga menyediakan menu pork alias daging babi. Sempat berniat ingin makan di restoran tersebut siang atau sore harinya dengan menu vegetarian yang disediakan, tapi jam bukanya baru mulai jam 5 sore, akhirnya kamipun melupakan rencana itu.
 
Lokasi yang kami tuju berikutnya adalah Clifford Tower yang dibangun oleh William the Conqueror. Siapakah dia? Googling sendiri ya.....hehehe. Tower yang satu ini ternyata satu lokasi dengan York Castle Museum. Jadi istilahnya sekali dayung, 2 tempat wisata terlampaui hehehe.... Eits jangan salah berhubung dua-dua nya tidak gratis alias bayar maka kami pun memutuskan untuk berfoto-foto saja di sekitar area tower dan museum. Itu salah satu tips penghematan no 3, lha no 1 sama no 2 nya apa ya? Rahasia hihihi.....
 
Clifford Tower
Menurut rumor yang beredar di kalangan ibu-ibu, bapak-bapak, dan masyarakat sekitar, museum ini paling horror di Inggris. Konon siapa yang berfoto di dalam area museum akan muncul penampakan gadis cilik dengan pakaian zaman dulu juga ikutan nimbrung berfoto. Kalau penasaran coba aja lihat dokumentasinya di Youtube. Masalah ini sudah banyak dibahas. Alasan itulah yang membuat Ara bener-bener tidak mau mampir meski hanya sekedar untuk berfoto di area depan museum sekalipun.
 
Selesai mengambil beberapa gambar di area tower, kami menuju pusat kota. Pertama kali yang kami tuju adalah museum Jorvik. Yaitu museum yang berisi peninggalan-peninggalan jaman Viking yang ditemukan pada tahun 1976 dan dilakukan penggalian hingga tahun 1981. Merupakan salah satu museum yang sangat terkenal di kota York. Di dalamnya terdapat replika suasana tempat tinggal orang-orang Viking beserta peradabannya. Suasana museum dibuat gelap dan banyak patung-patung di dalamnya sehingga membuat saya agak sedikit merinding hehehe....
 
York Castle Museum
Kita bisa menikmati suasana pedesaan Viking dengan menikmati sebuah wahana semacam kereta yang berjalannya sangat pelan. Wahana itu juga dilengkapi dengan keterangan audio yang bisa kita tentukan bahasanya. Yang jelas belum ada audio berbahasa Indonesia hehehe... Yang membuat suasana semakin terasa jaman Viking adalah para kru yang berpakaian ala Viking. Mereka ramah dan mau kok diajakin foto-foto. Kalau ingin mengajak foto bersama, pas sewaktu nunggu antrian masuk itu. Sementara kalau mereka pas bekerja di dalam museumnya, kelihatan sibuk sekali, jadi sungkan kalau ingin mengajak foto, padahal inginnya punya koleksi foto dengan semua Viking (kalau bisa).
 
Keluar dari Jorvik Museum, kami bertiga kelaparan. Seorang teman menyarankan untuk menikmati nasi goreng di restoran Cina yang bernama Happy Valley di Goodramgate Street tidak jauh dari museum, hanya beda gang saja. Tapi lucunya, kami sempat nyasar juga meski sudah pakai alat bantu peta di Hp hehehe.... Setelah kecapekan nyasar sekitar 15 menitan nyari-nyari tuh restoran, Alhamdulillah ketemu juga rumah makan yang dimaksud dalam kondisi kami sudah lapar maksimal.
 
Bersama salah satu Viking di Jorvik Museum
 Pas mau masuk, lho...eh pintu kok tutup, ngintip di jendela kok juga sepi, tapi di kaca ada tulisannya "open". Akhirnya suami membuka pintu restoran, melongok ke dalam, barulah terlihat ada aktifitas masak-memasak di ruangan yang rupanya adalah dapur dari restoran itu. "Is it open?", tanya suami. "Yes, up stair please", jawab salah seorang tukang masaknya. Nah pas kita naik ke lantai atas itu baru terlihat suasananya ramaaaaaaiiiiii sekali. Hanya ada beberapa meja kosong, lainnya penuh. Beruntung kami langsung menemukan meja sehingga bisa langsung memesan nasi goreng King Prawn, dan nasi goreng Seafood. Hemmm....rasanya masyaAllah. Oiya berhubung restoran Halal agak sulit ditemukan jadi kita tetap harus hati-hati ya pesan makanannya. Jika tidak ada label halalnya lebih baik hindari ayam ataupun daging kambing dan sapi karena kita tidak tahu penyembelihannya. Lebih aman jika pesan yang seafood atau vegetarian. Demikian sekilas tips.
 
Puas makan, kami pun siap-siap kembali. Eh pas kami mau beranjak dari meja, ternyata sudah ada beberapa rombongan pengunjung yang berdiri menunggu meja kosong. MasyaAllah luar biasa laris manis restoran yang satu ini. Tak lupa kami mengambil gambar di depan restoran sebelum pergi.
 
Di depan restoran Happy Valley
Keluar dari restoran kami melihat atraksi jalanan yang judulnya "A man with a big ball". Orangnya (pemain atraksi) kocak banget. Kami melihat dari awal atraksi juggling bolanya sampai selesai. Atraksi andalannya adalah melakukan juggling dengan 3 bola sepak sambil menyeimbangkan diri di atas sebuah bola besar. Dia melakukannya tanpa alas kaki lho, nekat banget nggak sih? Padahal cuacanya dingiiiin banget. Begitu selesai, pemainnya ini mengeluhkan kakinya yang sakit saking dinginnya. Tak apalah, ini namanya perjuangan untuk mendapatkan uang, begitu katanya hehehe....
 
Beranjak dari sana, kami menuju ke sebuah taman yang mana di sana pas lagi ada Fun Fair, cuma ada satu wahana sih yaitu kuda-kudaan yang muter seperti di pasar malam. Ara semangat sekali ingin naik wahana itu. Sembari menunggu Ara, suami pun menunaikan shalat di sebuah kursi taman, Alhamdulillah aman. Tak lupa, setelahnya kami mampir sebentar ke Shamble street yang konon sangat terkenal itu. Terkenal karena saking tuanya jalan dan bangunan di sana, diperkirakan peninggalan abad akhir 14 dan awal 15, masyaAllah. Kalau soal menjaga sejarah dan peninggalan-peninggalan masa lampau, harus diakui bahwa Inggris memang jagonya. Kami pun tak lupa mengambil beberapa foto di sana.
 
The Shamble Street
Lanjut, kami ke Minster yang merupakan gereja katedral gothic yang terbesar di wilayah Eropa utara. Tapi lagi-lagi tidak gratis. Kami tetap mencoba masuk. Begitu di dalam, orang sudah mengular antri untuk membayar tiket masuk. Kamipun keluar dari antrian dan melihat-lihat area di dalam gereja yang dibatasi pita merah yang hanya boleh dilewati oleh mereka yang bertiket. Tentu saja area yang bisa kita nikmati tidak luas. Mereka yang membeli tiket ini adalah yang ingin mengikuti tur mengelilingi gereja dan menaiki towernya. Bagi kami, sudah cukuplah menengok barang sebentar. gerejanya sangat gelap, hanya ada nyala lilin-lilin kecil. Entah kenapa lampunya di dalam gereja kok tidak dinyalakan, supaya pengunjung penasaran kali ya, supaya mau beli tiket buat ikutan tur hehehe....
 
York Minster
Hari semakin sore, kamipun melanjutkan perjalanan ke Railway Museum. Museum yang isinya kereta api-kereta api jaman dulu banget sampai jaman dulu yang tidak terlalu banget. Berbagai macam bentuk dan ukuran kereta api ada di sana. Ara bertemu lagi dengan tokoh favoritnya, George Stephenson, seorang penemu mesin uap yang menggerakkan kereta api. Rupanya tokoh ini ada dimana-mana. Beberapa bulan lalu kami menemukan sosok Stephenson di museum yang ada di London. Kamipun menjelajahi kereta demi kereta, ambil gambar yang ini dan yang itu. Terakhir capek, kami duduk-duduk di dekat pintu masuk sampai diusir petugasnya karena museum akan tutup hehehe... Sebenarnya tidak diusir yang seperti gimana-gimana, cuma diberitahu melalui pengeras suara agar pengunjung segera meninggalkan museum. Kamipun berjalan keluar dengan langkah gontai, maklum sudah capek banget. Ara saja berkali-kali minta gendong abinya, kasihan.
 
 York Railway Museum
Kami memutuskan untuk langsung ke stasiun kereta api, meski sebenarnya jadwal kereta masih 2 jam lagi. Kami duduk-duduk di stasiun selama 2 jam di sana, lebih sih karena kereta terlambat datang 10 menit. Selamat tinggal York, semoga bisa berkunjung lagi, berharap bisa menikmati menu di Happy Valley kemudian hari, InsyaAllah.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
#Ayat hari ini
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 16-20:
 
16. Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk.
17. Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
18. Mereka tuli, bisu, dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.
19. Ata seperti (orang yang ditimpa)hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir, dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir.
20. Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Sabtu, 15 November 2014

Mengintip Pawai Sunday Remembrance


Beberapa hari yang lalu, kami pergi ke Sunderland dalam rangka pengajian Keputrian. Kami serombongan mbak-mbak dan ibu-ibu berangkat naik metro dari Grey Monument di pusat kota Newcastle. Pagi itu, minggu pertama di Bulan November, sekitar jam 11.00 suasana di sana sudah ramai karena akan ada pawai lebih tepatnya sih marching untuk memperingati Sunday Remembrance alias memperingati pahlawan yang telah berjuang pada masa Perang Dunia I dan Perang Dunia II yang lebih dikenal dengan istilah The Great Wars pada tiap minggu pertama di bulan November. Peringatannya sebenarnya tanggal 11 November sesuai dengan tanggal ditanda tanganinya perjanjian gencatan senjata antara Aliansi Perang Dunia I dan Jerman pada tahun 1918. Tanggal 11 November itulah yang disebut dengan Remembrance Day.

Sebenarnya tidak ada niatan untuk melihat pawai, berhubung saat menunggu di stasiun Metro tiba-tiba mendengar suara drum band, jadilah kita serombongan bergegas menuju ke sumber suara itu berasal, dan menyelip di antara orang-orang yang sudah berjajar menghadap ke arah jalan di mana pawai berada. Dan tidak lupa mengeluarkan kamera, jepret....jepret....

Pawai itu terdiri dari rombongan drum band, anak-anak muda berpakaian tentara, sepertinya mereka memang tentara beneran, atau siswa militer di Inggris, plus ada juga para veteran yang juga masih semangat dan tegap berjalan di pawai. Semua orang yang menonton bertepuk tangan sesuai irama musik drum band, hemmm seru dan terkesan heroik.

Banyak orang pada hari itu menggunakan pin berbentuk bunga Poppy, bunga kecil berwarna merah dan putik berwarna hitam di tengahnya. Bunga ini sangat populer di saat Remembrance Day, mengapa? Karena bunga inilah yang mampu bertahan hidup di antara gersang dan porak porandanya lahan-lahan pertanian di situasi perang dunia pertama. Satu-satunya jenis bunga yang bisa tumbuh subur ya bunga mungil ini. Mereka tumbuh di hamparan-hamparan tanah di sela-sela tubuh-tubuh pejuang yang meninggal dan berserakan di area perang waktu itu yang kemudian diabadikan dalam sebuah puisi oleh seorang tentara yang tidak dikenal pada waktu itu, namun puisinya hingga kini masih dibacakan dan tahun ini menjadi tema Poppy Art di Tower of London. Judul puisi itu adalah "Blood Swept Lands and Seas of Red".   

Di tower itu ribuan poppy yang terbuat dari keramik di tata sedemikian rupa sehingga menyerupai darah yang tumpah memenuhi area tower. Tiap-tiap bunga poppy itu mewakili seorang tentara yang meninggal dalam perang. Keramik yang digunakan sebanyak 888.246 sesuai dengan jumlah tentara Inggris yang meninggal pada saat itu. Jika sempat ke London pasti bisa menikmati indahnya instalasi seni yang satu ini. Saya sih melihatnya dari situs-situs internet saja dan siaran BBC dari Newcastle hehehe..... Bagi yang penasaran klik aja lewat google dengan key words "Poppy Installation Tower of London". Akan banyak informasi dan gambar indah di sana tentang karya seni yang satu ini.
 
 
Ayat hari ini:
Surat Al-Fil (Gajah) ayat 1-5
  1. Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?
  2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?
  3. Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bonding,
  4. yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,
  5. sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Kamis, 04 September 2014

London Central Mosque

Halaman depan

Saya penasaran sekali dengan keberadaan masjid ini, London Central Mosque, setelah saya melihat tayangan di You Tube. Tayangannya yang saya lihat waktu itu adalah salah satu organisasi yang anti imigran mendatangi masjid ini, mereka melihat-lihat ke dalamnya sambil berteriak-teriak mencari penjaga masjid namun tidak menemukannya. Dari tayangan itu tampak suasana masjid rapi, bersih, dan luas. Karena penasaran, saya pun mencari tahu lebih jauh lagi tentang masjid ini, masih tetap melalui saluran You Tube.

Alhamdulillah, Allah mengijinkan saya dan keluarga mengunjungi masjid ini beberapa hari yang lalu, kebetulan pas ada acara di kota itu. Dari stasiun tube terdekat, kami berjalan menuju masjid. Dari kejauhan tampak bulan sabit berwarna emas di atas kubah masjid dengan latar belakang langit yang berwarna biru cerah. Siang itu bertepatan dengan sholat Jumat. Banyak orang-orang yang juga menuju ke sana. Dari seberang jalan terlihat ada 2 pintu gerbang, lalu kami masuk dari salah satunya. Masjid itu dikelilingi pagar besi berwarna hitam yang tinggi. Dari luar pagar terlihat ada area bermain anak-anak, dan taman yang banyak ditumbuhi ponon-pohon tinggi. MasyaAllah indah.

Halaman samping, cuma tidak tahu ruangan ini fungsinya apa

Setelah masuk pintu gerbang, kami melihat ada banyak pintu masuk. Sempat bingung mau masuk ke pintu yang mana, akhirnya kami mengikuti orang yang berjalan di depan kami. Ternyata pintu tempat sholat ada di balik gedung yang kami lihat pertama kali. Kami pun akhirnya terpisah, suami menuju ke tempat sholat laki-laki, sementara saya dan anak saya menuju ke lokasi tempat sholat perempuan. Saya pun mengikuti rombongan para perempuan yang berduyun-duyun yang pastinya juga satu tujuan dengan saya. Sampailah di depan sebuah ruangan besar mirip aula, ada 2 pintu, satu pintu dengan tangga naik, dan pintu lain dengan tangga turun. Waktu itu saya membawa 2 tas ransel, dan 1 koper berisi pakaian. Karena dua-duanya bertangga, saya pun akhirnya berhenti di depan pintu itu, menepi dan beristirahat sejenak, sambil melihat-lihat situasi. Mampu ndak ya naik / turun tangga dengan bawain sebanyak ini.

Lorong ke arah hall prayer nya perempuan

Akhirnya saya memutuskan untuk masuk di ruangan dengan tangga turun, nah ternyata di situ juga tempat sholat untuk perempuan. Di deretan depan sudah terhampar tikar, dan banyak kursi di bagian belakang. Saya pun mengambil 2 kursi, untuk saya, dan anak saya karena saya sedang tidak sholat hari itu.

Tidak lama saya duduk ternyata banyak ibu-ibu yang membutuhkan kursi untuk sholat, ow....saya baru paham fungsi kursi-kursi yang disediakan di masjid, ternyata untuk mereka yang tidak lagi mampu sholat dengan cara seperti biasanya. Saya memutuskan untuk duduk di tikar dan membiarkan kursi saya agar bisa dimanfaatkan orang lain yang lebih membutuhkan.

Orang-orang semakin banyak yang berdatangan, dari penampakan fisiknya, mereka berdatangan dari beragam bangsa, beragam bahasa, serta dengan beragam gaya busana. Ada yang memakai gamis dan berjilbab besar, ada yang memakai cadar, ada yang memakai celana longgar, ada juga yang bercelana ketat, ada yang berkaos kaki, ada pula yang tidak, ada yang memakai pakaian dengan warna hitam dari atas hingga bawah, ada juga yang berwarna-warni, ada yang berpenutup kepala (berkerudung) ada pula yang tidak. Bahkan saya melihat seorang remaja memakai celana jeans, dan jaket hoodi sedang sibuk menarik-narik hoodinya untuk menutupi rambutnya yang tergerai, nampaknya sedikit kesusahan karena rambutnya selalu menyeruak keluar. Dia pun semakin mengencangkan tali hoodinya agar bisa menahan rambutnya setelah dirasa cukup menutupi auratnya diapun duduk. Hanya 2 orang yang terlihat memakai mukena, mungkin orang Malaysia atau orang Indonesia yang saya tidak kenal.

Perkantoran atau kantornya takmir masjid kayaknya

Mereka duduk berjajar membentuk shaf-shaf sambil menunggu adzan. Oiya, di antara perempuan-perempuan itu, ada beberapa ibu-ibu yang datang dengan membawa tas kerekan yang biasa digunakan untuk belanja, ada juga yang membawa tas besar. Dengan susah payah mengangkat tas itu menuruni tangga untuk menuju tempat sholat. Saya kira beliau-beliau ini selesai belanja lalu mampir sholat, ternyata......begitu sampai di dalam ruangan, dibukalah tasnya, isinya ternyata minuman sejenis caprison, biskuit, coklat, dan makanan kecil lainnya, banyak sekali jumlahnya, mirip orang jualan. Lalu mereka berkeliling menghampiri anak-anak kecil yang ada di ruangan itu dan membagikan snack-snack itu kepada mereka, masyaAllah. Anak-anak kecil itu yang sebelumnya riuh berlarian kesana kemari berubah riuh karena mengunyah makanan, yah...mereka makan di dalam masjid, dan tidak apa-apa, sangat dimaklumi. Sungguh pemandangan yang luar biasa berbeda dari pemandangan yang pernah saya lihat di negara saya. Semoga Allah SWT melimpahi ibu-ibu itu dengan pahala.

Hiasan dinding dekat gerbang masuk

Adzan dan iqamah pun berkumandang, orang-orang segera merapatkan barisan. MasyaAllah, saya melihat orang-orang dengan berbagai macam latarkang yang beranekaragam itu berjajar rapi melafalkan kalimat yang sama Allahuakbar......menyembah Tuhan yang sama, bersujud bersama-sama, segala perbedaan itu lenyap begitu saja, kami adalah sama, kami adalah satu umat, umat nabi Muhammad saw, kami adalah saudara seiman, Ya Allah....himpunkanlah kami di surga Mu kelak, amin Yaa Robbalalamiin.

Keindahan kubah masjid terlihat dari The Regent's Park

Setelah sholat selesai, kami pun berfoto-foto di halaman depan masjid. Tiba-tiba seorang bapak menyapa dengan bahasa Inggrisnya ,"Sudahkah kamu makan? Jika belum segeralah ke restoran di lantai bawah, di sana kamu bisa makan enak dengan harga murah." dengan senyum ramahnya. Kami pun mengiyakan. Ternyata suami sudah membeli 1 bungkus nasi biryani ayam dari restoran yang dimaksud sebelum sholat Jumat berlangsung, dan itu adalah biryani terakhir hi3....Alhamdulillah.


#Ayat hari ini.
Surat Al Ghasyiyah (Hari Pembalasan) ayat 21-26

21. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad)hanyalah pemberi peringatan.
22. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,
23. kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kafir,
24. maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.
25. Sungguh, kepada Kami lah mereka kembali,
26. kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka.