Tampilkan postingan dengan label Pengalaman sehari-hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman sehari-hari. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2015

Penerimaan Sertifikat Kursus di First Step

Menerima sertifikat IT
Hihi...mejeng :-p

Alhamdulillah musim kursus telah berakhir sejak menjelang hari raya Idul Fitri tiba, hampir bersamaan dengan liburan sekolah. Setelah kurang lebih 10 bulan mengikuti berbagai macam kursus, diantaranya English level 2, IT (komputer), dan Keeping Up with the Kids, kini saatnya panen sertifikat hehehe... Andaikan panennya sertifikat tanah atau rumah, kan lumayan bisa di"sekolah"in :-D #becanda dikit.
 
Di First Step ini ditawarkan 2 bentuk sertifikat, yang pertama sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga First Step sendiri, dan yang kedua sertifikat dari NOCN (National Open College Network). Sertifikat dari First Step hanya sebagai tanda bahwa kita sudah pernah mendapatkan atau mengikuti kursus tertentu di sana, dan hanya dapat digunakan di First Step saja untuk melanjutkan ke level kursus selanjutnya. Karena sertifikat ini tidak akan dikenali oleh lembaga kursus lain. Sedangkan sertifikat dari NOCN dapat digunakan di tempat lain semisal College karena sifatnya yang memang berlaku secara nasional. Sehingga jika ingin melanjutkan kursus dengan level yang lebih tinggi di lembaga lain atau mendaftar perguruan tinggi, maka sertifikat ini sangat membantu.
 
Namun sayang, ada sayangnya. Jika ingin mendapatkan sertifikat ini harus membayar biaya yang lebih mahal jika dibanding hanya ingin sertifikat dari lembaga lokal saja. Kenapa? Ya...karena biayanya ini akan diberikan kepada pihak NOCN yang kemudian akan melakukan pemantauan atas hasil perkembangan sehari-hari kita selama di kelas. Apalagi bagi kita yang datang dengan visa student dependent, maka tidak ada diskon sebagaimana yang diterima oleh mereka yang datang sebagai imigran dan penerima benefit dari pemerintah. Kita pun juga dituntut untuk memenuhi target-target pembelajaran yang mereka berikan. Hemm...selain biayanya lebih mahal, tugasnya pun lebih njlimet hehehe...
 
Tapi tenang saja, guru-guru di lembaga ini sangat "helpful". Kita mungkin saja tidak masuk karena suatu alasan dan lain hal. Guru tidak akan membiarkan begitu saja kok, mereka akan membantu kita memenuhi tugas-tugas yang belum kita selesaikan sehingga mencapai target yang diberikan pihak NOCN.
 
Nah setelah berpayah-payah, eh...dan bersuka ria ding...belajar ini dan itu. Saatnya penerimaan sertifikat. Hari itu tanggal 5 Agustus 2015, semua murid diminta datang dengan membawa makanan khas dari negara masing-masing. Acaranya dikemas seperti pesta makan-makan yang diawali terlebih dahulu dengan pemberian sertifikat dan foto-foto. Alhamdulillah hati senang, perutpun kenyang dengan berbagai macam kuliner dari berbagai negara.
 
 

Senin, 27 Juli 2015

Menu Istimewa di UK: Tempe Mendoan


Akhirnya kami sekeluarga dapat menikmati menu istimewa pada hari itu, apakah menu istimewa yang dimaksud? Yah...tempe goreng tepung alias tempe mendoan hahaha.... Bagi kami yang tinggal di luar negeri, tempe adalah barang istimewa sementara selama tinggal di Indonesia, bagi kami tempe adalah menu jika kepepet. Kepepet saat malas memasak sesuatu, kepepet saat kehabisan lauk, dan kepepet saat tanggal tua, sehingga mampunya ya masak goreng tempe saja sama lauk kecap.
 
Sebaliknya di sini, dengan harga tempe yang mahal, yaitu sekitar £2.25 per batang atau per papan, dan belum tentu setiap bulan ada, itupun harus menunggu dari Belanda atau Manchaster. Jadilah tempe menu yang selalu ditunggu-tunggu. Dan makan tempenya pun harus dengan dihayati setiap gigitan dan kunyahannya, disyukuri setiap kali menelannya, Alhamdulillah...hehehe jadi dramatis gitu ya menikmati tempenya.
 
Beberapa hari lalu saat lebaran, kami mendapat kabar dari salah seorang teman yang kebetulan berjualan makanan Indonesia, jika stok tempe baru saja datang. Kami memutuskan membeli 3 biji untuk disimpan dalam freezer. Nah...kemarin itu, kami memutuskan untuk membuat tempe mendoan, pas dengan cuacanya yang agak mendung-mendung semriwing gitu, padahal UK sedang memasuki musim panas lho.

Hebohnya suasana memasak di dapur

Suami mengambil sebuah tempe dari freezer, memotongnya menjadi 2 bagian, dan memasukkan setengahnya kembali ke dalam freezer. Yah disini kita harus menghemat tempe hahaha.... Setelah tempe kembali ke suhu ruangan, alias tidak beku lagi, baru deh kita oleh menjadi tempe mendoan dengan adonan tepung yang kita bikin sendiri. Biasanya di Indonesia kita menggunakan tepung instan yang biasa kita jumpai di toko-toko, sementara di sini ya kita racik sendiri tepungnya.
 
Anak saya semangat sekali membantu mengaduk-aduk tepungnya dengan air, dia rupanya juga tidak sabar menunggu tempe mendoannya matang. Seleai digoreng semua tempenya, saatnya  kita makan yey.... Jangan lupa pakai cocolan sambal Belacan dari luar negeri pula hasyah... Seorang kawan dari Brunai Darusalam memberi kami oleh-oleh sambal Belacan ini, rasanya enak dan cocok pula dengan lidah Indonesia, dan anak saya suka sekali dengan kombinasi keduanya.
 
Kami menikmati tempe mendoan dengan sambal Belacan di ruang tengah sambil ngobrol kesana-kemari, tanpa menyalakan televisi. Yah di sini kami sama sekali tidak menonton televisi karena nonton televisi di sini harus bayar lisensi jadi yah kamipun beralih menonton tayangan dari Youtube saja menggunakan laptop. Sementara tv nya hanya digunakan untuk melihat film melalui DVD player.
 
Sore yang sangat sempurna, menikmati menu istimewa bersama keluarga. MasyaAllah, nikmat mana lagi yang engkau dustakan.

Sedikit fakta tentang tempe. Sebenarnya sudah ada stall tempe di London, yang berjualan bule juga. Penjualnya ini sangat fasih berbahasa Indonesia dan secara khusus mempelajari cara membuat tempe di Jawa selama 2 tahun. Jika penasaran boleh di search aja di Youtube tentang penjual tempe satu ini. Selamat menikmati tempe mendoan ya...
 

Minggu, 26 Juli 2015

Lebaran ke-3 di Newcastle, UK


Ini adalah lebaran ke-3 kami di Newcastle dan kami sudah mulai dapat me"manage" hati kami untuk berlebaran jauh dari keluarga dan makanan-makanan khas lebaran kampung kami. Suasana Idul Fitri di UK memang tidak sehangat di negri sendiri, dimana kami selalu dikelilingi sanak famili. Namun kami tetap berupaya menghadirkan kebahagiaan yang sama meski dengan suasana yang sangat berbeda.

Malam hari setelah berbuka, kami memperdengarkan suara takbir dari Youtube. Suara merdu almarhum Ustad Jefri yang menjadi favorit kami malam itu untuk meramaikan flat tempat tinggal kami sembari beraktifitas menyiapkan hidangan untuk hari raya esok hari. Tidak ada suara takbir dari masjid ataupun surau sehingga takbir dari Youtube pun lumayan mampu menggantikan suasana malam takbiran, meski tanpa obor dan arak-arakan keliling kampung. Oiya, tahun ini saya memilih menu somay lengkap dengan sambal kacangnya. Saya memutuskan untuk tidak membuat lontong sayur karena pengalaman lebaran tahun lalu, kebanyakan teman sesama Indonesia memasak lontong sayur sehingga saat saling bersinggah rasanya sudah terlalu kenyang dengan menu tersebut.
 
Nunsmoor Park
Dok: Salis Yuniardi

Pagi harinya, kami bersiap-siap untuk melaksanakan sholat Ied berjamaah di lapangan Nunsmoor Park. Sholat jamaah dijadwalkan pada jam 9.30 waktu Newcastle, diawali dengan takbir pada pukul 8.30 British Summer Time (BST). Pagi itu cuaca gerimis, namun kami tetap bersemangat menuju ke park dengan berjalan kaki, kurang lebih selama 15 menit dari flat. Sesampainya di sana, suasana sudah ramai dengan calon jammah sholat. Mereka berasal dari berbagai negara, rupa-rupa bahasa, dan warna-warni baju lebaran khas negara mereka masing-masing. Sesekali saya bertemu dan menyapa teman-teman kursus dari Irak, Kurdish, Libya, tetangga dari Nigeria, Malaysia, dan juga teman-teman Indonesia yang baru bertemu dan berkenalan hari itu. Suara takbir dari panitia sholat bergema memenuhi taman pagi itu. Tak ketinggalan para polisi setempat turut serta meramaikan lebaran dengan berjaga-jaga di area taman, sambil sesekali menyapa orang-orang yang berdatangan.
 
Dok: Vita Rumanti

Sholat Ied pun dimulai, gerimis sudah berhenti. Semua kepala menunduk, memanjatkan doa, bersyukur telah dipertemukan dengan hari kemenangan di tahun ini. Berbagai bangsa, suku, bahasa, warna kulit, dan budaya, semua memohonkan doa kepada Tuhan yang sama, Tuhan yang satu, yaitu Allah SWT. MasyaAllah benar-benar kami merasakan sebagai satu saudara, saudara dalam tauhid dan keimanan di negara yang muslimnya sebagai minoritas ini. Semoga Allah SWT mengumpulkan kami semua di surga-Nya, aamiin.
 
Selesai sholat dan berdoa, kami saling bersalaman dengan teman-teman yang kami kenal. Ucapan yang paling familiar adalah "Eid Mubarak" lalu kamipun bercipika-cipiki. Beberapa orang membagi-bagikan cookies dan coklat kepada anak-anak. Anak-anak yang tidak kebagian biasanya akan melihat sambil memandang dengan tatapan mata penuh harap hehehe... Tapi tidak perlu khawatir, panitia sholat sudah menyiapkan crisp dan jus kemasan untuk dibagi-bagikan kepada seluruh jamaah. Ada juga stall balon, dan face painting. Hemmm, anak-anak sudah tidak sabar untuk mengantri membeli balon-balon lucu dan menggambar wajahnya dengan hiasan kupu-kupu atau harimau. Alhamdulillah, semua bersuka cita pada hari itu.
 
Kamipun kembali ke rumah masing-masing, tak lama kemudian kami, warga Indonesia yang tinggal di Newcastle saling berkunjung ke rumah-rumah. Nah kegiatan ini nih yang paling seru, setiap kali berkunjung pasti kerjaannya makan. Tahun ini, menu tiap rumah benar-benar beragam, ada menu wajib opor ayam, lodeh terung, bakso,sate padang, es campur, hemmm menu Indonesia yang selalu bikin kangen pulang. Tak lupa setelah makan-makan dan bersilaturahmi, kamipun foto bersama.
 
 

Selasa, 14 Juli 2015

Ayam Goreng Tepung - Mudah dan Praktis untuk Pemula

 
Alhamdulillah akhirnya saya berhasil juga membuat ayam goreng tepung yang teksturnya mirip dengan di KFC. Rasanya pun gurih luar dan dalamnya, alias tidak hanya tepungnya saja yang terasa gurih. Caranya sangat mudah dan gampang untuk diikuti karena saya sendiri bukan orang yang telaten untuk berlama-lama di dapur sehingga saya memodifikasi cara memasaknya sehingga mudah dipraktekkan.
 
Pertama-tama yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan bahan-bahan, antara lain:
  • 1 kg ayam, potong sesuai selera
  • 1,5 liter air untuk merebus daging ayam
  • 1/2 bawang bombay dirajang halus
  • 4 butir bawang putih dirajang halus
  • 3 sendok teh ketumbar bubuk
  • 4 lembar daun salam
  • 3 sendok teh garam atau sesuai selera
 
Bahan balutan:
  • 1/2 kg tepung terigu
  • 1 sendok teh merica bubuk
  • 2 sendok teh garam
  • 1 sendok teh bawang putih bubuk
  • 1/2 gelas air dingin 
 
Cara memasak:
  1. Rebus daging ayam bersama bawang bombay, bawang putih, ketumbar, daun salam, dan garam dengan api kecil hingga daging ayam empuk dan airnya menyusut.
  2. Angkat dan tiriskan daging ayam.
  3. Dalam sebuah wadah, campurkan tepung terigu, merica bubuk, garam, bawang putih lalu aduk hingga rata sebagai bahan balutan kering.
  4. Dalam wadah lain, masukkan air dan tambahkan 2-3 sendok makan bahan balutan kering, aduk hingga rata dan sedikit mengental sebagai balutan basah.
  5. Masukkan satu-persatu daging ayam ke dalam balutan basah, lalu gulingkan ke dalam bahan kering sambil daging ayam dipijat-pijat, masukkan kembali ke dalam balutan basah, lalu gulingkan kembali dalam balutan kering sambil diremas-remas hingga bahan balutan benar-benar menempel.
  6. Lakukan satu-persatu hingga ayam habis.
  7. Goreng daging ayam yang telah dibalut ke dalam wajan dengan minyak panas dan banyak dengan api sedang.
  8. Goreng hingga balutan tepung berwarna kuning keemasan, lalu angkat dan tiriskan.
  9. Ayam goreng tepung siap disajikan dengan nasi putih hangat.
Jika anda menyukai aroma dan pedasnya merica, maka anda dapat menambahkan sesuai dengan selera. Penyedap rasa juga bisa ditambahkan sebagai pilihan jika anda terbiasa menggunakannya. Selamat berkreasi :-)

 

Senin, 22 Juni 2015

Buntil Daun Kale

 
Biasanya resep buntil itu selalu identik dengan daun pepaya, nah berhubung saya belum pernah menemukan daun pepaya di Newcastle, jadilah saya modifikasi dengan daun kale. Daun ini lumayan mudah di dapat di toko-toko swalayan dengan harga yang relatif murah, biasanya 1 bungkus harganya tidak lebih dari £1.00 dan isinya lumayan banyak. Kenapa saya memilih daun ini? Karena kale memiliki tekstur yang kurang lebih sama dengan daun pepaya, bedanya daun ini tidak memiliki rasa pahit seperti daun pepaya. Dan hal ini juga menjadi nilai positif dari daun kale bagi yang tidak suka rasa pahit dalam sayuran.
 
Saya menyukai buntil semenjak kuliah di Surabaya. Awalnya saya tidak mengetahui apa itu buntil, hingga suatu hari, seorang ibu yang biasanya berdagang aneka sayur matang menawarkan kepada saya buntil daun pepaya tersebut. Biasanya yang saya beli dari ibu penjual tersebut adalah botok hati ayam atau botok udang, namun hari itu semua botok habis, tinggal buntil pepaya ini. Akhirnya saya memberanikan diri untuk membelinya meski saya kurang yakin akan mampu memakannya. Ya...namanya juga anak kos, akhirnya hanya dengan nasi putih hangat dan rasa lapar, buntil pun habis, lenyap tak tersisa, rasanya enak sekali dan tidak berasa pahit. Hemmm pandai benar ibu ini membuatnya, batin saya waktu itu. Nah semenjak itulah saya menjadi tergila-gila dengan buntil pepaya.
 
Begitulah sekilas cerita, selanjutnya mari saya mulai saja menuliskan resep buntil daun kale dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di Newcastle khususnya.
 
Bahan-bahan:
  • 1 bungkus daun kale
  • 250 gr udang
  • 1 genggam ikan teri
  • 5 sdm kelapa parut kering
  • 1 bawang bombay
  • 3 suing bawang putih
  • 2 cabe merah
  • 2 cabe rawit ( atau sesuai selera)
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 sdt kunyit bubuk
  • 1/4 sdt terasi
  • gula kelapa serut dan garam secukupnya
  • minyak untuk menumis
  • 1/2 gelas air
Cara memasak:
  1. Rebus daun kale hingga matang dan empuk, biarkan dingin, lalu rajang sesuai selera, sisihkan.
  2. Cincang halus bawang bombay, bawang putih, cabe merah, dan cabe rawit, lalu tumis di atas wajan dengan api sedang hingga layu.
  3. Tambahkan udang, teri, daun salam, daun jeruk, kunyit, terasi, gula kelapa, dan garam ke dalam tumisan. Aduk rata hingga udang berubah warna.
  4. Masukkan parutan kelapa, lalu aduk kembali hingga semua bumbu merata dengan kelapa parutan. Tambahkan air, lalu aduk hingga air meresap. Matikan api, diamkan hingga suhu turun.
  5. Jika daun kale dan bumbu sudah agak dingin, campurkan keduanya dalam sebuah wadah, aduk hingga bumbu merata ke dalam daun kale.
  6. Bungkus dengan plastik menjadi beberapa bagian, tekan-tekan agar padat, lalu kukus selama kurang lebih 20 menit.
  7. Buntil daun kale siap disajikan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada resep buntil kale, diantaranya adalah penggunaan kelapa parut kering. Saya menggunakan parutan kelapa kering karena memang di sini lebih mudah untuk didapat dan harganya lebih murah daripada parutan kelapa yang basah. Untuk membungkus, saya memilih menggunakan plastik karena ekonomis dan mudah didapat. Idealnya, buntil itu dibungkus dengan daun pisang dan ditusuk dengan lidi sehingga menambah aroma buntil lebih wangi. Apalah daya, daun pisang pun harganya mahal, dan hanya dapat dibeli di toko Cina yang jaraknya sangat jauh dari rumah saya. Alhamdulillah dengan segala keterbatasan dan upaya yang maksimal, akhirnya buntil pujaan siap disantap juga. Selamat berkreasi :-)
 

Baso Ayam Tahu Goreng Krispi

 
Jika pembaca sedang bosan dengan menu baso ayam yang biasa, boleh lah dimodifikasi sedikit dengan menambahkan bahan lain lalu goreng dengan tepung dan jadilah camilan gorengan hangat yang pas dinikmati saat cuaca dingin ditambah dengan sambal saus cocol pedas. Bisa juga untuk alternatif takjil saat berbuka puasa. Cara membuatnya sangat mudah, sebelumnya perlu kita siapkan dulu bahan-bahannya:
 
Bahan utama:
  • 1/2 kg ayam yang sudah digiling
  • 2 potong tahu mentah (lumatkan menggunakan garpu)
  • 1 butir wortel (parut atau potong korek api)
  • 1 daun bawang (Rajang halus)
  • 1 butir telur (kocok)
  • 3 sdm tepung tapioca
  • 2 liter air untuk merebus
  • 1 liter minyak untuk menggoreng
 
Bumbu yang dihaluskan:
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sdt merica
  • garam secukupnya
  • gula secukupnya
Bahan balutan:
  • 5 sdm tepung terigu
  • 1 sdt merica
  • garam secukupnya
Cara memasak tahap I:
  1. Rebus air di atas kompor, tinggal sejenak
  2. Campurkan semua bahan utama, aduk rata hingga menjadi adonan.
  3. Masukkan bumbu yang telah dihaluskan ke dalam adonan bahan utama, aduk kembali hingga rata. Jika adonan terlalu kental bisa ditambahkan sedikit air dingin, jika terlalu encer bisa ditambah tepung tapioka hingga adonan mudah dibentuk.
  4. Bentuk adonan menjadi bulat- bulat seperti baso, lalu masukkan ke dalam air rebusan yang telah mendidih
  5. Jika baso sudah mengambang dan matang, angkat dan tirirskan. Diamkan hingga suhunya turun.
Cara memasak tahap II:
  1. Panaskan minyak ke dalam wadah yang cekung, tinggal sejenak
  2. Campurkan semua bahan balutan ke dalam sebuah wadah, aduk hingga semua bahan tercampur
  3. Gulingkan baso satu persatu ke dalam tepung balutan sambil dipijat-pijat sehingga tepung menempel dan rata
  4. Goreng dalam minyak panas dan banyak
  5. Jika warna berubah kuning keemasan, angkat dan tiriskan
  6. Baso ayam tahu goreng krispi siap disajikan
Camilan ini juga sangat cocok buat anak-anak yang kurang suka mengkonsumi sayur. Sayuran yang dicampurkan pun dapat disesuaikan dengan selera, misalnya bayam atau brokoli yang sudah dicincang halus. Selamat berkreasi :-)

 

Selasa, 05 Mei 2015

Jam Malam untuk Anak

 
Beberapa hari lalu kami sekeluarga menghadiri acara Discover Indonesia 2015, yaitu acara semacam pengenalan seni dan budaya Indonesia yang diadakan PPI Newcastle. Acaranya diadakan di Dome Universitas Northumbria, mulai jam 6.30 sore. Kebetulan anak kami, usia 8 tahun juga tampil "Tari Dolanan" bersama teman-temannya yang juga anak-anak antara usia 5-10 tahunan.
 
Kali ini saya tidak membahas tentang Discover Indonesia nya, melainkan tentang peraturan terkait anak-anak di Newcastle. Sejak awal tahu jika acara nya malam hari, sebenarnya beberapa orang tua sudah mulai cemas, kira-kira boleh tidak ya kegiatan yang melibatkan anak-anak ini diadakan pada malam hari? Kerna pengalaman-pengalaman sebelumnya, hal-hal terkait anak-anak sangat ketat di UK ini. Pihak panitia kemudian memastikan bahwa anak-anak boleh dilibatkan pada kegiatan ini hingga jam tertentu berdasarkan peraturan universitas.
 
Pada waktu hari H, Alhamdulillah semua persiapan dan tampilan anak-anak lancar. Para penonton baik dari dalam maupun luar negeri, semua tampak antusias dengan musik dan tari-tarian yang ditampilkan. Selesai acara, sekitar jam 9 kurang kalau tidak salah saat itu, kami masih asyik ngobrol dengan teman-teman lain yang juga menonton acara tersebut, tak lupa kami pun berfoto bersama.
 
Di sela berfoto-foto, datanglah salah seorang petugas gedung, dia menegur saya yang sedang memotret anak saya bersama temannya untuk segera pulang karena anak-anak tidak boleh berada di gedung ini mulai jam 9 malam. Ups... saya pun melihat jam tangan, ternyata memang sudah jam 9 lebih 5 menit. Sepertinya tidak hanya saya saja yang bandel dan ditegur untuk segera pulang karena membawa anak-anak heheheh....yang lain rupanya juga mengalami hal yang sama.
 
Kami pun segera berbondong-bondong menuju bus stop untuk kembali ke rumah. Sesampai di bus stop, kami melihat salah seorang teman bersama anaknya sudah menunggu di bus stop. Dia pun bercerita jika tadi juga ditegur untuk segera pulang. Baiklah, mari kita pulang bersama.
 
Selesai acara Disover Indonesia, mari beralih ke kejadian beberapa hari lalu. Waktu itu saya, suami, dan anak saya pergi ke funfair di park dekat rumah. Saat itu jam setengah sembilan malam. Sesampainya di sana, funfair sudah sepi, permainan banyak yang tidak bekerja, lampu-lampu sudah mulai dimatikan, dan banyak polisi di sana. Sempat bingung ada apakah gerangan?
 
Kamipun memutuskan untuk terus menyusuri lokasi funfair tersebut, berharap masih ada permainan yang masih beroperasi. Eh...kok malah mulai ditutupin satu-persatu wahananya, bouncy castle nya juga sudah dikempesin. Lho...lho...lho.... Tak lama kemudian, ada salah seorang menghampiri dan memberitahu kami bahwa wahana sudah tutup dan lebih baik kembali keesokan harinya saja. Padahal kan masih jam 9, kok sudah tutup?
 
Walahhhh.... saya baru ingat, lha funfair ini kan memang untuk anak-anak (18 tahun ke bawah), jadi ya sudah harus tutup biar anak-anaknya segera kembali ke rumah. Mereka tidak mau bertanggung-jawab jika terjadi apa-apa terhadap anak-anak. Dengan berat hati kami pun pulang, padahal awalnya kami datang malam hari karena membayangkan indahnya lampu-lampu funfair yang nyala kerlap-kerlip. Maklum, saat ini musim summer jadi datangnya malam lebih lambat dari hari biasanya di Indonesia.
 
Saat pulang naik bis, saya pun ditegur oleh seorang bapak-bapak, dia bilang "It must be her bed time", sambil senyum-senyum, saya pun membalasnya dengan senyuman juga. Sekarang jadi ngeh, jika jam 9 malam adalah batas maksimal anak-anak tidak berada diluar rumah, meskipun sedang bersama orang-tuanya. Baiklah mari mengingat-ingat, jangan sampai lupa jam malam anak-anak ya... agar tidak perlu diingatkan lagi oleh orang lain nanti dikira telah mengabaikan hak anak, hemmmm.
 
 
 
 
 
 
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 161-165:
 
161. Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya.
 
162. Mereka kekal di dalamnya (laknat), tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan.
 
163. Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
 
164. Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.
 
165. Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).

Kamis, 30 April 2015

Rujak Serut Praktis

 
 
Bagi yang tinggal jauh di negeri orang dan sampai sekarang belum pernah nemu yang namanya abang-abang penjual rujak buah serut, nah boleh deh dicoba resep rujak serut praktis ini. InsyaAllah rasanya juga tidak kalah enak dengan yang punya abang-abang itu.
 
Beberapa minggu lalu saya secara tidak sengaja melihat diskon mangga di Hutchinson (toko sayur dekat rumah), harganya £2.50 per box. Isinya per boxnya kalau tidak salah lebih dari 10, mungkin 12 atau 14 saya lupa, ukurannya mungkin sekepalan tangan orang dewasa. Akhirnya saya beli patungan berdua sama teman saya. Sampai rumah ingin buat rujak serut tapi yang langsung jadi tanpa harus uleg-uleg atau rebus-rebus, nah begini caranya:
 
Bahan-bahan:
  • Mangga mengkal yang sudah diserut
  • Cabe rawit sesuai selera
  • Gula secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Kencur bubuk seujung sendok teh
 
Cara pembuatan rujak:
  1. Potong-potong cabe atau bisa juga diuleg dengan sendok di atas piring
  2. Campurkan mangga, cabe, garam, gula, dan kencur ke dalam sebuah wadah
  3. Aduk-aduk dengan menggunakan sendok hingga merata, biasanya air buahnya pun akan keluar sehingga menambah segar rasa maupun aromanya.
  4. Jangan lupa dicicip hingga rasanya pas, jika kurang pas, tinggal atur saja komposisi gula dan garamnya.
  5. Sajikan
Gampang kan? Nah kalau pas musim panas dan ingin lebih segar lagi, tinggal masukkan saja rujaknya ke dalam kulkas sehingga rasanya jadi dingin-dingin pedas. Bisa juga ditambahkan dengan buah-buahan yang lain sesuai selera seperti pepaya, mentimun, hemmm sampai air liur saya rasanya masam membayangkan rujak serut yang satu ini. Selamat mencoba :-)

 
 
 
 
 
 
 
 
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 141-145:
 
141. Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.
 
142. Orang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata, "Apakah yang memalingkan mereka (muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya?" Katakanlah (Muhammad), "Milik Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus."
 
143. Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) "umat pertengahan" agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia  dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.
 
144. Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan dimana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
 
145. Dan walaupun engkau (Muhammad) memberikan semua ayat (keterangan) kepada orang-orang yang diberi kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang zalim.

Selasa, 31 Maret 2015

Ibu, Nenek Berkursi Roda, dan Sopir Yang Sigap

 
Pengalaman naik bis siang tadi sungguh mengesankan. Seperti biasa sepulang kursus saya segera menuju ke bus stop. Tampak beberapa orang yang sedang mengantri, sayapun segera bergabung dalam antrian. Kebetulan di depan saya ada seorang nenek tua yang duduk di kursi roda, dan di belakangnya ada seorang ibu yang membantu mendorong kursi roda tersebut.
Alhamdulillah tidak lama kemudian bis yang ditunggu sudah datang. Bis berhenti tepat di depan bus stop. Melihat ada calon penumpang yang berkursi roda, sopir pun segera tanggap, keluar dari bis, lalu mengeluarkan slide (semacam papan besi untuk memudahkan kursi roda agar bisa dinaikan ke dalam bus. Awalnya si ibu menolak untuk naik ke dalam bis terlebih dulu karena sebenarnya si ibu dan nenek ini antriannya di tengah, namun semua pengantri mempersilahkan ibu itu untuk masuk ke dalam bis terlebih dahulu.
Tampaknya si ibu kesulitan mendorong kursi roda tersebut, dan pak sopir pun segera bergegas memberikan bantuan. Yah, pak sopir memang sangat sigap. Saya tersenyum-senyum sendiri melihat pemandangan indah ini. Setelah ibu dan nenek itu naik, sopir merapikan slide dan kembali ke tempat duduknya. Kemudian barulah antrian calon penumpang masuk ke dalam bis satu persatu dengan tertib.
Banyak hal yang bias saya ambil dari kejadian sehari-hari naik bis seperti yang saya tuliskan di atas:
  • Antri
Ketika mendatangi bus stop, biasanya orang-orang segera membentuk antrian dengan sendirinya. Antrian bias jadi sangat panjang jika bis sesekali datang terlambat dari jadwal. Meskipun demikian, saat bis yang ditunggu tiba, mereka naik bis tetap dengan tenang alias tidak srudak-sruduk. Awalnya saya heran, naik bis saja harus antri seperti ini. Kalau tidak mengantri malah malu sendiri.

  • Tempat duduk
Biasanya jika bisnya bertingkat, maka anak-anak muda banyak yang duduk di atas. Ini juga memberi kesempatan pada orang-orang senior yang kemampuan geraknya terbatas, mereka yang membawa kereta dorong, dan disable bisa mendapat tempat duduk, terutama saat jam-jam sibuk.
  • Terimakasih
Sebelum turun dari bis, biasanya, atau hampir selalu semua penumpangnya mengucapkan terimakasih kepada sopir. Hemmm kebiasaan yang bagus bukan? Semoga hal baik ini bisa ditularkan dan diterapkan di negara kita, dengan syarat sopir nyetirnya tidak ugal-ugalan ya... hehehe... Khawatirnya bukan ucapan terimakasih yang ada malah penumpang marah-marah ke sopir karena ngebut.
 
 
 
 
 
 
 
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 111-115:
 
111. Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, "Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani." Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah, "Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar."
 
112. Tidak! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
 
113. Dan orang Yahudi berkata, "Orang Nasrani itu tidak memiliki sesuatu (pegangan)," dan orang-orang Nasrani (juga) berkata, "Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu (pegangan), "padahal mereka membaca Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu, berkata seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang mereka perselisihkan.
 
114. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat.
 
115. Dan milik Allah timur dan barat. Kemanapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. 

Minggu, 29 Maret 2015

Merebus Beras Ketan Tanpa Santan

 
Suatu hari saya berniat membuat kolak ketan. Alangkah kagetnya setelah merendam beras ketan ternyata saya tidak menemukan persediaan santan di lemari dapur maupun di dalam kulkas. Mau tidak mau, ketan harus direbus, soal kuah santan, bisa ditunda dulu. Sempat terbersit juga untuk meminjam santan kepada tetangga, tapi niat itu saya urungkan setelah saya melihat ada persediaan susu sapi segar di dalam lemari es. Dan sayapun memutuskan untuk mencoba mengganti santan dengan susu segar.
 
Bahan:
  • 3 cup beras ketan yang sudah direndam -/+ selama 30 menit
  • 1,5 cup susu segar
  • 2 sendok teh garam
  • 1 sendok the essence pandan sebagai pengganti daun pandan dan memberi warna hijau pada ketan
  • 1 cup parutan kelapa (optional jika ingin ketan lebih gurih)
Cara:
  1. Masukkan semua bahan ke dalam panci.
  2. Masak dengan api sedang, dan aduk hingga susu menyusut.
  3. Angkat, ketan siap untuk di kukus.
  4. Kukus ketan selama -/+ 20 menit atau hingga pulen.
  5. Ketan siap dihidangkan bersama kuah santan manis atau langsung disantap.
Dengan demikian, saya tidak perlu panik lagi jika ingin memasak ketan namun kehabisan santan. Kebetulan di Newcastle ini harga susu lebih murah daripada harga santan, jadi lebih irit. Dua liter susu harganya £1.00 sedangkan 500 ml santan harganya berkisar £1.20. Soal rasa, menurut saya tidak jauh berbeda. Selamat mencoba :-)  







Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 106-110:

106. Ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari ingatan, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu?
 
107. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah memiliki kerajaan langit dan bumi? Dan tidak ada bagimu pelindung dan penolong selain Allah.
 
108. Ataukah kamu hendak meminta kepada Rasulmu (Muhammad) seperti halnya Musa (pernah) diminta (Bani Israil) dahulu? Barangsiapa mengganti iman dengan kekafiran, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
 
109. Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
 
110.Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Kamis, 26 Maret 2015

Tips Memasak Daging Ayam Sampai Empuk

Chicken Tikka Bakar
 
Beberapa minggu lalu saya menyaksikan siaran "Investigasi" melalui Youtube tentang cara-cara penjual daging ayam mengolah dan memasak ayam-ayamnya. Sangat mengerikan bagi saya karena mereka mencampurkan obat sakit kepala yang telah ditumbuk halus ke dalam air yang digunakan untuk merebus daging ayam. Subhanallah, jangan sampai kita malah sakit kepala memakannya. Saya lupa efek samping apa yang diakibatkan jika kita mengkonsumsi ayam-ayam ini dalam jangka panjang, yang jelas obat sakit kepala itu sudah disalahgunakan dari fungsi sebenarnya.
 
Saya merasa prihatin dengan fakta di atas, padahal ada cara yang lebih aman dan juga murah untuk melakukannya. Berikut cara-caranya, sangat sederhana dan gampang diterapkan. Cara yang pertama disarannkan oleh seorang chef di sebuah restoran agar merebus daging ayam dengan api yang kecil. Tujuannya adalah agar serat-serat pada daging tidak "kaget" dan bias melunak secara pelan-pelan. Cara ini membutuhkan waktu yang agak lama, dan harus bersabar.
 
Cara berikutnya yang sering saya dapatkan melalui resep-resep adalah dengan membubuhkan soda kue (baking powder) ke dalam air yang digunakan untuk merebus daging ayam. Tidak perlu banyak, cukup 1 sendok teh untuk merebus 1 kg daging ayam. Cara ini lebih cepat, daging ayam bahkan terlihat mekar setelah kita rebus kurang lebih selama 30 menit. Tapi kelemahannya adalah jika ayam kemudian digoreng, daging ayam akan cenderung menyerap minyak.
 
Saya sudah pernah mencoba kedua metode tersebut, dan saya lebih menyukai cara pertama, meskipun waktunya sedikit lebih lama, namun jika digoreng, daging ayam tetap kesat dan tidak berminyak. Demikian sedikit tips dari saya, semoga bermanfaat.
 
NB: Sayang sekali saya tidak punya foto yang sesuai.
 
 
 
 
 
 
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 101-105:
 
101. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke belakang (punggung), seakan-akan mereka tidak tahu.
 
102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir."Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.
 
103. Dan jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu.
 
104. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakana, Ra'ina, tetapi katakanlah "Unzurna", dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.
 
105. Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmatNya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.

Senin, 09 Maret 2015

Apa... Beli Mainan Lagi???

 
Jeng...jeng... dengan kamera zoom in, zoom out, hidung bergetar, mata menyipit, melebar, menyipit, melebar. Mungkin seperti itulah respon orang tua saat mendengar anaknya minta dibelikan mainan lagi. Apalagi saat tahu kalau mainan di rumah banyak dan menumpuk di box mainan. Namanya juga anak-anak, sebanyak apapun mainan yang sudah dimilikinya pasti merasa kurang.
 
Daripada melarang anak yang berujung pada tantrum atau emak yang jadi rebut sendiri sama bapak. Mungkin bisa dicoba cara-cara berikut. Ini adalah pengalaman pribadi saya dan suami saya menghadapi anak perempuan kami yang berusia 8 tahun. Mungkin tips ini dapat dimodifikasi sesuai dengan usia anak dan kemampuan memahaminya.  
 
1. Meminta untuk menghitung jumlah mainan yang sudah dimilikinya.
 
Harapannya anak jadi tahu jumlah sebenarnya mainan yang sudah dimilikinya saat ini. Biasanya anak memang tidak menyadari jumlah persis mainan yang dia miliki sehingga selalu merasa perlu membeli yang baru. Tanyakan pada anak apakah dia telah memanfaatkan mainan-mainannya itu atau hanya sekedar disimpannya saja. Tanyakan apakah jumlah mainan itu masih belum cukup dan tanyakan juga alasannya. Tanyakan juga pada anak apakah dia membutuhkan mainan itu atau sekedar faktor ingin karena melihat di TV, majalah, atau saat bermain di rumah temannya. Ajak anak berdiskusi tentang ini sehingga dia mulai berfikir, lalu tanyakan lagi keputusan akhirnya. Jika keputusan akhir anak tetap memutuskan untuk membeli, mungkin perlu dibikin syarat, syarat ini harus disetujui kedua belah pihak, yaitu orang tua dan anak.
 
2. Memintanya untuk menyedekahkan beberapa mainannya.
 
Dalam Islam diajarkan jika kita membeli baju baru, maka sedekahkan baju yang lama sehingga jumlah baju yang kita miliki jumlahnya tetap sama, dan tidak bertambah banyak yang menyebabkan kesia-siaan. Begitu juga saat anak minta mainan baru, mungkin bisa kita setujui permintaannya dengan syarat anak harus memilih mainannya untuk disedekahkan. Jika tidak setuju, maka tidak ada mainan baru.
 
3. Menunggu hingga tiba hari ulang tahunnya.
 
Orang tua bisa mencoba meminta anak untuk bersabar menunggu beberapa waktu sampai tiba hari ulang tahunnnya untuk mendapatkan mainan yang dimaksud. Mungkin anak akan berdalih atau khawatir jika mainan yang dimaksud akan habis jika menunggu terlalu lama. Tapi orang tua tidak perlu terpancing dengan alasan satu ini. Karena jika alasan ini berhasil saat sekali percobaan, maka anak akan mengulanginya lagi. Dengan menggunakan alasan ini, anak mencoba memunculkan kekhawatiran pada orang tua. Saya pun sempat merasa khawatir, terus terang sebagai ibu saya mudah terpengaruh hehehe... Alhamdulillah abinya tegas dalam hal ini. Jelaskan pada anak bahwa akan ada mainan-mainan terbaru yang lebih bagus, lebih menarik, lebih canggih yang akan terus membuat anak tertarik sehingga tidak perlu khawatir jika di toko sudah tidak ada lagi mainan yang dimaksud. Percayalah, ketertarikan anak terhadap mainan itu selalu berubah-ubah, jadi orang tua tidak perlu merasa bersalah untuk sekedar menunda waktu membelikannya mainan baru.
 
4. Mengajaknya menabung.
 
Sarankan anak untuk menabung agar anak terbiasa berusaha sebelum mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Melalui hal ini anak juga belajar tentang proses dan jangka waktu. Bahwa semua hal tidak bisa tersedia begitu saja hanya dengan sekedar minta. Ayah dan ibu perlu bekerja dan menabung untuk membeli rumah, laptop, baju, perlu memasak jika ingin makan dengan menu yang sedap. Jelaskan dan ajak anak untuk merasakan dan terlibat dalam proses itu. Buatkan tabungan dari kaleng atau bahan apapun yang bisa dibuka sehingga anak bisa menghitung jika dia menginginkan, sehingga anak pun dapat memperkirakan sendiri kira-kira berapa lama lagi dia akan bisa membeli mainan baru. 
 
5. Melihat tayangan yang inspiratif.
 
Saya suka menunjukkan anak saya tayangan "Si Bolang" atau "Anak Pinggiran" melalui YouTube. Kami berdiskusi saat melihat tayangan tersebut bahwa mainan tidak harus selalu kita dapatkan dengan membeli, namun bisa kita coba untuk membuatnya seperti yang Bolang lakukan bersama teman-temannya. Mengajak anak kita untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT dengan segala mainan yang telah dimilikinya karena diluar sana masih banyak anak yang tidak terbersit sedikitpun untuk bermain dan membeli mainan karena mereka harus bekerja keras membantu orang tua mereka. Melalui cara ini kita bisa menanamkan empati dan rasa peduli pada anak kita. Alih-alih membeli mainan baru mungkin bisa kita ajarkan untuk menginfakkan sebagian uangnya.
 
Membiasakan anak untuk berdiskusi dalam setiap pengambilan keputusan insyaAllah akan sangat bermanfaat bagi dirinya sendiri kelak. Anak jadi terlatih untuk bersabar dan memunculkan inisiatif berusaha jika ingin meraih sesuatu. Semoga kita selalu diberi hidayah Allah SWT dalam mendidik anak-anak kita, amin.







#Ayat hari ini;
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 81-85:

81. Bukan demikian! Barangsiapa berbuat keburukan dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

82. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surge. Mereka kekal di dalamnya.

83. Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, "Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat." Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu (masih menjadi) pembangkang.

84. Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu, "Janganlah kamu menumpahkan darahmu (membunuh orang) dan mengusir dirimu (saudara sebangsamu) dari kampong halamanmu."  Kemudian kamu berikrar dan bersaksi.

85. Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu), dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Dan jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

Minggu, 08 Februari 2015

Serunya Saat Mengganti Popok si Kecil

Bersembunyi saat hendak diganti popoknya :-D
 
Pernahkah anda merasa kesulitan atau kerepotan ketika hendak mengganti popok pada balita anda? Terutama pada balita yang sudah mulai merangkak dan berjalan. Mereka tidak lagi mau ditidurkan atau ditelentangkan di atas kasur. Meskipun popok yang digunakan berupa pants, namun tetap saja rasanya kurang begitu rapi dan bersih kalau menggantikannya saat anak-anak banyak bergerak. Terkadang saat tahu hendak diganti popoknya, mereka malah cenderung berlari dan menjauh dari kita, seolah ingin menggoda kita. Ada juga yang menolak dan menangis karena sedang asyik bermain dengan mainannya dan tidak mau diganggu. Ada juga yang setelah dilepas popok kotornya, eh malah berlari kemana-mana. Bukannya malah bersih, malah kotor semuanya. Biasanya hal ini mulai terjadi pada anak usia 7 bulan, yaitu ketika anak mulai merangkak dan area jangkauannya bertambah luas.  Berikut ini ada tips yang mungkin bisa dicoba di rumah. Tips ini muncul dari pengalaman pribadi dan pengamatan di lingkungan sekitar saya.
 
Berterus terang, dan jelaskan.
Sebelum mengajak balita ke kamar mandi atau merebahkannya di atas kasur, sampaikan bahwa kita akan mengganti popoknya karena kotor. Jangan asal comot atau menggendongnya karena mereka akan merasa diinterupsi aktivitasnya saat itu yang mungkin baginya sangat menyenangkan. Sehingga malah semakin membuatnya marah dan memberontak. Upayakan mereka mendengarkan apa yang kita sampaikan yaitu dengan cara dekati, sentuh badannya (bisa juga dipeluk) lalu dekatkan wajah kita agar bisa mudah untuk mereka perhatikan. Jika kemudian mereka berlari atau malah tertawa, menjauh, dan kadang bersembunyi malah. Jangan panik dan marah, lanjutkan ke langkah berikutnya.
 
Mengajak Bermain Sesaat.
Jika balita anda tiba-tiba merangkak menjauh, tariklah pelan-pelan kaki atau badannya mendekati kita sambil mengajaknya bercanda. Atau jika balita anda berlari, menjauhi anda, atau bahkan bersembunyi maka berpura-puralah mencarinya seperti bermain petak umpet. Balita anda pasti juga menikmati permainan ini. Tapi jangan terlalu lama ya, kan fokus kita bukan bermain, melainkan mengganti popoknya. Setelah balita anda sedikit terhibur dengan permainan, maka kembalilah ke tujuan utama. Biasanya setelah menikmati permainan, balita akan cenderung rileks dan akhirnya mau menurut dengan apa yang kita perintahkan.
 
Beri mainan yang mudah dipegang.
Agar kita bisa berkonsentrasi bersih-bersih, maka sibukkan balita dengan mainan di tangannya. Ajak juga mereka berbicara tentang mainannya atau tentang proses bersih-bersih yang sedang kita lakukan, misalnya " Tenang dulu ya dek, nih mama masih mengambil tissue basah, mau mengelap adik", dan seterusnya. Meskipun balita terlihat kurang begitu memperhatikan apa yang kita sampaikan, lama-lama dia akan mengerti proses dan tujuan dari ritual mengganti popok ini.
 
Ajak bersenandung.
Jika balita anda sangat responsive saat mendengar nyanyian atau lagu, maka bersenandunglah lagu kesukaannya, biasanya mereka akan mengikuti dan merasa terhibur. Andapun bisa mengganti popoknya dengan tenang.
 
Beri apresiasi.
Beri rewards pada balita jika berhasil melewati proses dengan tenang. Rewards atau apresiasi ini bisa berupa pujian, ciuman di pipi, pelukan, senyuman, atau tepuk tangan yang ditujukan padanya. Dengan demikian balita anda akan tahu bahwa apa yang telah dilakukannya membawa hasil positif dan menyenangkan baginya sehingga di lain waktu, dia akan melakukan dengan senang hati.
 

#Ayat hari ini;
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 36-40:

36. Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman, "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan."
 
37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima taubatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima taubat, Maha Penyayang.
 
38. Kami berfirman, "Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar dating petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
 
39. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
 
40. Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan takutlah kepada-Ku saja.
 

Minggu, 01 Februari 2015

Jilbab Bergo Indonesia Goes to Europe

 
Setahun yang lalu saya menulis tentang Indonesian Hat, eh beberapa hari yang lalu pengalaman terkait dengan kerudung kembali terulangi. Kali ini bukan karena dianggap Cina kok hehehe.... Jadi ceritanya begini. Selama di Newcatle ini saya memang lebih menyukai jilbab bergo yang saya bawa dari Indonesia, ada juga beli nitip teman yang kebetulan pulang ke Indonesia, ada juga yang saya beli dari teman yang juga berjualan jilbab bergo dari Indonesia.
 
Hari itu saya dan ponakan saya yang usianya 16 bulan pergi kursus ke sebuah komuniti. Kebetulan si keponakan ini juga memakai jilbab bergo yang membuat wajahnya makin imut-imut. Saking imutnya, biasanya dia dimintain foto selama dia saya titipkan di tempat penitipan anak di tempat saya kursus hehehe... Nah sewaktu saya mau mengajak pulang keponakan saya dari penitipan, tiba-tba salah satu penjaganya --kalau tidak salah orang Banglades-- mendekati saya dan bertanya, "Kamu beli kerudung ini di negaramu ya?", "Iya", jawab saya pendek sembari meletakkan si bocah mungil ke dalam stroller nya. "Jadi kamu bawa kerudungmu ini dari Negara Indonesia?", tanyanya lagi. "Iya" lah... eh nggak pake lah ding, kan bahasa Ingrisnya jadi "Iyess lah" mana ngerti dia hehehe.... "Oh...because I want that", katanya dengan nada agak mellow seolah-olah tidak ada harapan untuk mencapai apa yang diinginkan. "Really?", agak penasaran saya. "Yes, I want like this", jelasnya. "Okay, I have a friend, she sells Indonesian hijab, I will tell her", jawabnya saya. "Temanmu?", tanyanya penasaran. "Iya, kebetulan dia juga kursus di tempat ini". "Okay, ask her to talk with me", pintanya. "Beres Bos" eh saya jawab "Okay, InsyaAllah I will tell her".  Begitulah percakapan singkat siang itu, diakhiri dengan pemesanan jilbab.
 
Hemmm...akhirnya ada yang tertarik juga dengan jilbab bergo Indonesia ya. Rupanya ada yang satu selera. Maklum, jilbab itu ibarat fashion, ibarat makanan juga, semua orang seleranya berbeda-beda. Selama ini, meskipun seringkali ada yang bertanya tentang jilbab yang saya kenakan tapi tidak ada yang berkeinginan untuk memiliki, hanya sekedar bertanya karena penasaran saja. Nah baru kali ini ada yang benar-benar ingin membeli.Semoga ini pertanda baik, ini termasuk penyebaran budaya melalui fashion jilbab bergo, siapa tahu bergo Indonesia akan mendunia, merambah Eropa asal jangan sampai keduluan dipatenkan negara lain aja. Wuih....ngelamunnya kejauhan.... Ini namanya impian, awal sebuah kemajuan berasal dari impian, cie....filosofinya mantep banget. Bismillah.


# Ayat hari ini:
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 26-30:

26. Sesunggunya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, "Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?" Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu (banyak) pula orang yang diberi Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik,
 
27. (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
 
28. Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan.
 
29. Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
 
30. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Rabu, 24 Desember 2014

Daughter and Father's Day

Itu abi Ara di belakang, mondar-mandir bawa kerekan belanja :-D
 
Sebenarnya hari ini tidak ada rencana keluar kemana-mana karena udara juga agak dingin meski mataharinya lumayan cerah. Eh pagi tadi secara tidak sengaja menemukan annual ticket Life Centre yang sebenarnya masih berlaku. Dan tanggal terakhir berlakunya adalah hari ini, 24 Desember 2014. Agak kaget juga abinya Ara, awalnya sudah mau dibuang karena dikiranya tanggal habisnya 12 Desember lalu. Akhirnya pagi itu juga langsung memutuskan untuk pergi ke Life berdua sama Ara, tanpa saya tentunya. Nah jadilah hari ini "Daughter and Father's Day".
 
Ara senang sekali saat diberi tahu akan diajak ke Life Centre hari itu juga. Yang biasanya malas jika disuruh mandi, tiba-tiba tadi pagi langsung semangat. Dirapikannya sepatu tap dance yang awalnya dia pakai menari-nari di dalam kamar, disimpannya lagi dalam tas. Langsung ke kamar mandi. Mandinya pun tidak pakai lama, padahal biasanya lama karena sambil mainan air dan mainan penguin kecil.
 
Selesai mandi, langsung ganti baju. Kali ini dia juga mau memakai baju yang saya pilihkan tanpa protes atau bertanya kenapa harus pakai ini, kenapa itu, dan sebagainya. Alhamdulillah, hari ini nurut sekali, mungkin karena sudah tidak sabar ingin segera berangkat kali ya hehehe....
 
Abinya pun segera bersiap-siap plus menyiapkan bekal dan kamera mungil yang penutup batereinya pun sudah ditambal pakai selotip gara-gara sudah patah. Sudah siap berbaju rapi dan berjaket tebal, bersarung tangan hangat. Akhirnya mereka pun berangkat. Sebelum berangkat, tak lupa abinya berpesan kepada saya, "Umi jangan lupa cuci baju dan bersihin kamar tidur ya, ya.... sekalian cuci piring, yah pokoknya rapi-rapi lah". Ngek....dalam batin saya, sambil melirikkan mata bengong. "Hahaha.......", abi Ara tertawa keras. "Nanti abi yang njemur, oke.....Luv Yu...Assalamualaikum.". Sayapun menjawab salam dan menutup pintu rumah.
 
Begitu selesai menutup pintu, wow....saya terkagum dengan pemandangan di dalam rumah. Saya heran, penghuninya cuma 3 tapi berantakannya kok bisa merata begini ya, seperti dihuni 10 orang. Selalu saja ada benda yang letaknya tidak pada tempatnya. Yang pasti bukan saya sih, yah mungkin sesekali karena saya, tapi ya....lumayan sih (sambil mengingat-ingat). Ah.....tapi saya lega mereka berdua bisa jalan-jalan keluar rumah liburan ini. Karena biasanya Ara akan merasa sangat bosan jika liburan kelamaan di rumah. Saya pun jadi harus lebih kreatif menciptakan kegiatan di rumah, abinya pun demikian, supaya Ara tetap merasa asyik di rumah.
 
Bersihin kamar sudah, mencuci sudah, makan pecel lele juga sudah hehehe.... Giliran bergelut dengan laptop karena sudah lama sekali tidak nge-blog gara-garanya banyak PR dari kursusan. Plus sejak ikut kursus online jadi semakin sibuk karena tugasnya banyaaaak. Kemarin saja sampai telat-telat ngerjakan deadline. Alhamdulillah selesai juga, meski rasanya kurang maksimal.
 
Sekarang mau lanjut bersih-bersih dapur, siapa tahu sebentar lagi mereka berdua sampai rumah. Pengen bikin Victoria Cake, eh telur tinggal 2. Bikin nggak ya.....
 
 
#Ayat hari ini:
Surat An-Nas (Manusia) ayat 1-6
  1. Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya Manusia,
  2. Raja manusia,
  3. Sembahan manusia,
  4. dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
  5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
  6. dari (golongan) jin dan manusia."