Minggu, 05 Oktober 2014

Ara's Story About Vindolanda and The Army Museum Trip



On Tuesday we went to the Roman Army Museum and Vindolanda. We went on a coach, it was 30 miles. I looked at the window and I saw animals, cows, sheeps, and horse. At the Roman Army Museum we saw a statue of a Roman riding a horse.

After we watched a 3D film, it was called The Eagle Eye, we also put the 3D glasses on, it was fun. Next we went to the Roman classroom. We learned how to write and say Roman numbers. Then we went to the gift shop. I bought a wrist band and a friendship bracelets.


Next we went to Vindolanda! It took 7 miles. We ate our packed lunch in Vindolanda, it was beautiful. After that we put our packed lunch back in the coach. We went back outside to have a look in Vindolanda. We have a little walk. We saw a gift shop, but we didn't buy anything. Then we went outside to have a look in the two castles. When we are on top of the castle, some of the girls said I am the Queen of the castle! 

After that we saw a man telling about his job, his job is archeologist and he might find Roman stuff and if he find something he will sell it in the gift shop. Next we went back to the coach and went back to school.

#Ayat hari ini:
Surat Ad-Duha (Waktu Matahari Sepenggalahan Naik) ayat 6-11

6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi (mu).
7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.
8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
9. Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
10. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik (nya).
11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

Jumat, 03 Oktober 2014

Kebun Mini


Alhamdulillah besok adalah hari Raya Idul Adha, insyaAllah ini hari raya ke-3 yang saya dan keluarga rayakan di Newcastle. Tidak terdengar suara takbir dari masjid seperti biasa terdengar di Indonesia, jadilah saya mendengarkan suara takbir dari Youtube saja, suara saya kecilkan karena anak saya sudah tidur, sedangkan suami saya sedang sholat.

MasyaAllah indah dan damai sekali rasanya menikmati malam ini sambil menuliskan sesuatu di blog. Kali ini saya akan menulis tentang kebun mini saya. Bukan kebun sih sebenarnya, hanya 2 tanaman di pot yang saya letakkan di jendela dapur agar saya bisa menikmati indahnya warna hijau daun ketika saya sedang mencuci piring. Saya lebih suka menyebutnya kebun mini, karena bagi saya adalah hal yang sangat luar biasa memiliki dan merawat tanaman di negara dengan 4 musim ini, dan di rumah yang tidak memiliki lahan. Sungguh prestasi yang luar biasa,

Bayangkan saja, di halaman rumah tidak ada tanah, halaman depan sudah dipaving, sedangkan halaman belakang disemen. Untuk mendapatkan tanah, bukan suatu hal yang mudah, melainkan harus membeli di toko dengan harga yang tidak murah hanya untuk beberapa kilo tanah saja (tidak murah menurut standar saya he3....). Sungguh keadaan yang 180 derajat berbeda dengan di Indonesia. Di sana saya dengan mudah menanam cabe hanya dengan melempar cabe kering di halaman samping rumah, pun juga jika ingin menanam tomat, jahe, kunyit, lempar saja semua di halaman, sesekali disiram, pasti tumbuh subur di sana.

Nah selama di sini, saya tidak kepikiran sama sekali untuk menanam-nanam, hingga datang seseorang dari Greening Wingrove Project ke rumah, mengkampanyekan untuk membuat kebun di halaman rumah selama musim panas. Mereka juga mengundang warga ke sebuah drop in session, di sana akan dijelaskan bagaimana cara menanam yang sesuai dengan suhu di sini plus diberi tanaman dalam pot secara cuma-cuma. Wah pastinya saya mau dong.

Dan ke tempat pertemuan itulah saya membawa diri, di jalan Croydon yang tidak jauh dari rumah saya, cukup 10 menit berjalan kaki santai. Di sana saya disambut dengan baik, dijelaskan bla....bla...bla.....terakhir mereka memberi saya tanaman mint, dan biji chicken peas dalam pot, alhamdulillah. Tapi sayang sekali, chicken peas yang sempat tumbuh dengan subur, kini sudah mengering dan mati, sedangkan mint-nya alhamdulillah masih happy.

Sebenarnya saya masih punya tanaman lain, yaitu 3 pot tanaman anggrek peninggalan keluarga yang menempati flat sebelum saya yang kini sudah kembali ke tanah air. Anggrek ini dulu sempat sekarat, mengering, dan menyedihkan karena saya tidak begitu paham merawat anggrek, lalu setelah saya tempatkan di jendela di dalam kamar mandi, alhamdulillah segar kembali. Awalnya dulu di ruang tamu, lalu saya pindah ke jendela dapur, tampaknya belum pas, dan di kamar mandilah akhirnya anggreknya tumbuh dengan gembira. Banyak tunas-tunas baru yang tumbuh, semoga saja tahun ini berbunga, atau mungkin summer tahun depan, insyaAllah.

Yang di sebelahnya tanaman mint itu adalah daun bawang yang saya beli di pasar, namun saya simpan di pot berisi air agar tumbuh sehingga segarnya lebih tahan lama. Tips ini saya dapatkan dari sebuah artikel yang di share salah seorang teman di sosial media dan saya terapkan di rumah. Jika butuh daun bawang, tinggal ambil saja di pot. Sebenarnya ada cara yang lebih hemat supaya tidak beli daun bawang lagi, yaitu gunakan daun bawang pada bagian hijaunya saja, sedangkan bagian putihnya disisakan saat memotongnya dan tetap dimasukkan dalam pot berisi air, maka daun bawang itu akan tumbuh lagi. Nah setelah tumbuh memanjang bisa dipotong lagi, dimanfaatkan untuk memasak, begitu seterusnya. Mau mencoba? Silahkan....pasti anda akan terkejut melihat hasilnya, juga akan sangat merasa gembira saat berhasil "memanen" nya nanti.


#Ayat hari ini:
Surat Ad-Duha (Waktu Matahari Sepenggalahan Naik) ayat 1-5

  1. Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),
  2. dan demi malam apabila telah sunyi,
  3. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,#
  4. dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.
  5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

Belajar Kreatif: Membuat Kupu-kupu



Jika sebelumnya saya menjelaskan bagaimana cara membuat semut dari bekas wadah telur di link ini http://devsal.blogspot.co.uk/2014/10/belajar-kreatif-membuat-semut.html, maka kali ini saya akan menunjukkan cara bagaimana membuat kupu-kupu dari bahan yang sudah tidak lagi digunakan sehingga menjadi media belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Bahan-bahan dan alat yang diperlukan:

  • kardus bekas pasta gigi
  • kertas aneka warna
  • spidol
  • gunting
  • selotip atau lem
Cara membuat:
  1. Bungkus kardus bekas pasta gigi dengan kertas warna, pilih warna yang disukai untuk bagian badannya. Jangan lupa rekatkan agar rapi.
  2. Ambil kertas warna lain untuk sayap. Lipat 2 kertas, lalu gunting membentuk sayap kupu-kupu. Dari proses ini akan didapat 2 sayap kupu-kupu.
  3. Hias sayap kupu-kupu dengan spidol baru. Lipat sedikit bagian sayap untuk mengoleskan lem kemudian tempel di bagian kiri dan kanan badan kupu-kupu.
  4. Buat bentuk memanjang seperti antena sebanyak 2, dengan menggunakan kertas warna dan gunting lalu tempel di bagian kepala kupu-kupu.
  5. Beri gambar mata, dan mulut untuk bagian wajah kupu-kupu.
  6. Si kupu-kupu sudah siap diajak bermain dan belajar :-)
Kupu-kupu ini bisa diajak bermain sambil menyanyikan lagu "Kupu-kupu Yang Lucu", sehingga untuk anak usia dini bisa mengetahui bentuk kupu-kupu. Untuk anak yang lebih besar, bisa menjadi teman untuk menjelaskan bagaimana proses metamorfosis sempurna itu terjadi. Selain itu anak-anak juga akan tertantang menghias sayap kupu-kupu seindah mungkin. Semakin banyak bahan yang digunakan, akan semakin mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak-anak. Selamat mencoba :-)



#Ayat hari ini:
Surat Al-Lail (Malam) ayat 16-21

16. yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).
17. Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa,
18. yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya),
19. dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya,
20. tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari wajah Tuhannya Yang Mahatinggi.
21. Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna).

Kamis, 02 Oktober 2014

Belajar Kreatif: Membuat Semut

Di gambar samping ini adalah semut buatan saya, yang mengajari adalah Lynn di kelas Keeping Up With The Kids. Waktu itu mempelajari tentang bermacam-macam bentuk belajar kreatif, salah satunya dengan cara membuat ketrampilan tangan dari bahan bekas ini, dan jadilah semut dengan "wonky leg" nya hi3....

Namanya saja belajar kreatif, tentu saja harus menyenangkan, tidak sekedar duduk, membaca saja, atau mendengarkan saja dari guru atau pengajar yang membuat anak-anak jadi malas dengan hanya mendengar kata "belajar" saja. Selain itu, dengan belajar kreatif ini, banyak aspek yang dapat dikembangkan tidak hanya mata pelajaran yang terkait atau aspek kognitif saja, namun sangat luas, mencakup kreatifitas, daya berpikir, ketrampilan motorik, imajinasi, dan lain sebagainya, mungkin pembaca bisa menambahkannya sendiri.

Berikut bahan-bahan dan cara pembuatannya supaya saya sendiri inget dan bisa diterapkan lagi lain hari, insyaAllah....

Bahan-bahan:

  • Kardus wadah bekas telur, tidak perlu banyak-banyak, cukup 2 cekungan saja
  • Kertas warna-warni
  • Kawat hias untuk antena, atau bisa diganti dengan kertas biasa
  • Gunting
  • Selotip
  • Spidol
Cara membuat:
  1. Ambil 1/2 lembar kertas warna-warni, pilih warna kesukaan yang akan dijadikan kepala. Remas-remas dan kepal hingga berbentuk bulat.
  2. Gambar wajah semut di salah satu sisi kepala.
  3. Tempelkan kepala ke wadah telur yang merupakan badan dari semut.
  4. Gunting memanjang kertas warna-warni sebanyak 6 untuk membuat kaki semut.
  5. Lipat keluar dan ke dalam seperti membuat kipas.
  6. Tempelkan kaki ke wadah telur dengan menggunakan selotip.
  7. Buat antenna dari kertas dengan memotong panjang kertas warna-warni lalu tempel pada bagian kepala.
  8. Semut sudah siap untuk diajak belajar bersama :-)

Sederhana sekali bukan bahan dan cara membuatnya. Kerajinan tangan ini bisa diterapkan pada usia 5 tahun ke atas. Banyak hal yang dapat dipelajari dari membuat ketrampilan ini, antara lain:

Melatih motorik halus
Anak-anak meremas, belajar menggunting dengan rapi, melipat, serta menempelkan bagian-bagian anggota tubuh semut sehingga menjadi semut yang utuh.

Konsentrasi dan mengikuti instruksi
Anak-anak dilatih untuk mendengar secara seksama apa yang perlu dilakukan dan bagaimana cara melakukannya agar berhasil. Mereka juga harus melakukannya secara hati untuk menghasilkan karya yang rapi menurut standar mereka sendiri, dan tidak mengerjakan secara asal-asalan.

Proses dan kerja keras
Di sinilah anak-anak dikenalkan dan diajarkan tentang proses suatu hasil karya. Bahwa tidak ada suatu karya yang dihasilkan tanpa melewati suatu proses, mulai dari mengumpulkan bahan, membuat bagian per bagian, kemudian menyatukannya. Dan proses ini juga membutuhkan kerja keras, tidak hanya menyuruh orang lain atau berkali-kali meminta tolong sebelum mencoba.

Mengenalkan salah satu jenis serangga dan anatominya
Anak bisa mengetahui hal baru bahwa semut merupakan salah satu jenis serangga yang memiliki 3 bagian utama, yaitu kepala (head), dada (thorax), dan perut (abdomen). Memiliki 6 kaki, dan berantena. Untuk anak yang lebih besar usianya bisa ditambahkan dengan penjelasan fungsi-fungsi bagian tubuhnya.

Daur ulang
Melalui ketrampilan ini, anak juga mengenal bagaimana cara memanfaatkan kembali barang-barang yang tidak terpakai seperti wadah telur, menjadi sesuatu yang bermanfaat, dan memiliki nilai manfaat yang lebih tinggi daripada hanya dibuang begitu saja.

Religius
Kita bisa menggunakan si mut-mut ini sebagai media untuk menceritakan kisah semut dan pasukan tentara nabi Sulaiman. Sebuah kisah nyata indah, memiliki nilai moral yang masyaAllah luar biasa. Serta bagaimana kehidupan bergotong-royong yang dijalani oleh masyarakat semut.


#Ayat hari ini:
Surat Al-Lail (Malam) ayat 11-15

11. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.
12. Sesungguhnya Kami lah yang memberi petunjuk,
13. dan sesungguhnya milik Kami lah akhirat dan dunia itu.
14. Maka aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala,
15. yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka,
.

Rabu, 01 Oktober 2014

How to Support Your Child's Math


Teaching math to our children is not a simple thing. Sometimes we can do their work, but how to explain in a proper word so they can understand is a different problem. My daughter and I have different concepts in math because my daughter get her math in the UK, and I got math in Indonesia. She has different way how to take away numbers, how to learn multiplication, money, units. But I still try to teach her at numeracy in the way that I can do. 

Here are some examples activities that I and my daughter do to tackle with math problems:

Shopping:
Usually I take her to shop. I asked her to check the product's price that we want to buy. When we went to car boot sale, I let her to ask the price and count by herself how much money she needed to pay to the seller, and count ho much the change. So she can learn about money, adding, and taking away.

Cooking:
She likes to help when I busy in the kitchen. I will let her help me in the weekend but not in the busy day. She like to help me making cup cake, or buns, or meat ball. She shaped the dough into her favourite shapes such as heart shape, doughnut shape, cube shape, or triangle. Before that, she also helped me to measure the ingredients, how much we need flour, how many eggs we need, etc. I showed her how long we need to put the dough in the oven, so she knows about time and duration.

Checking the calender:
She can learn about date, how many days in a week, months in a year, what date tomorrow is, what date a week after is, what months after August is, etc.

Computer Game:
I give her time to play math games on the internet, after school, or in the morning before she goes to school. Sometimes we play together in the computer. She can choose any math game that suit with her year. She can learn how to make many kinds of chart about favourite foods, sweet treats etc.

Sing a song:
She likes to memorize multiplication by sing a song. She found the song from bbc KS2. It makes her easier to learn math. We sing a song in both English language and Bahasa (our first language).

Give her timer when she doing something:
When she brush her teeth, I told her to take 2 minutes by counting 30 by 4 or 60 by 2. I asked her to read a book for about 15 or 30 minutes. When she wants to play a fun game (not education game), I give her 1 hour, and I always ask her to check in what number in the clock she should stop playing.

Making something:
My daughter likes to make crafts, she made tiara, scrap books, bookmarks, etc. I helped her to measure the papers she need, and then she drew a shape she wanted, what colours she chosed. She also like to make bracelets or necklaces using multicolour beads, so she learns about pattern.


#Ayat hari ini:
Surat Al-Lail (Malam) ayat 6-10

6. dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga),
7. maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan).
8. Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah),
9. serta mendustakan (pahala) yang terbaik,
10. maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan).