Minggu, 04 Mei 2014

Pisang Goreng Pandan


Pisang goreng ini cara membuatnya tidak jauh berbeda dengan cara membuat pisang goreng yang seperti biasanya, hanya penambahan pasta panda saja.

Ide ini awalnya dari anak saya yang menyukai kue-kue berwarna hijauatau yang beraroma pandan, seperti pan cake, cake kukus, dan lain sebagainya. Hari itu sebenarnya anak saya ingin dibuatkan kue-kue semacam itu, namun karena masih agak kecapekan, dan sedang tidak ingin membuat sesuatu yang ribet-ribet akhirnya menemukan ide ini. Ditambah lagi menemukan pisang yang segera dimanfaatkan karena sudah sangat matang.

Bahan-bahan:

  • 3 buah pisang
  • 10 sendok makan tepung terigu jika suka campur dengan susu bubuk sekitar 1 atau 2 sendok makan
  • gula secukupnya
  • air secukupnya, juga bisa dikombinasi dengan 1/2 gelas santan kental
  • 1 sendok teh pasta pandan
Cara membuat:
  1. Campur tepung terigu, susu, air, santan kental, gula, aduk rata hingga terbentuk adonan yang pas kekentalannya
  2. Tambahkan pasta pandan, lalu aduk kembali hingga rata
  3. Masukkan pisang yang telah dipotong-potong kecil atau sesuai selera
  4. Goreng dengan minyak banyak dan api sedang

Saya suka menambahkan susu bubuk ke dalam tepung adonan pisang goreng karena saya suka dengan aromanya, dan membuat tekstur pisang goreng menjadi lebih  lembut,sedangkan santan membuat rasa pisang goreng menjadi lebih gurih. Selamat mencoba, semoga suka dengan resepnya.


Sabtu, 03 Mei 2014

Kue Putu Ayu Eksotis


Alhamdulillah, akhirnya percobaan membuat kue putu ayu ini berhasil juga setelah. Ini percobaan yang kedua kali. Yang percobaan pertaman tidak saya cetak menggunakan cetakan kue, melainkan menggunakan wadah tupperware untuk mengukusnya dengan alasan untuk menghemat waktu, hasilnya pun bantat, tapi secara rasa Alhamdulillah sudah lumayan mirip waktu itu.

Percobaan kedua ini lebih hati-hati lagi meski takaran bahannya tidak sesuai dengan resep yang saya ikuti. Biasa, atas dasar penghematan bahan karena khawatir gagal, jadinya takaran bahan saya kurang-kurangi, misalnya telur yang seharusnya menggunakan 3 kuning telur dan  5 putih telur, saya hanya memakai 3 telur saja yang saya pergunakan semua bagiannya.

Resep asli yang saya pergunakan, saya dapatkan dari facebook salah seorang teman. Karena resep sudah saya modifikasi otomatis hasilnya tentu berbeda dengan resep aslinya. Berikut ini adalah bahan-bahan yang saya pergunakan untuk membuat kue Putu Ayu.

Bahan-bahan:

  • 3 butir telur
  • 3/4 cup gula pasir
  • 1 1/2 cup tepung terigu
  • 1/2 cup santan kental
  • 1/2 sendok teh pasta pandan
  • garam secukupnya
  • Parutan kelapa
Cara membuat:
  1. Kocok telur dan gula hingga berwarna putih mengental
  2. Masukkan terigu sambil di ayak pelan-pelan agar tidak ada yang menggumpal
  3. Tambahkan garam, santan, dan pasta pandan lalu aduk hingga rata
  4. Siapkan cetakan yang telah diolesi dengan minyak, masukkan parutan kelapa di bagian dasar cetakan, dan tekan-tekan
  5. Tuangkan adonan di atas parutan kelapa hingga 3/4 bagian
  6. Kukus kurang lebih selama 15 menit
  7. Angkat dan hidangkan
Hasil yang ada digambar atas menunjukkan ada perbedaan warna, ada yang berwarna hijau segar, dan ada yang berwarna hijau kecoklatan. Perbedaan itu dikarenakan saya mencoba cara memasak dengan 2 cara. Yang berwarna hijau segar itu saya kukus, hasilnya lebih mekar, lembut, dan kenyal. Sedangkan yang berwarna kecoklatan saya masak dengan cara memanggang dengan metode water bathing (kalau tidak salah demikian istilahnya), yaitu diberi air pada loyang pemanggangnya dan di bagian atas rak panggangan saya beri loyang lagi. Mungkin saya kurang betul dalam menerapkan metode itu, jadinya hasilnya kurang mekar, dalamnya masih bantat, tapi bagian atas sudah sedikit gosong alias eksotis seperti kulit yang di tan he3.... Teksturnya juga tidak selembut hasil di kukus, teksturnya lebih mirp cup cake, tapi suami lebih suka hasil dari yang dipanggang, sedangkan saya dan anak saya lebih suka yang di kukus.

Jumat, 02 Mei 2014

Istilah-istilah Pendidikan di UK


Banyak istilah-istilah terkait pendidikan di sini yang membuat saya bingung, seperti key stage, pupils, reception, dan lain sebagainya. Karena kurang mengerti inilah yang kadang membuat saya sering salah paham jika mendapatkan informasi. Alhamdulillah saat saya mengikuti kelas Keeping Up With The Kids, ada tema tentang ini. Saya akan menuliskan hasil dari kelas tersebut yang membahas istilah-istilah pendidikan di UK. Semoga bermanfaat bagi pembaca.
  1. Sure start: adalah semacam day care untuk anak-anak pra-sekolah. Programnya diperuntukkan untuk anak beserta orang tuanya atau pengasuhnya. Biasanya gratis, dan disediakan oleh pemerintah.
  2. Early years foundation stage: adalah pendidikan yang di dalamnya terdiri dari nursery dan reception.
  3. Nursery school: pendidikan sekolah paling awal yang diperuntukkan untuk anak-anak usia 3 hingga 4 tahun. Mungkin semacam play group kalau di Indonesia.
  4. Reception: jenjang pendidikan yang diperuntukkan untuk anak usia 4-5 tahun, kalau di Indonesia mungkin dikenal dengan istilah TK B. Jadi di sini tidak ada TK A, dari nursery langsung naik ke jenjang reception.
  5. Primary school: adalah jenjang pendidikan untuk anak-anak usia 5 hingga 11 tahun. Di negara kita dikenal dengan sekolah dasar. Kelas 1 disebut dengan year 1, kelas 2 disebut dengan year 2, begitu seterusnya.
  6. Key Stage: adalah jenjang-jenjang yang terdapat pada pendidikan sekolah dasar (primary school) hingga SMA (secondary school). Key stage 1 terdiri dari year 1 dan year 2. Key stage 2 terdiri dari year 3 hingga year 6. Key stage 3 terdiri dari year 7 hingga year 9 (SMP). Key stage 4 terdiri dari year 10 hingga year 12 (setara dengan SMA).
  7. Secondary school: adalah jenjang untuk pendidikan SMP dan SMA, diperuntukkan untuk mereka yang berusia 12 hingga 18 tahun.
  8. Sixth form college: jenjang selanjutnya setelah anak-anak lulus dari secondary school.
  9. Parent's evening: pertemuan antara guru dan para wali murid untuk mendiskusikan perkembangan anak-anaknya. Biasanya bersifat pribadi, satu persatu antara masing-masing wali murid dengan guru dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.
  10. School open day: yaitu hari saat para orang tua diundang ke sekolah untuk melihat-lihat langsung suasana kelas, berbincang dengan guru, serta menikmati teh dan makanan ringan.
  11. OFSTED: adalah inspeksi yang dilakukan pihak pemerintah kepada masing-masing sekolah untuk meninjau kulitas sekolah tersebut.
  12. School uniform: seragam sekolah. Di UK rata-rata seragamnya sama antara sekolah yang satu dengan yang lain, yang berebda hanya jumper dan tas sekolah saja, itupun bedanya hanya di logo saja, selebihnya sama. Jadi saat anak pindah sekolah hanya perlu membeli jumper dan tas baru untuk menyesuaikan logo sekolah.
  13. Learning support: adalah guru bantu ekstra yang mendampingi guru kelas untuk membantu murid dengan kebutuhan khusus, misalnya siswa yang tidak bisa melihat, siswa yang mengalami kesulitan dalam mata pelajaran tertentu, atau siswa yang baru pemulihan dari peristiwa kecelakaan atau sakit yang lama.
  14. SEN: kepanjangan dari Special Education Needs.
  15. Headteacher: kepala sekolah.
  16. Deputy headteacher: wakil kepala sekolah.
  17. Booster: pelajaran tambahan bagi anak-anak yang mengalami kesulitan dalam mata pelajaran tertentu, biasanya diberikan pada anak di luar jam sekolah, dan gratis.
  18. School council: ketua dan wakil kelas yang ditunjuk guru untuk tiap-tiap kelas.
  19. Fruit monitor: murid yang membantu guru untuk membagikan buah kepada teman-teman sekelasnya. Biasanya ditunjuk oleh guru dan masa kerjanya kurang lebih 1 bulan.
  20. Club: adalah kegiatan ektrakurikuler yang diadakan sekolah, misalnya music club, French club, dance club, dan lain sebagainya.
  21. School dinner: makan siang, bisa dari sekolah atau membawa bekal sendiri.
  22. Pack lunch: bekal makan siang yang dibawa dari rumah.
  23. Breakfast club: kegiatan yang diadakan setiap pagi sebelum jam sekolah, biasanya jam 8.00 hingga jam 8.45. Kegiatannya biasanya diisi dengan sarapan pagi dengan sereal, jus, atau susu, telur mata sapi, lalu senam pagi bersama.

Transformasi Gule Kambing

#Love Food Hate Waste

Hari Minggu yang lalu ada acara pengajian Al Imanu, yaitu ajang kumpul-kumpul warga muslim Indonesia yang tinggal di Newcastle. Selain diisi dengan pengajian, hari itu juga diisi dengan acara perpisahan karena kebetulan ada salah seorang warga yang berhasil menyelesaikan pendidikannya dan akan segera kembali ke tanah air.

Di setiap acara pasti ada hidangannya, entah itu makanan kecil, atau makanan besar. Alhamdulillah menu makanan bulan ini makan besar, dan yang menyediakan menu utama adalah warga yang hendak pulang tersebut. Menunya sangat saya sukai, yaitu gule kambing. Hemmmm menu sore kesukaan saya, kalau pas musim hujan terutama, dingin-dingin, makan gule kambing yang masih panas-panas, masyaAllah.

Kebetulan saat acara sudah selesai, masih tersisa banyak kuah gule, namun daging kambingnya sudah habis. Saya terpikir untuk membawa kuahnya pulang karena sayang jika harus dibuang begitu saja. Akhirnya saya membawa pulang 1 kresek penuh kuah gule kambing. Sesampainya di rumah, segera saya masukkan ke dalam kulkas karena belum sempat mengolahnya saat itu juga, selain itu juga masih ada sisa lauk untuk makan hari itu.

Keesokan paginya, saatnya memanfaatkan kembali kuah gule nya. Pertama-tama saya rebuskan daging ayam sampai empuk. Selanjutkan kuah gule saya panaskan di panci yang lain, setelah mulai mendidih baru saya masukkan potongan daging ayam ke dalamnya. Saya tambah air sebanyak 2 gelas lagi agar kuahnya lebih banyak. Lalu tidak lupa saya tambahkan juga gula, dan garam, serta 1 sendok teh bumbu kare, saya memakai curry powder yang dijual di toko-toko halal. Lalu saya biarkan air mendidih agak lama dan air sedikit berkurang agar bumbunya meresap pada daging ayamnya.

Jangan lupa diincip kuahnya agar rasanya pas, tidak terlalu kemanisan atau keasinan. Jika air sudah berkurang, matikan kompor. Gule ayam siap disajikan. Hemmmm mencium aromanya, suami dan anak saya tidak sabar ingin segera makan. Dan hasilnya alhamdulillah anak saya makan lahap sekali, sekalinya makan bisa habis 4 potong ayam sekaligus. Gule nya lekas habis jadinya he3....

Inilah salah satu tips saya untuk memanfaatkan kembali kuah gule kambing menjadi gule ayam. Selain sebagai salah satu wujud dari menyayangi makanan agar tidak mubadzir, juga efek sampingnya adalah penghematan. Hemat keuangan sudah pasti, hemat waktu saat memasak juga, dan alhamdulillah hasil makanannya bisa tetap enak. Bahkan anak saya minta dibikinkan lagi -_- 

Posting ini tidak ada gambarnya yang sesuai, karena belum sempat di foto, gule sudah ludes he3....


#Ayat hari ini: Surat An Naba ayat 21 - 25

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا
Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai, 

لِلطَّاغِينَ مَآبًا
lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, 

لَابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا
mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, 

لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا
mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, 

إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا
selain air yang mendidih dan nanah, 

Kamis, 01 Mei 2014

Percakapan Menjelang 1 Mei


Hari ini tanggal 1 Mei dikenal sebagai hari buruh. Di Indonesia kabarnya dijadikan sebagai hari libur nasional, tapi di Newcastle sepertinya tenang-tenang saja, kegiatan masih berjalan seperti biasa, kantor-kantor dan anak sekolah tidak libur. Tidak juga terdengar kabar ada demo atau semacamnya. Atau bisa jadi Newcastle saja yang sepi tapi di kota lain dirayakan, saya kurang tahu.

Bicara soal buruh dan pekerja, saya jadi teringat dengan percakapan yang saya lakukan dengan salah seorang teman perempuan yang berasal dari Baghdad, Irak. Saat itu kami sedang berada dalam satu kelas yaitu kelas craft, hari itu kami membuat anting-anting dari bahan flanel. Kebetulan kami duduk bersebelahan, jadilah kami mengobrol sambil tangan kami tetap sibuk. Dia bertanya apakah di Indonesia banyak pabrik? Karena dia melihat banyak barang yang dia temukan bertuliskan "made in Indonesia". Saya jawab memang demikian adanya. Selanjutnya dia menyimpulkan bahwa jika banyak pabrik otomatis banyak lapangan pekerjaan yang ada di sana. Em....saya agak ragu untuk membenarkannya, saya hanya bilang kalau tidak semudah itu untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia, apalagi jika menginginkan gaji yang bagus.

Dia semakin penasaran dan bertanya kenapa? Apalagi dia juga melihat bahwa banyak orang Indonesia yang juga bekerja di Irak meskipun kondisi di sana kurang aman, bahkan dia sendiri sebenarnya ingin tetap tinggal di luar negeri jika bisa. Karena bom dimana-mana, kerusuhan bisa terjadi kapan saja, jika pagi ini berangkat bekerja, jangan berhaap terlalu banyak bisa pulang dengan selamat. Terus berdoa saja, percaya pada Allah, dan selalu meminta pertolongan kepada Nya. Begitulah ceritanya panjang lebar, lalu terdiam menunggu jawaban saya.

Saya menarik nafas agak dalam, lalu saya mencoba menjawab satu-persatu. Memang benar bahwa banyak pabrik di Indonesia, namun sayang sekali bahwa sebagian besar pabrik-pabrik itu bukan milik pemerintah Indonesia, melainkan milik negara-negara lain. Mengapa mereka membangun pabrik di Indonesia, karena upah karyawannya rendah, dan negara asing itu menyukainya. Dan orang Indonesia banyak sekali yang bekerja di luar negeri karena mereka butuh gaji lebih untuk hidup yang lebih layak. Karena itulah mereka pergi ke berbagai negara untuk mendepatkan segala jenis pekerjaan, seperti sopir, pengasuh bayi, ataupun aisiten rumah tangga, dan cleaner, semua pekerjaan, orang Indonesia mau melakukannya.

Saya juga menceritakan bahwa paman saya juga pernah bekerja di Arab sebagai sopir, dan sepupu saya saat ini juga sedang bekerja di Kanada. Dia masih terheran-heran, dan membandingkan kondisi negaranya dengan Indonesia. Dia bercerita bahwa di Irak tidak punya pabrik, sebagian besar barang yang ada di Irak adalah hasil import, Irak punya banyak uang tapi setiap hari perang, tidak ada banyak lapangan pekerjaan di sana, bahkan untuk warga Irak sendiri persaingannya sangat ketat untuk mendapatkan pekerjaan, dan anehnya orang Indonesia masih pergi ke sana untuk mencari pekerjaan. Saya tersenyum mendengar penjelasannya., lalu kami pun tenggelam dengan anting-anting kami masing-masing.

Pertanyaan kenapa dan kenapa terus berada di kepala saya. Kenapa begitu banyak pabrik di Indonesia, namun warganya masih kesulitan menemukan pekerjaan yang layak? Kenapa banyak pabrik namun masyaraktanya masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan? Mengapa kita punya banyak pabrik namun masih tergantung negara lain? Kenapa kita belum bisa mandiri? Kenapa Indonesia masih amat tergantung negara lain?

Semoga dengan dijadikannya hari buruh sebagai hari libur nasional bisa lebih menjadikan bangsa Indonesia semakin menyadari segala sumber daya yang dimilikinya, dan memberi penghargaan yang tinggi pada alam dan manusianya.

#Apapun yang terjadi tetap cinta Indonesia dan mendoakan yang terbaik untuk Indonesia#