Senin, 21 Januari 2013

AZZAHRA MELICA MARZIE RAMADHANI


bermain bersama 

Azzahra, nama anak pertamaku. sekarang umurnya 2 tahun 4 bulan. Dia sudah bersekolah di PAUD Taman Harapan Sumber Sekar. Sepulang aku bekerja biasanya aku tanyakan kegiatannya selama di sekolah, biasanya dia akan menjawab "bu lulik cama bu dina" meski bukan itu yang aku tanyakan. yang disebut adalah nama gurunya. Tak lama kemudian di akan berucap "tepuk badut, hidung tomat, pipi tembem, peyut gendut, goyang-goyang, badut...badut" sambil menggerak-gerakkan tangan dan pinggulnya. dan semuanya pun tertawa melihat polahnya. setelah itu biasanya dia akan meraih tasku "emen ya, raca kola? adik mau? sambil mencoba mengaduk-aduk isi tasku untuk mencari permen cola yang dimaksud. ketika tidak menemukannya, dia meraih tanganku supaya aku mau mengambilkan permen yang dimaksud.he...he...Ara memang suka banget sama permen. Maemnya tidak diemut tapi langsung dikunyah, sehingga belum sampai 1 menit permennya sudah amblas dan pasti minta lagi.

Oiya, belum kuperkenalkan ya panggilan anakku, panggilannya dik Ara. Rambutnya keriting spiral, jadi ketika dia bangun tidur dan belum sisiran rambutnya lucu karena terlihat abstrak, dan semakin menggemaskan. tapi kalau rambutnya disisiri malah kelihatan aneh he...karena keriting spiralnya tambah awut-awutan jadinya "njebobog" hi....hi....tapi setelah disisiri dia senang dan biasanya segera mencari cermin atau mencari abinya sambil bilang"abi...dik aya cantik?" wah ditanya seperti itu, abinya tidak tahan segera memeluk dan menciumi dik Ara "aduh anak abi lucu dan pinter, mmuah...mmuah" lain kali aku postringkan foto dan videonya ya.InsyaAllah.

Tulisan ini saya buat pada 3 Maret 2009 di blog yang lain, ini saya sedang mengumpulkan tulisan saya di blog yang terpisah-pisah.

Minggu, 20 Januari 2013

Snowy...luv...luv...

mbak Ara membuat jejak malaikat bersayap

Asyik....salju datang lagi....maen ke park ya Mi....sama Abi juga ya....

Itulah mbak Ara sekarang, kalau salju datang selalu heboh....


Awal pertama dateng ke kota ini, mbak Ara sering protes, disini tidak enak, tidak ada teman, tidak ada matahari, malamnya datangnya cepat ndak seperti di rumah. " Masak berangkat sekolah malam pulangnya juga malam" maksudnya berangkat sekolahnya pagi jam setengah 8 masih belum ada matahari, nah pulangnya jam setengah 4 sore sudah gelap juga, maklum sedang datang winter, jadi seperti itulah kondisi disini.

Abinya menceritakan kalau sebentar lagi salju akan datang makanya mataharinya muncul cuma sebentar, matahari muncul lama nanti di musim panas. dan mbak Ara selalu bertanya "Kapan musim panas? besok?" begitulah seterusnya jika membicarakan tentang musim di bulan ini. Awal salju turun, mbak Ara manyun..."Wah aku nggak bisa main Mi...di luar dingin", "Bisa", jawab abinya "Ayo pake jaket tebel, sarung tangan, dan boot". Mbak Ara agak heran awalnya, mau diajak kemana sama Abi, mungkin seperti itu isi hatinya. setelah sampai di Park, salju dimana-mana. Melihat itu mbak Ara kagum " Wow banyak sekali saljunya" lalu mulailah berlari kesana kemari menginjak-injak salju yang belum masih segar baru saja turun dari langit, belum ada jejak sepatu di sana. Mbak Ara mulai mengambil salju dan meremas-remasnya, melemparnya, setelah itu merebahkan badannya di atas salju sambil menggerak-gerakkan tangannya meninggalkan jejak serupa sayap malaikat di sana.

menjatuhkan diri di hamparan salju

menari menikmati guyuran salju

Sejak itulah mbak Ara selalu menantikan salju, bahkan saat pagi hari hendak berangkat sekolah, tiba-tiba salju turun, mbak Ara tetap meminta untuk berangkat sekolah...sepanjang jalan berangkat ke sekolah menyempat-nyempatkan diri bermain dengan salju. Jika pulang, perjalanan akan lebih lama, karena mbak Ara selalu berhenti dan bermain jika melewati taman dengan saljunya yang putih, sambil minta di abadikan dengan kamera... yak satu...dua...tiga....

Iri? Derito Lo kali....

foto ilustrasi : dokumen pribadi

Iri? Derito Lo kali....

Iri? Siapa yang iri? Iri sama siapa? Nggak lah yau...jauh-jauh...deh...
Itulah mungkin jawaban yang ada di benak ketika pertanyaan itu muncul. Rasanya nggak mungkin ada rasa itu muncul...karena iri identik dengan hal yang negatif, tidak baik, dosa, jauh dari iman deh pokoknya...kalo toh ada, gak bakalan ada yang ngaku....
Tapi...saat peristiwa demi peristiwa berjalan, setiap hari, bertemu dengan teman-teman, sahabat bahkan orang tidak kita kenal dengan dekat yang mungkin kita anggap memiliki sedikit kelebihan daripada kita....dengan tanpa sadar kita mengeluarkan kata-kata yang bernada mengkritik, sedikit menjelekkan, agak merendahkan, lumayan mengacuhkan, terkadang menyindir....trus apa dong maksudnya?.... tentu saja yang melakukan nggak bakalan nyadar kalo itu menyakiti lawan bicaranya.
“Aku gak bermaksud menyinggung kok, nggak bermaksud bikin sakit hati juga....suer...aku ikhlas” Ya...iyalah ikhlas menjatuhkan orang lain, seperti pencuri yang ikhlas mencuri ayam tetangganya seperti koruptor yang ikhlas menerima suap, hi...hi...hi...
Melihat temannya seneng, manyun 1 cm, temannya punya barang baru, manyun 2 cm, lihat itu.. manyun...lihat ini... manyun...trus kapan senyumnya? Apa yang kita ekspresikan, sadar gak sadar selalu tercermin di wajah kita, dan itu bisa tahan lama lho, makanya hati-hati dalam berekspresi. Coba ngaca dan perhatikan garis di sekitar mulut anda (biasanya disebut garis senyum), kira-kira mana yang dominan, garis senyum atau garis manyun....jika merasa belum bisa melihat apa-apa, amati lagi lama-lama akan jeli juga dan menemukan garis yang dimaksud. Berkacalah dengan ekspresi netral, gak pake senyum-senyum kayak ngadep kamera, netral aja....perhatikan manyun atau senyum. Kalo senyum, syukur...berarti kita termasuk orang yang berfikir positif...meskipun kenyataan hidup mungkin tidak selalu demikian. Tapi kalo manyun...nah lho...pikir sendiri kira2 kenapa?....sering bete? Sakit hati? Iri? Sakit hati karena iri? Hufff...
Iri sebenarnya gak jelek-jelek amat, asal gimana kita bawain iri ini ke arah yang positif. Iri saat melihat nilai ulangan temen lebih bagus, ya...belajar dong....iri ngeliat temen beli baju baru?...nabung dong biar bisa beli...iri liat temen bisa nari?...yah ikut klub nari kek, gabung latihan kek...dan lain-lain...gampang kan?...
Eits ternyata gak segampang itu. Iri lebih banyak menguasai hati dan kepala daripada dikuasai hati dan kepala. Jadi iri yang kemudian memegang kendali bagaimana bersikap dan berkata-kata pada orang yang membuat kita iri...akhirnya bikinlah gara-gara...dengan menyalah-nyalahkan orang lain ...soalnya dia begini...dia begitu..., menjelek-jelekan ..tau gak dia itu bla...bla...bla...sebenernya aku tuh..bla...bla...bla...tapi dia yang bla...bla...bla....
Capek deh....udah capek dikuasai iri,  lebih menderita lagi kalo orang yang dimaksud gak ngerasa...hadeh....so...iri...derito lo kali...gue? nyantai aja tuh... saatnya uji nyali...bertarung dengan rasa iri, kira-kira kita bakalan dikuasai atau menguasai rasa iri dan mengarahkannya pada hal-hal yang positif. Coba deh...kalo nggak kuat, tinggal lambaikan tangan ke arah kamera ya....:-p
Semoga bermanfaat J

Jumat, 16 September 2011

KUMPULAN SOAL SEKOLAH DASAR

KELAS 3
PKn :
1. Kegiatan Jambore Pramuka bermanfaat untuk mempertebal rasa .............................................................
2. Nyoman adalah teman kelompokmu, ia berasal dari suku yang berbeda, sikapmu seharusnya ........................
...................................................................................................
3. Pertengkaran yang terjadi di lingkungan sekolah dapat menimbulkan .............................................................
4. Asep berasal dari suku Sunda, suku bangsa ini berasal dari provinsi ...........................................................................
5. Siswa sekolah dasar termasuk anggota pramuka ..........
..............................
MATEMATIKA :
1. Nilai tempat angka 9 pada bilangan 2.915 adalah ........
.........................
2. Bu Rita mempunyai 800 gram daging. Daging tersebut dimasak 260 gram. Daging bu Rita tersisa.............gram
3. Lengkapilah dengan tanda >< atau =
59 x 7 .......... 36 x 8
4. Bilangan diantara bilangan 797 dan 799 adalah ..........
5. Penulisan bilangan 743 dalam bentuk panjang adalah..
..................................................................................................

Gamis Hoodie



Gamis dengan penutup kepala ini sedang trend saat ini. kebanyakan pemakainya adalah para remaja dan dewasa awal. Namun tak sedikit pula ibu-ibu muda yang mengenakannya. Gamis ini cocok dipakai oleh siapa saja, asalkan disesuaikan antara bahan, warna, dan corak dengan usia pemakainya, sehingga pemakai tetap terlihat anggun mengenakan gamis model ini.

Hambatan akan dialami bagi mereka yang terbiasa mengenakan jilbab berukuran besar, sedangkan gamis ini cenderung cocok dengan jilbab berukuran kecil yang kemudian dimasukkan dalam krah lehernya. Bisa saja mereka tetap memadukan dengan jilbab yang menutupi dada, namun tidak terlihat adanya aplikasi hood nya.

Solusi lain adalah dengan menggunakan jilbab kecil yang dimasukkan krah, namun menambahkan pashmina atau scarf yang dikalungkan di pundak untuk menutupi area dada.

Selamat bereksperimen...........