Jumat, 25 Januari 2013

IF ONLY.....

sumber ilustrasi:
http://senikerajinan.files.wordpress.com/2008/09/patung-jawa.jpg

Seandainya saja aku bisa tahu isi hatimu, pasti kita bisa dengan segera menjadi akrab, menjadi teman yang sangat dekat, bahkan menjadi saudara yang kemesraannya melebihi dari saudara kandung.

        Seandainya saja aku bisa tahu isi hatimu, semuanya menjadi lebih mudah, karena aku tahu bahwa kita memiliki banyak persamaan, engkau menyukai caraku tersenyum, akupun menyukai caramu tersenyum, engkau menyukai caraku tertawa, aku juga, engkau menyukai caraku mengolok-olok dunia, aku pun mengagumi caramu menyinisi kehidupan. Semuanya akan begitu terasa nyaman, dan akan selalu baik-baik saja. Sekarang ataupun nanti.

        Seandainya saja aku bisa tahu isi hatimu, tentang engganmu, tentang bencimu, tentang semua yang tak kau sukai, termasuk kehadiranku, dengan alasan apapun itu. Engkau tak kan perlu berpayah-payah, berupaya menyadarkanku tentang kebencianmu. Aku akan dengan senang hati berlalu. Tak perlu engkau menghabiskan nafasmu hanya sekedar mengungkapkan kegerahanmu kepadaku dengan berbelit-belit. Tak perlu engkau bermuka masam dalam senyuman. Karena aku sudah tahu, tentu.

        Tapi tak apa, meski kenyataannya aku tak bisa menyelami isi hatimu, tak mengetahui jelas maksudmu, hanya kebimbangan demi kebimbangan yang melaju, aku bisa merasakan getaran itu. Hanya karena aku tak tahu pasti. Maafkanlah saja aku, atau bencilah sesuka hatimu, karena aku akan tetap begini, seperti ini, tak bergeming seperti patung yang tidak tahu diri. Sadari saja bahwa apapun yang kau lakukan hanya berbuah kesia-siaan. Pesanku, kasihani saja dirimu.

Rabu, 23 Januari 2013

KISAH NEGRI DAN TETANGGAKU

http://www.youtube.com/watch?v=Uy4Vobxx7ik


Secara tidak sengaja saya menemukan video ini, awalnya saya mencari lagu-lagu Band Coklat, yang merupakan salah satu band favorit saya zaman sekolah dulu, dan saya menemukan ini. Saya amati video clipnya, pas banget dengan judul lagunya "Tanah Air" ciptaan Ibu Sud. Ada sebait kata "Mempertahankan atau Dirampas" selanjutnya ada foto-foto beraneka ragam kesenian mulai dari Reog Ponorogo, Tari Pendet Bali, Wayang kulit, dan lain sebagainya. Saya akhirnya menangkap maksudnya yang tidak lain ada hubungannya dengan tetangga kita.

Sudah lama cerita antara kita dan tetangga kita berkisar tentang itu-itu saja, saling klaim, merasa milik kita dicuri, hak kita di rampas, martabat kita direndahkan dan seterusnya, dan seterusnya....tak apa itu selalu terjadi dalam hidup bertetangga. Saya tidak sedih, saya tidak marah, karena buat apa? Dan tentunya tidak baik buat kesehatan batin saya.

Saya mencoba melihat itu semua secara positif. Negara kita memang dianugerahi Allah dengan kekayaan yang luar biasa, buktinya beberapa kali negara kita jatuh dari tangan penjajah yang satu ke tangan penjajah yang lain, dan yang paling gayeng, krasan disini ya meneer-meneer itu sampai kurang lebih 3,5 abad, itu menandakan mereka krasan di negri kita kan, karena merasa semua yang mereka butuhkan ada disini.

Setelah kita merdeka, fenomena yang muncul kemudian adalah banyak kekayaan negri kita yang kemudian diakui oleh negara lain. Ibaratnya, kalau manusia, negri kita ini orang paling kaya di suatu desa, lahannya banyak, emasnya banyak, propertinya banyak, saking banyaknya sampai-sampai berserakan karena bingung gak bisa ngerawatnya. lalu, ibaratnya ada orang yang "baik hati" mau ngerawat tuh barang yang berserakan, dibersihkan, dipoles dan diberdayakan, trus dipublikasikan pula....nah pas dipublis itulah, negri kita, yang ngerasa punya barang baru terkejut, kaget, dan mulai marah, mencak-mencak kesana-kemari. Hemmm...terlambat dah.

Kesimpulannya, negri kita emang benar-benar kaya, nggak diragukan lagi...orang jawa bilang sugih sak jagat kerat. Buktinya didatangi "pencuri". Pencuri pasti datengnya ke rumah-rumah orang kaya bukan? Yah kecuali pencuri kepepet yang nyuri jemuran dan sendal seadanya he3...tapi kalo pencuri elit? Jadi daripada marah-marah dan mengumpat ndak jelas, marilah mulai mendata apa aja kekayaan negri ini, dikembangkan, dan dupblikasikan bahwa ini lho punya kita, asli, made in Indonesia, nggak ngarang-ngarang ato ngambil dari produk negara lain. Kalau perlu, sebagai negeri yang kaya, kita bersedekah pada mereka yang membutuhkan he3..... Tapi sekiranya marilah tugas itu kita serahkan pada pejabat yang berwenang saja (pemerintah) yang emang ngurus hal semacam itu. kalau saya kan cuma pejabat sie konsumsinya Al Imanu he3.... Selain itu, negri kita kan punya banyak mentri dan wakil rakyat? biar kerja lah mereka, kita tinggal kipas-kipas menunggu hasil. Hasil yang lebih baik tentunya :-)

Tulisan ini tidak bertujuan untuk memojokkan suatu kaum apapun, hanya gelisah setiap melihat saling sumpah serapah antar tetangga, bukankan antar tetangga harus saling rukun? Demikian kata Pak Solikin, ketua RT di desa saya. Merdeka!!!


Selasa, 22 Januari 2013

MILLIN CENTRE

    
      Di sinilah tempat saya belajar bahasa Inggris gratis, namanya Millin Centre. Millin Centre ini semacam komunitas atau tepatnya kegiatan untuk komunitas yang ada di sekitarnya. Kegiatannya berupa kursus beraneka ragam, mulai kursus bahasa Inggris bagi mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, kursus memasak, kursus keterampilan, kegiatan ibu dan balita, dan banyak lagi.

     Kali ini saya hanya mengikuti satu kegiatan saja yaitu ESOL (English for Speakers of Other Languages), karena menurut saya itulah kebutuhan saya yang paling mendesak saat ini, yaitu bisa ngomong bahasa Inggris dengan aksen Inggris, kursus yang lain menyusul aja ntar he3.... Kenapa mendesak? meski saya sebenarnya nggak buta-buta amat bahasa Inggris tapi ternyata untuk ngomong sehari-hari aja susahnya minta ampun, di pikiran dah ada, cuma ngeluarkannya itu lho sulit....macam orang sembelit..ck...ck...ck

    Gak cuman itu, pendengaran saya jadi sombong sejak di sini, tiap diajak ngomong sama orang gordie (sebutan orang asli sini) bawaannya sorry dan excuse me mulu...soalnya pengucapan mereka emang beda banget dengan bahasa Inggris yang sebelum-sebelumnya saya pelajari di zaman sekolah, misalnya saja ya black saya ngomongnya blek, ternyata sini ngucapnya blak, water (wote) jadi wo'er), jumper (jemper) jadi jumpa, tuh kan semrawut...jadi andalannya kalo kepepet ya pake bahasa tarzan lah...slaman, slumun, slamet.

    Alhamdulillah setelah beberapa minggu gabung di tempat ini, pendengaran jadi lumayan lah...ngomongnya masih megap-megap tapi sudah bisa sampai tujuan. Gurunya sabaaaar banget...yang mengena di hati namanya Sharon, orangnya cantik, telaten, dan lucu...kapan ya bisa foto sama orangnya..hi3...ngarep. Sharon suka lho dengan pulau Bali ternyata.

    Oiya peserta ESOL nya berasal dari manca negara, Indonesia (contohnya saya sendiri), Bangladesh, Srilanka, Iraq, Slovakia, Arab Saudi, dll. Kalo lagi break, biasanya mereka ngerumpi dengan bahasa masing-masing, dan saya yang waktu itu belum punya temen Indonesia, cuma diem, nulis-nulis, baca-baca, pokoknya pura-pura serius, padahal sebenernya salting n bingung mo ngapain...kadang nimbrung juga ngobrol pake bahasa Inggris seadanya Alhamdulillah, kadang sama-sama ngerti, sering juga sama-sama mlongo karena aksen kita beda jadi nggak ngerti apa yang diucapkan, he3...akhirnya jurus ampuh adalah senyum sambil ngangguk (bergaya sok paham).Nah sekarang sudah ada mbak Indah Puji Mulyani yang juga gabung di Millin, jadi lumayan ada teman ngrumpi he3...asyik...asyik...Ayo siapa lagi yang mau gabung?

Senin, 21 Januari 2013

Rindu Matahari

http://aiharabettychan.files.wordpress.com/2012/05/snow-1.jpg

Seharian ini, salju menyambangi bumi
menyelimuti tanah, atap, dan ranting
sejauh mata memandang, bermandikan warna putih

indah, lembut, suci
menjernihkan hati
tawa dan canda mengiringi jatuhnya butiran lembut
memaknai segala waktu yang terlewati

melupakan sejenak padaku tentang matahari
yang kukenal garang selama ini
cahayanya yang menantang
melombakan peluh dan kaki yang berlari
menggemuruhkan isi kepala
berdesak-desak hendak meledak

saat ini
matahari tak bernyali
mencairkan beku yang membatu

dibalik nafasku
aku merindukan matahariku

COVER GIRL CILIK





Awalnya mbak Ara malu-malu dan sedikit kagok (nervous) saat diarahkan gayanya, eh...lama-lama merasa rileks juga. Setelah ditunjukkan hasilnya, Subhanallah ternyata menurut kami sangat bagus...

Mbak Ara waktu itu pakai baju seadanya, alias tidak bermaksud berdandan untuk berfoto, waktu itu pas nganter abi berfoto, trus mbak Ara minta difoto juga, akhirnya ya dengan baju seadanya yang dipakai saat itu ambil gambarnya. Alhamdulillah pengarah gayanya juga pinter ngarahin mbak Ara, dan inilah hasilnya....natural.